Unika Gunakan Teknologi Digital untuk Penyelenggaraan PTMB 2021
Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:50 WIB

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC saat menyampaikan sambutan dalam acara PTMB 2021 Unika Soegijapranata secara virtual

Seperti tahun sebelumnya, Unika Soegijapranata setiap awal tahun ajaran baru selalu mengadakan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) yang untuk tahun 2021 ini diselenggarakan masih dalam suasana pandemi covid-19, sehingga dilakukan secara daring di ruang virtual Unika melalui aplikasi zoom dan menggunakan teknologi Face Tracking Animation (FTA) saat Rektor menyematkan pin dan pengenaan jas almamater Unika Soegijapranata kepada perwakilan Mahasiswa Baru.

Dalam pembukaan PTMB 2021 yang diselenggarakan pada hari Rabu (18/8), Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC menyampaikan perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan PTMB 2021 bagi seluruh mahasiswa baru Unika Soegijapranata yang berjumlah sekitar 1700 mahasiswa dan hadir di ruang virtual Unika.

“Teman-teman mahasiswa baru yang saya banggakan, saya mengucapkan selamat datang di kampus ungu, kampus Unika Soegijapranata, kampus mini Indonesia dimana tergabung mahasiswa dan mahasiswi dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, termasuk ada juga yang dari Timor Leste,” sapa Prof Ridwan kepada para mahasiswa baru Unika.

Sebaran mahasiswa dari berbagai wilayah ini bukan hanya terjadi pada saat pandemi ini saja, melainkan sudah sejak bertahun-tahun yang lalu sebelum pandemi Covid-19 datang. Namun kesiapan teknologi informasi yang telah ada di Unika Soegijapranata sejak satu dekade yang lalu memungkinkan kami melayani Anda semua dari rumah masing-masing di berbagai wilayah Indonesia di masa pandemi, lanjutnya.

Hal yang kita rasakan dalam 1,5 tahun terakhir ini, pertemuan yang biasanya kita lakukan secara langsung di lokasi, kini berubah menjadi daring. Ruang-ruang kelas yang biasanya dapat kita telusuri satu persatu, kini berubah menjadi penelusuran di dalam video 360 derajat. Namun, ada pemikiran Charles Darwin yang dapat disimpulkan sebagai pernyataan berikut, “yang bisa bertahan bukanlah yang paling pintar atau paling kuat, namun yang paling bisa beradaptasi”.

Unika beradaptasi dengan merubah kegiatan menjadi daring, agar tetap bisa memberikan layanan kepada mahasiswa. Sehingga cita-cita mahasiswa tidak terhenti karena pandemi. Teknologi informasi yang telah disiapkan bertahun-tahun ternyata bisa membawa Unika untuk berlayar di tengah pandemi.

Di sisi lain, mahasiswa juga harus beradaptasi, membangun kebiasaan belajar yang sesuai dengan pembelajaran daring. Namun jika kita tidak bisa beradaptasi, dalam mengelola waktu dan kebiasaan, maka hasil dari evaluasi di akhir semester bisa di bawah ekspektasi dan  kemampuan yang diharapkan terkuasai bisa tidak tercapai.

“Bukan soal kepintaran, kekuatan, atau bahkan kekayaan. Tetapi semangat dan ketekunan yang dibangun terus-menerus akan memungkinkan kita mengatasi berbagai rintangan,” tegas Prof Ridwan Sanjaya.

Transformation Habits

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unika Soegijapranata Dr V Kristina Ananingsih ST MSc juga mengungkapkan makna kegiatan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) 2021.

“Tema yang diangkat pada PTMB tahun 2021 ini yaitu “Transformation Habits”. Transformasi adalah pembaharuan terus menerus untuk menjadi lebih baik dan berperan sebagai aktor perubahan (agent of change) bagi orang lain dan lingkungan. Dalam transformasi diperlukan adanya kerjasama, sinergitas, profesionalitas, dan solidaritas. Transformation Habits adalah upaya menjadikan transformasi sebagai kebiasaan kita. Transformation Habits akan membawa semangat kemandirian dalam belajar secara berkelanjutan, “ paparnya.

Sedangkan dalam rangka  Transformation Habits maka mahasiswa baru diharapkan memiliki yang disebut “SIKAP” yang merupakan kependekan dari Semangat, Inovasi, Kreativitas, Adaptif dan Peduli.

Semangat adalah keteguhan dan keuletan, yang perlu dimiliki oleh mahasiswa baru untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimiliki di kampus UNIKA. Mahasiswa baru juga diajak memiliki inovasi untuk mengembangkan dan menyempurnakan hal hal yang sudah ada sehingga menjadi lebih berdaya guna bagi masyarakat dan lingkungan.

Adapun makna Kreativitas yaitu membawa mahasiswa baru untuk mampu mengkreasi hal baru, serta menciptakan pemikiran atau peluang baru dalam membantu pemecahan masalah.

Pada masa pandemi ini, mahasiswa baru diajak pula untuk adaptif, yaitu mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan dan teknologi pembelajaran yang baru. Peduli berarti keterlibatan dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di sekitar kita. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mempunyai sikap kepedulian personal, namun juga dapat merubah atau mendorong orang lain untuk ikut peduli dengan situasi yang ada, tandasnya. (FAS)

Kategori: ,