Asah Kemampuan Penulisan Ilmiah Populer, Mahasiswa Dinilai Punya Gagasan Lebih Berani
Sabtu, 18 September 2021 | 5:46 WIB

image

Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) yang merupakan Jejaring Perguruan Tinggi Nusantara bekerja sama dengan Unika Soegijapranata menyelenggarakan wokshop penulisan.

Workshop dengan tema Suara Mahasiswa dari NUNI untuk Keberagaman dan Kesatuan Indonesia menghadirkan narasumber sastrawan Triyanto Triwikromo. Triyanto menuturkan bahwa dia dulu juga bertolak dari mahasiswa untuk mengawali karirnya.

"Saya berharap agar mahasiswa berani memulai untuk mengutarakan gagasan-gagasan yang biasanya justru lebih berani ketimbang orang-orang yang sudah malang melintang menulis. Karena mahasiswa masih memiliki gaya amarah intelektual yang luar biasa sehingga akan muncul tulisan-tulisan yang menarik," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, menulis adalah melakukan tugas historis. Karena dengan menulis, maka penulis merekam jejak dengan persoalan-persoalan dan menganalisisnya serta memberikan solusi.

Menulis, kata dia, mengandung tiga hal yang harus diketahui, yang pertama mengandung makna teologis atau makna peribadahan. Yaitu suatu tindakan yang mendekatkan seseorang kepada surga.

Yang kedua, menulis selalu berkaitan dengan perekaman jejak suatu peristiwa yang diabadikan di dalam tulisan. Sehingga dengan demikian menulis adalah melakukan tugas historis.

Dan yang ketiga, tak kalah pentingnya juga, menulis adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, mengeksiskan diri atau dalam bahasa filsafat mengadakan diri.

"Jadi menulis adalah melakukan tugas yang luar biasa penting dan bukan tindakan sederhana, karena didalamnya mengandung tiga hal, yakni aku menulis karena aku beribadah, aku menulis karena aku bermakna bagi sejarah, dan aku menulis karena aku ada," ujarnya.

Sementara, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata, Benny Danang Setianto, yang dalam masa tugas transisi, menuturkan workshop ini mengawali serangkaian kegiatan yang dirancang NUNI dalam rangka peringatan 10 tahun deklarasinya.

"Komite di NUNI memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya secara lebih populer. Artinya tidak harus berupa tulisan yang serius tetapi penting untuk Indonesia," jelasnya.

Sementara, Wakil Rektor Kerjasama dan Pengembangan Bisnis yang baru, R Probo Yulianto Nugrahedi menambahkan, kerjasama yang telah dilakukan dengan NUNI menjadi satu tonggak milestone bagi kerjasama yang telah dilakukan sekitar 10 tahun lalu untuk bisa lebih bersinergi dan berkelanjutan dalam program-program selanjutnya.

"Harapannya, dengan workshop ini akan membuahkan tulisan-tulisan yang bermanfaat dan memberi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa yang lain," kata Probo.

https://jateng.tribunnews.com/2021/09/17/asah-kemampuan-penulisan-ilmiah-populer-mahasiswa-dinilai-punya-gagasan-lebih-berani?page=all.

Kategori: