SimuIasi PTM Hanya untuk Mahasiswa Berdomisili Semarang
Senin, 4 Oktober 2021 | 10:02 WIB

SM 02102021
Unika Soegijapranata akan mulai menggelar tahapan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada 4 Oktober 2021.

Rencananya, kegiatan PTM terbatas tersebut untuk sementara hanya akan diperuntukkan bagi mahasiswa yang berdomisili dari Semarang saja. Hal tersebut dilaksanakan karena pihak Unika Soegijapranata memiliki pertimbangan berdasarkan alasan ekonomi dan kesehatan, yang masih berada pada masa pandemi Covid-19.

Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinand Hindiarto, menyampaikan, PTM akan digelar dengan sejumlah persyaratan. Selain hanya diperuntukkan bagi mahasiswa berdomisili Semarang, mereka harus sudah menjalani vaksinasi dosis satu dan dua.

Untuk pembuktiannya, akan diupload di sistem kampus untuk sertifikasi vaksinasinya. Terakhir, mereka harus menyertakan surat pernyataan izin dari orang tua. "Soalnya kami juga berpikiran, kalau mahasiswa yang dan luar Semarang diakomodasi maka akan sangat kasihan, mengingat dalam masa pandemi. Misalnya, kalau mahasiswa dari Kalimantan akan kesulitan mendapatkan harga tiket transportasi yang masih relatif mahal. Apalagi mereka masih harus mencari kos-kosan atau kontrakan. Jadi, ketiga syarat harus dipenuhi. Kemudian setelah tercatat di sistem, mereka akan mendapatkan semacam barcode yang nanti digunakan untuk mengikuti PTM terbatas di kampus," ungkap dia, saat menggelar konferensi pers secara virtual.

Pada masa simulasi PTM terbatas tersebut, pihaknya akan membatasi hingga maksimal 50 persen dan kapasitas keseluruhan mahasiswa. Selama Oktober, hanya baru akan ada empat prodi saja yang akan ikut simulasi PTM terbatas. Kemudian akan dimotoring dan dievaluasi. Jika lancar maka pada November dan Desember, semua prodi akan ikut PTM terbatas.

"Sementara mereka yang berasal dari luar Semarang, terutama dan luar pulau Jawa, masih akan diminta mengikuti pembelajaran secara daring. Target berikutnya jika situasi Semarang, Jawa Tengah dan Nasional dalam kondisi baik maka semester depan akan gas pol. Tentunya dengan tetap memprioritaskan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Semua prasarana dan sarana Prokes yang ada akan disediakan. Mereka akan diminta berdisiplin untuk pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer," ujar Dr Ferdinand Hindiarto.

Pada kesempatan tersebut dirinya turut memperkenalkan para Wakil Rektor Unika Soegijapranata periode 2021- 2025 , yaitu Dr Berta Bekti Retnawati sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Agnes Advensia Chrismastuti SE MSi CA CPA sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya, kemudian Robertus Setiawan Aji Nugroho ST M Comm IT PhD sebagai Wakil Rektor yang akan menangani Bidang Inovasi, Riset dan Publikasi, serta Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STP MSc sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis.

Sementara itu, Wakil Rektor Unika Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr Berta Bekti Retnawati, mengatakan, Unika tidak ingin kehilangan kompetensi yang memang masih sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa. Ditambahkannya, dipilihnya prioritas empat Prodi yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, Kedokteran dan Magister Profesi Psikologi, karena ada pertimbangan khusus.

"Empat prodi ini memang membutuhkan pertemuan secara offline, agar pembelajaran dapat berlangsung lebih maksimal. Terutama untuk mahasiswa kedokteran karena harus melakukan kegiatan di laboratorium, sesuai dengan mata kuliah yang diambil," terang dia.

►Suara Merdeka 2 Oktober 2021 hal. 11

Kategori: