Pandemi, Psikologi dan Keseimbangan Hidup
Minggu, 3 Oktober 2021 | 21:51 WIB

pandemi_dan_keseimbangan_hidup

Pada dasarnya setiap individu memerlukan keseimbangan dalam menjalani hidup. Termasuk keseimbangan saat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Pendapat tersebut disampaikan Psikolog Unika Soegijapranata, Dr Augustina Sulastri SPsi, mengacu pemikiran tokoh psikologi terkenal, Sigmund Freud dan Alfred Adler.

“Manusia di era pandemi seperti sekarang ini kalau dari teori Freud itu akan mencari keseimbangan, karena kondisi tidak nyaman,” kata Augustina Sulastri saat Ngobrol Virtual bertajuk “Tetap Cantik dan Bugar pada saat Covid-19 Menghajar” melalui zoom meeting, kemarin.

Selain Agustina Sulastri, sejumlah narasumber lain pemilik “House of Susan” Lanni Riani Dewi, dokter aesthetic sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata dr Aprilia Karen Mandagie SpKK serta praktisi kecantikan dan mode Novi Sanjaya.

Augustina melanjutkan, Sigmund Freud dan Alfred Adler memiliki terori tentang kebutuhan individu yang saling melengkapi.

Kedua menjelaskan psikologis manusia, misalnya customer dan lainnya, bawaannya memang mencari keseimbangan. Freud sangat percaya mengenai dorongan seksual.

Sementara Alfred Adler mengatakan bahwa sesuatu hal memerlukan keseimbangan. “Bukankah ketika kita cantik, misalnya bugar akan menjadi sehat dan segar secara seksual. Ini dorongan yang dimiliki manusia yang diteorikan Sigmund Freud,” katanya.

Tak Perlu Khawatir

Menurutnya, manusia akan selalu mencari keseimbangan. Misalnya saat badan tidak enak, capai, kuliah secara online terus-menerus yang bisa membawa kebosanan, akhirnya mencari sesuatu untuk menyimbangkannya, seperti jalan-jalan, ngegym, dan lainnya.

Manusia di era pandemi seperti sekarang ini akan mencari keseimbangan, karena kondisi yang dianggap tidak nyaman.

“Jadi kondisi nyamannya harus bagaimana? Misalnya dengan bergerak atau melakukan sesuatu. Karena bawaannya manusia membutuhkan kesenangan yang sebelumnya telah dinikmati, tapi kemudian tidak. Ini akan dicari,” ujarnya.

Menurutnya, seseorang tidak perlu khawatir atau takut, karena pada prinsipnya membutuhkan keseimbangan. Misalnya, di era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini rasanya tidak enak.

“Atau ada yang bilang di masa PPKM, tubuh pelan-pelan kembali melar. Jadi ada ketakutan seperti itu. Makanya mereka berolah raga,” imbuhnya.

https://www.suaramerdeka.com/nasional/pr-041183378/pandemi-dan-keseimbangan-hidup?page=all

Suara Merdeka 19 September 2021 hal. 12

berita serupa

https://ubahlaku.id/read/399095/pandemi-psikologi-dan-keseimbangan-hidup

Kategori: