Pentingnya Dokter Keluarga di Era Normal Baru
Rabu, 29 September 2021 | 11:23 WIB


TRB 29092021

Oleh : dr. Indra Adi Susianto, SpOG, MSi.Med, Dekan Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata

TERWUJUDNYA keadaan sehat tidak hanya keinginan individu, tetapi juga oleh seluruh keluarga dan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sehat adalah keadaan sejahtera baik badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi sesuai UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan.null

Dalam forum Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat, 17 September 2021, Presiden Joko Widodo memastikan kondisi pengendalian angka penularan Covid-19 di Indonesia sudah membaik. Kasus harian turun dari puncaknya pada 15 Juli lalu di angka 56 ribu menjadi 2.500 kasus per hari pada 13 September.

Penurunan persentase kasus harian sebesar 13,6% kasus harian per 1 juta, jauh di bawah negara tetangga Asean. Meski angka penularan sudah menurun, Presiden meminta masyarakat untuk terus waspada dan mulai belajar hidup berdampingan dengan virus corona.

Dalam kondisi kita harus berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19, maka keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat membutuhkan kiat khusus untuk mempertahankan keutuhan unit keluarga dengan daya tahan jangka panjang. Daya tahan ini dalam psikologi disebut dengan istilah ‘resiliensi’.

Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 membuat masyarakat dihadapkan pada perubahan berbagai tatanan kehidupan yang tak terduga sehingga seringkali tidak memiliki langkah antisipatif.

Kita semua dipaksa untuk beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran dan penularan virus yang menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan kesehatan baik fisik maupun mental sehingga berefek pada perilaku tidak produktif.

Keluarga yang resilien atau berdaya tahan lebih akan merespon secara positif segala kesulitan melalui cara-cara tertentu, sesuai konteks, tingkat permasalahan, kombinasi interaktif antara faktor-faktor risiko dan protektif yang dimiliki, serta dengan mempertimbangkan sudut pandang seluruh anggota keluarga. Resiliensi di masa pandemi ini juga dapat diartikan atau diterjemahkan sebagai kemampuan umum yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan baik dari internal maupun eksternal.

Langkah Antisipatif

Salah satu upaya dan langkah antisipatif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan resiliensi dalam Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid 19 (TNBPAC) yaitu memberikan proteksi kesehatan kepada seluruh anggota keluarga.

Di sinilah keberadaan dokter keluarga menjadi sangat penting. Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo pada pertengahan bulan Mei 2020, bahwa masyarakat diminta untuk menghubungi dokter keluarga pada masa pandemi. Dokter keluarga sendiri bekerja di puskesmas atau di fasilitas kesehatan tingkat primer lainnya, seperti klinik pratama, klinik dokter keluarga, dan sebagainya.

Kehadiran dokter keluarga di masa TNBPAC bukan sekadar mendeteksi kemungkinan penularan virus Corona pada seluruh anggota keluarga. Tapi sebagai langkah antisipatif untuk mendeteksi, memberikan konsultasi, pelayanan dan memberikan rujukan untuk permasalahan penyakit lain yang mungkin muncul dalam keluarga. Dokter keluarga punya peran penting untuk melakukanskriningdandiagnosisyang tepat.

Selama ini, misalnya, puskesmas dan klinik yang menjadi provider BPJS memiliki program penyakit kronis yang disebut sebagai prolanis, dalam rangka memonitor penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus dan hipertensi.

Program prolanis selain memeriksakan gula darah dan tekanan darah secara teratur, juga memberdayakan pasien untuk melaksanakan diet dan aktivitas fisik secara teratur. Namun, pelayanan prolanis terhenti selama PSBB. Jika PSBB terus diterapkan muncul kekhawatiran penderita diabetes dan hipertensi ini menjadi tidak terkontrol dan mengakibatkan komplikasi selama pandemi.

Di luar itu, masalah kesehatan yang perlu dicegah, bukan hanya komplikasi penyakit kronis tidak menular. Penyakit kronis yang menular, penyakit kronis bawaan/keturunan, penyakit kronis autoimun, dan banyak penyakit kronis lainnya, juga perlu dikontrol dan dicegah komplikasinya. Belum lagi pencegahan masalah kesehatan akibat perubahan risiko, misalnya ibu hamil, ibu menyusui, tumbuh kembang anak, perencanaan keluarga, seluruhnya perlu mendapat perhatian agar tidak timbul masalah kesehatan.

