Unika Gelar 6th Celt International Conference, untuk Gali Potensi di Tengah Pandemi
Senin, 16 Agustus 2021 | 10:44 WIB

image

Unika Soegijapranata Semarang menggelar kegiatan The 6th Celt International Conference, pada Kamis (12/8), secara daring. Acara yang dihadiri langsung oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC ini juga dihadiri oleh beberapa pembicara dari negara tetangga seperti USA dan Malaysia, serta pembicara paralel dari USA, Malaysia, dan Filipina.

Tema dalam acara international conference tersebut yakni ‘Arts and Entrepreneurship in Language Studies’

Dalam kesempatan itu, Prof Ridwan kembali mengingatkan situasi pandemi yang harus diadaptasi dengan berbagai inovasi untuk mendorong kemajuan dalam proses pembelajaran yang sebelumnya telah terdisrupsi oleh munculnya covid-19.

“Topik konferensi sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu terobosan inovasi telah mendorong banyak fakultas bahasa dan seni untuk menghubungkan diri mereka dengan seni dan terutama dengan kewirausahaan. Kita semua dituntut untuk mencari dan beradaptasi dengan perubahan yang sekarang terjadi di dunia pendidikan akibat dampak Covid-19,” ungkap Prof Ridwan, dalam rilis resminya yang diterima KUASAKATACOM, Sabtu (14/8/2021).

Namun, kata dia, perlu dilakukan perluasan wawasan dan brainstorming dengan banyak orang untuk mendapatkan ide dan solusi baru terkait perumusan pendidikan bahasa ke depan. Orang-orang di bidang pendidikan dituntut untuk mempersiapkan banyak rencana untuk menghadapi perubahan saat ini dan masa depan.

“Memahami dan mengadaptasi perubahan akan memungkinkan kita untuk mengintegrasikan nilai-nilai yang baik ke dalam proses pembelajaran. Di era yang disebut great reset, kita memiliki kesempatan untuk memulai untuk pertama kalinya dan menjadi pionir dalam formula-formula baru dalam dunia pendidikan. Kita tidak boleh membiarkan atau bahkan membuang kesempatan bersejarah ini,” jelasnya

penyelenggara acara sekaligus dosen senior Prodi Sastra Inggris serta pengelola jurnal Celt, Dr Ekawati Marhaenny Dukut MHum menyampaikan perlunya terus bergerak dan mencari peluang-peluang baru yang bisa dikembangkan meski masih dilanda pandemi Covid-19. “Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat besar pada setiap sendi kehidupan kita, termasuk didalamnya pada bidang pendidikan yang ternyata tanpa disadari telah membuka peluang-peluang baru yang harus dikembangkan untuk kemajuan pendidikan terutama terkait dengan seni dan kewirausahaan dalam studi bahasa,“ terang Eka.

Maka selain sisi negatif, ada pula sisi positif dari pandemi Covid-19, yaitu terbukanya ruang bagi para mahasiswa untuk bisa menimba ilmu tidak hanya di lingkup bidang ilmu pada lingkungan tempat studinya saja, tetapi para mahasiswa tersebut juga bisa mengeksplore wawasan dan pengetahuannya terutama di bidang seni dan kewirausahaan serta bahasa, ke luar negeri seperti ke Taiwan dan Filipina.

“Demikian pula dengan adanya kebijakan MBKM dari pemerintah, maka akan semakin membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan magang ke perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri, sehingga kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka miliki menjadi tanpa batas atau borderless dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk masa depan anak bangsa,” ucapnya.

Oleh karena itu dalam acara international conference ini pihaknya berhasil mengumpulkan sekitar 47 abstrak yang diterima dengan 79 total pembicara.

Salah satu pembicara dalam plenary session 6th Celt International Conference (CIC), Dr Heny Hartono SS MPd, yang merupakan salah satu dosen senior Prodi Sastra Inggris dan Kepala International Affairs and Cooperation Office, memaparkan topik “International Experiences for Students’ Personal Development”.

Dalam paparannya, Dr Heny Hartono menjelaskan, pengalaman mengikuti program-program internasional memberikan manfaat untuk pengembangan kualitas diri mahasiswa baik hard skills maupun soft skills yang meliputi peningkatan keterampilan berkomunikasi, interpersonal, problem-solving, adaptability, dan leadership skills.

“Seluruh sumber daya yang ada di universitas termasuk mahasiswa, infrastruktur, fasilitas, pimpinan, dosen, dan kurikulum harus saling mendukung sebagai sebuah tim yang efektif untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon lulusan yang siap berkompetisi di bursa kerja global,” tandas Henny.

 

https://kuasakata.com/read/berita/36317-unika-gelar-6th-celt-international-conference-untuk-gali-potensi-di-tengah-pandemi

Kategori: