PKM Unika Latih dan Bekali Peternak Sapi Kelurahan Jatirejo Gunungpati
Selasa, 28 September 2021 | 17:25 WIB

Pelaksanaan pelatihan dan FGD PKM Unika di Kelurahan Jatirejo Kecamatan Gunungpati

Menindak lanjuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) yang dilakukan oleh tim dosen Unika Soegijapranata di daerah Kelurahan Jatirejo Kecamatan Gunungpati, yang dimulai sejak mulai awal Maret 2021, maka pada hari Minggu (12/9) telah diselenggarakan kegiatan Pelatihan dan FGD (Focus Group Discussion).

PKM dosen Unika dengan topik “Peningkatan Kualitas Susu Sapi Inovasi Pasteurisasi,” diketuai oleh Dr Lindayani, sedangkan anggotanya adalah Dr Florentinus Budi S ST MT, Dr E Lucky Maretha Sitinjak  MSi CPA dan Shandy Jenifer Matitaputty SE MSi.  Keempat dosen tersebut dari disiplin ilmu yang berbeda yaitu dari Teknik Elektro, Ekonomi Bisnis dan Teknologi Pangan.

Dalam kegitan pelatihan dan FGD tersebut, turut memberikan materi adalah Ketua PKM Dr Lindayani, beserta Dr Dra Laksmi Hartayanie MP maupun para anggota tim yang terlibat lainnya.

Mengawali presentasinya dalam pelatihan tersebut Dr Lindayani mengupas tentang susu sapi segar dengan segala manfaatnya serta cara antisipasi supaya susu sapi tidak cepat rusak.

“ Susu sapi segar adalah bahan pangan yang kaya akan kandungan gizi. Dan salah satu upaya untuk mencegah agar susu tidak cepat rusak adalah dengan pasteurisasi,” ungkapnya.

Sedang Dr Dra Laksmi Hartayanie MP juga melengkapi pengetahuan peserta dengan cara pengolahan produk susu menjadi sabun. “Resep untuk pembuatan sabun susu adalah dengan komposisi akuades 120 gram, NaOH 64 gram, susu 51 gram, olive oil 180 gram, coconut 135 gram dan palm oil 135 gram,” jelasnya.

Dalam proses pembuatan sabun susu, meski susu sapi akan digunakan untuk bahan pembuatan sabun, namun tetap harus dipasteurisasi, supaya hasilnya maksimal, lanjutnya.

Dan mengenai alat yang bisa dipakai pasteurisasi, Dr Florentinus Budi S ST MT sudah membuat alat pasteurisasi yang lebih higienis dengan menggunakan panas bukan dari kompor. “Jika secara sederhana biasanya kita memanaskan susu di panci dengan panas dari kompor. Sedangkan jika menggunakan kompor, maka panas yang dihasilkan oleh kompor bisa bervariasi tergantung jenis kompornya. Bahkan jika api dari kompor sampai berwarna biru menunjukkan panas api sangat tinggi, dan hal tersebut bisa berpengaruh pada kualitas susu,” jelas Dr Florentinus Budi.

Maka saya coba desain prototype alat pasteurisasi yang lebih aman untuk produk susu, yang nanti bisa digunakan untuk mengolah susu secara benar, sehingga susu bisa bertahan sampai sekitar empat hari, sambungnya.

Dari anggota tim yang lain,  Dr E Lucky Maretha Sitinjak  MSi CPA memberikan materi yang berhubungan dengan manajemen kas dan laporan keuangan sederhana.

“Uang kas sering diartikan sebagai uang tunai. Sedangkan uang tunai bisa dalam bentuk uang kertas dan uang logam. Dan hal yang sering dihadapi dalam tata kelola keuangan  adalah uang keluar lebih banyak dari uang masuk, oleh karena itu disamping belajar mengolah susu sebagai produk usaha, maka diperlukan juga pengetahuan pengelolaan keuangan secara sederhana,” papar Dr Lucky.

Dan pada sesi akhir, Shandy Jenifer Matitaputty SE MSi memberikan materi pelatihan tentang perpajakan. “Dengan membuat laporan keuangan hingga laporan rugi – laba, maka laporan tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan bantuan modal atau investasi, dan bisa mencari investor. Bantuan modal pun tidak harus dari pemerintah,” ungkap Shandy.

Selanjutnya dari laporan keuangan ini juga bisa digunakan untuk menghitung pajak. Terutama apabila pengusaha sudah memiliki omzet dalam setahun mencapai Rp 4,8 miliar, maka akan memiliki NPPKP atau Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak.

Selain itu pengusaha tersebut juga memiliki kewajiban lain selain pajak PPH, yaitu kewajiban pajak PPN dengan tarifnya sebesar 10 %. Sedangkan objek PPN adalah barang yang sudah diolah menjadi produk lain maka menjadi wajib pajak PPN. Sementara barang yang belum diolah tidak menjadi objek PPN, pungkas Shandy. (FAS)

Kategori: ,