Prodi RIL Unika Selenggarakan Doa Lintas Agama, Kepercayaan dan Etnis
Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:32 WIB

Mgr Robertus Rubiyatmoko selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang sekaligus Ketua Badan Pembina Yayasan Sandjojo saat menyampaikan sambutannya.

Dalam sebuah acara yang merupakan hasil kerjasama antara Program Studi Rekayasa  Infrastruktur dan Lingkungan (RIL) dengan Pelita atau Persaudaraan Lintas Agama, pada Sabtu (31/7) di ruang virtual Unika, telah diselenggarakan Doa lintas Agama, Kepercayaan dan Etnis untuk Keselamatan Bangsa dengan memilih tema “Hening Bersama dalam Satu Pinta”.

Dalam penjelasannya, Ketua Program Studi RIL Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan Unika Soegijapranata Dr RR Retno Susilorini ST MT menyampaikan keprihatinan atas pandemi covid-19 yang masih menyelimuti bangsa Indonesia selama kurun waktu dua tahun terakhir.

“ Kita mengetahui bahwa dalam waktu dua tahun terakhir ini, kita telah mengalami hal yang berat dalam hidup sehari-hari maupun dalam hidup anak bangsa dan negara. Oleh karena itu Program Studi RIL Unika berinisiatif mengajak kita semua sebagai anak bangsa untuk memanjatkan permohonan kepada Tuhan dalam satu persamaan, yaitu kita semua ingin supaya pandemi ini segera berlalu, yang sakit segera sembuh, dan yang dalam keadaan sehat juga senentiasa dilindungi dan dilimpahi kesehatan dan keberkahan untuk kita semua,” ucap Dr RR Retno Susilorini.

Semoga melalui acara ini semakin merekatkan kita semua dalam perjuangan kita melalui dan mengatasi pendemi covid-19. Dan apabila kondisi covid ini sudah berakhir, kita tetap tidak lupa bahwa kita sebagai anak bangsa direkatkan dalam persatuan dan persamaan, serta bersama-sama melangkah maju yang lebih baik, imbuhnya.

Turut hadir pula dalam acara Doa Lintas Agama ini, Mgr Robertus Rubiyatmoko selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang sekaligus Ketua Badan Pembina Yayasan Sandjojo.

“Doa bersama ini sebagai ungkapan iman dari Bapak, Ibu dan seluruh bangsa setanah air dalam doa lintas agama, kepercayaan dan etnis untuk keselamatan bangsa,” tutur Mgr Rubiyatmoko.

Doa ini juga merupakan ungkapan iman akan Maha kuasa Allah dan sekaligus ungkapan harapan kita akan kerahiman dan pertolongan Tuhan bagi kita umat-Nya. Kita sadar dan mengakui berhadapan dengan keganasan covid-19 kita banyak mengalami ketidakberdayaan. Jutaan rakyat Indonesia terpapar virus ini dan puluhan ribu telah meninggal karena covid ini.

Belum lagi dampak sosial ekonomi dan juga dampak psikologi yang harus kita tanggung bersama. Kondisi ini sedkit banyak telah membuat kita gelisah dan merasa was-was. Berbagai usaha telah dilakukan baik upaya pemerintah di tingkat daerah maupun pusat, dan juga oleh lembaga-lembaga baik lembaga sosial juga lembaga keagamaan maupun juga oleh masyarakat baik dari yang terpapar telah sembuh kembali dan sehat lagi.

Semoga dengan doa-doa bersama yang kita lambungkan kepada Tuhan, pandemi covid-19 ini dapat segera berakhir, kehidupan masyarakat dapat pulih kembali, dan kondisi ekonomi masyarakat dapat dipulihkan kembali, harapnya.

Selanjutnya dari Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI  Drs H Syamsul Bahri MPd.I  juga menyampaikan harapan dan dukungan acara  Doa lintas Agama, Kepercayaan dan Etnis yang diselenggarakan oleh Prodi RIL Unika.

“Selaku direktur penerangan agama Islam, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semangat Unika Soegijapranata Semarang yang menjadi contoh bagaimana mengawal dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam satu semangat bersama, doa bersama dan hening bersama dalam satu pinta yakni meminta kepada Tuhan agar wabah, penyakit atau musibah pandemi covid-19 ini segera diangkat Tuhan,” ucapnya.

Semoga dengan demikian kehidupan bangsa Indonesia bisa kembali normal seperti  sediakala, dapat menata kehidupan ekonominya, serta dapat menata kehidupan sosialnya dalam membangun kehidupan bangsa ini menjadi terus maju, lanjutnya.

Dalam doa lintas agama, kepercayaan dan etnis untuk keselamatan bangsa ini hadir para pemuka agama dan kepercayaan di Indonesia, para wakil masyarakat baik itu dari kelompok civitas akademika maupun dari civil society. (FAS)

Kategori: ,