Workshop Penulisan Ilmiah Populer
Rabu, 15 September 2021 | 18:59 WIB

Workshop penulisan yang diselenggarakan secara virtual melalui laman zoom

NUNI yang merupakan Jejaring Perguruan Tinggi Nusantara bekerja sama dengan Unika Soegijapranata, pada Rabu (15/9) telah menyelenggarakan Wokshop Penulisan dengan tema “Suara Mahasiswa dari NUNI untuk Keberagaman dan Kesatuan Indonesia”.

Acara yang diselenggarakan secara daring ini, menghadirkan narasumber seorang sastrawan Indonesia, Redaktur Pelaksana sastra harian umum Suara Merdeka dan dosen Penulisan Kreatif Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang, yaitu Triyanto Triwikromo SPd MHum.

Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 50 lebih mahasiswa ini, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto SH LLM PhD yang dalam masa tugas periode berikutnya digantikan oleh Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STP MSc, mengemukakan bahwa kegiatan workshop ini adalah  kegiatan yang mengawali serangkaian kegiatan yang dirancang oleh NUNI dalam rangka peringatan 10 tahun deklarasinya.

Dan adanya gagasan dari komite di NUNI, dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya secara lebih populer. Artinya tidak harus berupa tulisan yang serius tetapi penting untuk Indonesia, sehingga mendorong diselenggarakannya workshop ini dengan menghadirkan sosok legend di bidangnya yaitu Triyanto Triwikromo SPd MHum, papar Benny.

Dan Dr R Probo Yulianto Nugrahedi selaku Wakil Rektor Kerjasama dan Pengembangan Bisnis juga menambahkan bahwa kerjasama yang telah dilakukan dengan NUNI menjadi salah satu tonggak milestone bagi kerjasama yang telah dilakukan sekitar 10 tahun lalu untuk bisa lebih bersinergi lebih lanjut dalam program-program selanjutnya.

Harapannya, dengan workshop ini akan membuahkan tulisan-tulisan yang bermanfaat dan memberi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa yang lain, tambahnya.

Membuka paparan materinya, Triyanto Triwikromo mengungkapkan bahwa dia dulu juga bertolak dari mahasiswa untuk mengawali karirnya. Dan berharap agar mahasiswa berani memulai untuk mengutarakan gagasan-gagasan yang biasanya justru lebih berani ketimbang orang-orang yang sudah malang melintang menulis, karena mahasiswa masih memiliki gaya amarah intelektual yang luar biasa sehingga akan muncul tulisan-tulisan yang menarik.

“Menulis adalah melakukan tugas historis, karena dengan menulis maka kita merekam jejak dengan persoalan-persoalan dan menganalisisnya serta memberikan solusi,” terangnya.

Karena menulis mengandung  tiga hal yang harus diketahui, yang pertama menulis mengandung makna teologis, atau makna peribadahan yaitu suatu tindakan yang mendekatkan seseorang kepada surga.

Yang Kedua, menulis selalu berkait dengan perekaman jejak suatu peristiwa yang diabadikan di dalam tulisan, sehingga dengan demikian menulis adalah melakukan tugas historis.

Dan yang ketiga dan tak kalah pentingnya juga, menulis adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, mengeksiskan diri atau dalam bahasa filsafat mengadakan diri.

Jadi menulis adalah melakukan tugas yang luar biasa penting dan bukan tindakan sederhana, karena didalamnya mengandung tiga hal, yakni aku menulis karena aku beribadah, aku menulis karena aku bermakna bagi sejarah, dan aku menulis karena aku ada, tegasnya.

Selanjutnya dalam penjelasan materi workshop penulisan, Triyanto Triwikromo juga mengemukakan bahwa artikel adalah tulisan yang berdasarkan fakta-fakta dan data-data yang objektif, juga sekaligus menampilkan analisis, kesimpulan dan saran-saran yang sifatnya subjektif.

“Jenis tulisan artikel  sering disebut sebagai tulisan ilmiah populer. Dan dikatakan demikian karena artikel adalah tulisan ilmiah yang disajikan secara populer, sehingga tulisan ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang disajikan sedemikian rupa sehingga mengundang minat baca banyak orang,” katanya.

Yang penting adalah cara menyajikan tulisan, karena meski orang punya gagasan-gagasan tapi belum tentu dia bisa menyajikan secara populer. Sebab tulisan ilmiah tersebut harus akrab dan penyajiannya sederhana. Sederhana dimaksud adalah dalam arti tidak rumit dan lebih bermakna.

Sebuah tulisan ilmiah populer juga harus mengandung kaidah-kaidah jurnalistik pada umumnya, yaitu harus aktual, masalahnya harus menyangkut banyak orang, tidak mengundang masalah SARA, disampaikan dengan bahasa yang lugas, padat dan enak dibaca serta memenuhi logika analisis yang baik, tandas Triyanto. (FAS)

Kategori: ,