Layanan daring

Selain pelayanan langsung (tatap muka) di fasilitas kesehatan, masyarakat bisa berkonsultasi secara daring dengan dokter keluarga menggunakansmart phone. Dokter keluarga bisa melakukan skrining denganaplikasi mobile JKN untuk pasien-pasien BPJSdiikuti fitur-fitur konsultasi jarak jauh denganchatting. Bahkan dengan fitur pendaftaranonlinejugasehingga meminimalkan kontak dengan orang lain di ruang tunggu.

Cara ini mengurangi risiko penularan dan menjauhkan dari stigmatisasi masyarakat, meningkatkan kepatuhan serta menurunkan transmisi lokal di komunitas. Juga menurunkan risiko penularan kepada petugas kesehatan.

Pada saat PSBB, puskesmas dan hampir semua klinik menawarkan pendaftaran pelayananonline, pelayananonlinedan peresepanonline. Hingga Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 tentang “Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19” tertanggal 29 April 2020. Surat Edaran yang berlaku untuk internal Kementerian ini memperkuat Permenkes nomor 20 tahun 2019 tentang “Penyelenggaraan Pelayanan Telemedisin Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan”.

Konsil Kedokteran Indonesia kemudian pada tanggal 30 April 2020 mengeluarkan Peraturan KKI (Perkonsil) Nomor 74 Tahun 2020 tentang “Kewenangan Klinis dan Praktik Kedokteran Melalui Telemedisin pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia” yang berlaku untuk semua dokter praktik dan didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia.

Oleh karena itu pelayananonlineyang menyeluruh (holistic) dan paripurna (comprehensive) serta bersinambung (continue) sangat diperlukan. Masyarakat membutuhkan pelayananonlineyang dilayani oleh seorang dokter keluarga yang menggali dan mencatat keadaan keluarga, menganalisa risiko kesehatan pasien dan keluarganya, sehingga dapat mengingatkan dan mengedukasi pasien sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi. Masyarakat perlu memperoleh pelayanan untuk dapat mengajukan pertanyaan bagi masa depan kesehatannya, mendapat pendampingan apabila perlu dirujuk ke rumah sakit, dan mendapat pendampingan kembali setelah dirawat di rumah sakit.

Pelayanan primer

Masyarakat perlu juga memperoleh layanan dokter yang tidak hanya membicarakan masalah fisik tapi seringkali disertai masalah psikologis. Masyarakat juga perlu dokter yang mengetahui sejarah penyakit dirinya serta sejarah penyakit keluarganya, sehingga dapat memberi edukasi yang komprehensif agar terhindar dari penyakit-penyakit yang menjadi risiko keluarga akibat genetik, lingkungan atau kebiasaan hidupnya.

Dokter keluarga adalah dokter umum yang berada pada pelayanan primer yang mampu sediakan pelayanan secara komprehensif dan berkesinambungan sehingga mampu mengasuh individu dengan mempertimbangkan segala aspek. Dokter kelurga merupakan dokter yang dapat memberikan pelayanan Kesehatan berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, dimana keluarga adalah pintu masuk pertama sistem pelayanan Kesehatan secara personal dan komunitas keluarga dimana pasien berada

Dengan hadirnya lebih dari 76 fakultas kedokteran yang tersebar di Indonesia ini, maka lulusan dokter tidak hanya berfungsi kuratif namun juga preventif dan promotif. Dan konsep tersebut merupakan konsep dokter keluarga yang penerapan praktiknya berada di pelayanan kesehatan primer sehingga menjadi pendukung terhadap kebijakan pemerintah dalam kompetensi dan kualitas pelayanan, ditunjang dengan sarana dan prasarana pelayanan, yang mempunyai sistem mekanisme dan monitoring rujukan yang baik, dan memperbarui kompetensi secara periodik.

Sebagai penutup tulisan, peran dokter keluarga sangat penting di era Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) dalam memberikan motivasi, semangat dan edukasi, sekaligus garda depan penanganan masalah kesehatan dalam masyarakat. Dengan memiliki dokter keluarga, masyarakat dibiasakan untuk memahami masalah kesehatan yang perlu dicegah, memahami risiko kesehatan yang sedang dihadapinya, dan dapat membangun kesehatan keluarga dengan optimal.

■ https://jateng.tribunnews.com/2021/09/29/opini-dr-indra-adi-susianto-spog-msimed-pentingnya-dokter-keluarga-di-era-normal-baru?page=all , Tribunjateng 29 September 2021 hal 2

Kategori: , ,