Diskusi Bulanan Teknik Sipil Bahas Sistem Pondasi Modern
Rabu, 22 September 2021 | 16:53 WIB

Sebuah acara webinar yang diselenggarakan oleh Kelompok Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) Fakultas Teknik Unika Soegijapranata pada Jumat (17/9), telah mengundang narasumber alumnus Prodi  Teknik Sipil Agung Setiyo Budi yang sudah berkarya sebagai Project Manager Refinery Development Master Plan (RDMP) Building Work Package #1 dan membahas topik yaitu Sistem Pondasi Modern untuk Kilang Minyak Pertamina.

Ketua program Studi Teknik Sipil Unika, Daniel Hartanto ST MT dalam sambutannya berharap para peserta webinar, termasuk para mahasiswa agar dapat menambah pengetahuan tentang sistem pondasi modern khususnya  untuk kilang minyak dan yang menempuh mata kuliah Geoteknik.

“Prodi Teknik Sipil memang menyelenggarakan forum diskusi bulanan ini untuk berbagi pengalaman. Jadi yang menjadi narasumber juga tidak hanya alumni tetapi juga para praktisi, supaya mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori saja tetapi juga praktik di lapangan,” katanya.

Selain itu, Daniel berharap ada project yang bisa menerima magang  dan bisa digunakan untuk praktik kerja bagi para mahasiswa. Hal tersebut karena di masa pandemi ini, para mahasiswa agak kesulitan untuk mencari project-project seperti kilang minyak, bendungan, jaringan telekomunikasi dan sebagainya. Saat ini yang masuk ke Prodi Teknik Sipil masih sebatas project gedung minimal lima lantai, lanjutnya.

Sedang narasumber webinar, Agung Setiyo Budi mengawali paparan materinya dengan RDMP Building Work Package #1 di kilang Pertamina Balikpapan.

“RDMP kilang Balikpapan akan difokuskan untuk meningkatkan produksi BBM berkualitas dan ramah lingkungan sesuai dengan standar Euro V,” katanya.

Karena lokasi merupakan daerah pinggir pantai dan merupakan area tanah reklamasi, maka pada awal sebelum mulai konstruksi dilakukan perbaikan struktur tanah dengan cara stone column yang masuk dalam kategori ’reinforcement’ atau perkuatan tanah dengan menggunakan agregat berupa batu kerikil atau batu pecah untuk membuat kolom dengan diameter tertentu dan kedalaman tertentu.

Setelah pengerjaan stone column selesai dikerjakan, maka dilanjutkan dengan spun pile dengan ukuran yang berdiameter 60 cm dan 80 cm. Kemudian setelah selesai, pengerjaan diteruskan dengan excavation, lean concrete pondasi dengan bahan dari ready mix, serta dilanjutkan dengan pengerjaan cutting pile, rebar fabrication, dan berikutnya lean concrete dilapisi dengan penggunaan coating waterproof dan bitumene membrane.

“Kesimpulannya, bahwa pemakaian waterproofing pada pekerjaan struktur pondasi memberikan banyak manfaat, antara lain melindungi struktur pondasi dari kontaminan tanah, integritas kedap air yang terjamin, dan ketahanan kedap air dalam jangka panjang,” terang Agung.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bekerja di area kilang pertamina menggunakan regulasi safety dan spesifikasi pekerjaan yang tinggi. Dan dibutuhkan staf yang berkompeten seperti supervisor, QC, HSE, dan Project Control, supaya pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan persyaratan teknis dan drawing yang diberikan oleh owner pekerjaan. Serta selalu membuat dokumen daily report secara disiplin dan disetujui oleh pengawas dari owner, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,