Workshop Penulisan Ilmiah Populer Tajamkan Gagasan Mahasiswa
Sabtu, 18 September 2021 | 5:37 WIB

image

Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) atau Jejaring Perguruan Tinggi Nusantara bekerja sama dengan Unika Soegijapranata Semarang menggelar pelatihan penulisan bertajuk “Suara Mahasiswa dari NUNI untuk Keberagaman dan Kesatuan Indonesia” secara daring, Rabu (15/9/2021).

Nara sumber utama dalam pelatihan tersebut yaitu, Triyanto Triwikromo, dosen Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dalam paparannya ia menekankan, gagasan mahasiswa harus dipoles dengan tajam tanpa meninggalkan intelektual. Dengan begitu, menurutnya akan muncul dan melahirkan tulisan-tulisan yang menarik.

“Menulis adalah melakukan tugas historis, karena dengan menulis maka kita merekam jejak dengan persoalan-persoalan dan menganalisisnya serta memberikan solusi,” katanya.

Triyanto menyatakan, menulis mengandung tiga hal yang harus diketahui, yang pertama menulis mengandung makna teologis, atau makna peribadatan. Yaitu suatu tindakan yang mendekatkan seseorang kepada surga.

Yang kedua, menulis selalu berkait dengan perekaman jejak suatu peristiwa, sehingga dengan demikian menulis adalah melakukan tugas historis. Ketiga, menulis adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, mengeksiskan diri atau dalam bahasa filsafat mengadakan diri.

“Jadi menulis adalah melakukan tugas yang luar biasa penting dan bukan tindakan sederhana, karena di dalamnya mengandung tiga hal. Yakni aku menulis karena aku beribadah, aku menulis karena aku bermakna bagi sejarah, dan aku menulis karena aku ada,” tegasnya.

Selanjutnya dalam penjelasan materi workshop penulisan, Triyanto mengemukakan bahwa artikel adalah tulisan yang berdasarkan fakta-fakta dan data-data yang objektif. Perlu sekaligus menampilkan analisis, kesimpulan, dan saran-saran yang sifatnya subjektif.

“Jenis tulisan artikel sering disebut sebagai tulisan ilmiah populer. Dan dikatakan demikian karena artikel adalah tulisan ilmiah yang disajikan secara populer, sehingga tulisan ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang disajikan sedemikian rupa sehingga mengundang minat baca banyak orang,” katanya.

Ia menyebut, terpenting adalah cara menyajikan tulisan. Baginya, meski seseorang punya gagasan, namun belum tentu bisa menyajikan secara populer. Sebab tulisan ilmiah tersebut harus akrab dan penyajiannya sederhana. Sederhana dimaksud adalah dalam arti tidak rumit dan lebih bermakna.

“Sebuah tulisan ilmiah populer juga harus mengandung kaidah-kaidah jurnalistik pada umumnya, yaitu harus aktual, masalahnya harus menyangkut banyak orang, tidak mengundang masalah SARA, disampaikan dengan bahasa yang lugas, padat dan enak dibaca, serta memenuhi logika analisis yang baik,” papar Triyanto.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Unika Soegijapranata, Dr R Probo Yulianto Nugrahedi menyampaikan, kerja sama yang telah dilakukan dengan NUNI menjadi salah satu tonggak milestone bagi kerja sama yang telah dilakukan sekitar 10 tahun lalu, untuk bisa lebih bersinergi lebih lanjut dalam program-program selanjutnya.

“Harapannya, dengan workshop ini akan membuahkan tulisan-tulisan yang bermanfaat dan memberi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa yang lain,” katanya kepada sekitar 50 mahasiswa yang menjadi peserta pelatihan.

https://halosemarang.id/workshop-penulisan-ilmiah-populer-tajamkan-gagasan-mahasiswa

Kategori: