Perkuat Ilmu Akademik, LPPM Unika Gelar Workshop Penulisan Buku Ajar
Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:42 WIB

image

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, pada Kamis 12 Agustus 2021 mengadakan workshop penulisan buku ajar secara virtual.

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto SH LLM MIL menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya workshop penulisan buku ajar.

Benny, dalam sambutannya menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh LPPM Unika dengan penyelenggaraan workshop ini menunjukkan pemikiran yang positif dan ‘out of the box’.

“LPPM Unika selalu menemukan celah-celah baru dalam mengemban dan mengembangkan  tanggung jawabnya untuk mengejawantahkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unika Soegijapranata,” ucapnya.

Selain itu Benny juga melihat apa yang dilakukan oleh dosen yaitu lingkaran pengajaran, penelitian dan pengabdian, maka putarannya jika sudah menyelenggarakan penelitian dan pengabdian semestinya juga kembali menjadi bahan ajar.

Narasumber dalam acara workshop ini adalah Dr J Wijanto Hadipuro SE MT yang merupakan penerima hibah buku ajar Dikbud-Ristek, dan sekaligus penulis buku yang berjudul ‘Manajemen Lingkungan Hidup untuk Bisnis : Teori dan Aplikasi’.

Serta  narasumber kedua yaitu Ignatius Eko B Setiyono SPd MM dari penerbitan Buku Unika Soegijapranata.

Dr Wijanto Hadipuro dalam mengawali materinya menyampaikan beberapa hal yang harus dipenuhi untuk pengajuan hibah buku ajar.

Awalnya persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengajuan hibah buku ajar di antaranya adalah minimal 200 halaman dan harus ada pembimbing. Selanjutnya pengajuan hibah akan diklasifikasikan menjadi dua yaitu hibah buku yang belum terbit.

“Lalu hibah buku yang sudah terbit, dan berikutnya akan ditemukan dengan pembimbing untuk menyelesaikan buku ajar,” paparnya.

Dalam hal mencari inspirasi untuk menulis buku, Wijanto membeberkan justru mendapatkannya berdasarkan acuan dari sebuah buku yang baru dia baca secara sekilas.

Lalu sistematika penulisan juga sangat mempengaruhi kemudahan pembaca untuk memahami isi buku, jadi antar bab harus ada ‘benang merah’ yang menghubungkan antar bab itu.

Sebelumnya juga harus ada tracking force yang akan memudahkan kita untuk mendevelop ke masing-masing babnya. Hal yang terpenting, menurutnya setiap program studi (prodi) memiliki school of thought tertentu.

“Dan ini sejalan dengan urusan akreditasi BAN PT karena berkaitan dengan keunikan prodi yang sering ditanyakan oleh asesor saat akreditasi, dan keunikan tersebut muncul dari school of thought,” terangnya.

Sementara narasumber kedua, Ignatius Eko B Setiyono SPd MM menyampaikan tentang penerbitan Unika Soegijapranata dan kemajuan serta prestasi yang berhasil diraih.

“Penerbitan Unika Soegijapranata telah masuk menjadi anggota Aliansi Penerbit Perguruan Tinggi (APPTI) dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Dan sebenarnya tidak mudah untuk bisa masuk menjadi anggota dari keduanya,” ungkapnya.

Sampai sekarang penerbit Unika sudah menerbitkan buku ber-ISBN Unika sebanyak 219 buku. Dan dalam penjelasannya, Eko Setiyono juga menyampaikan kaidah buku ajar versi cetak menurut Dikti yang meliputi antara lain ukuran buku A5, Unesco atau B5 sesuai versi Dikti,

“Untuk font teks ukuran 11 atau 12, sedangkan jenis kertas HVS atau Bookpaper, Book Binding dan cover harus laminasi,” pungkasnya.

https://semarang.ayoindonesia.com/pendidikan/pr-77890957/perkuat-ilmu-akademik-lppm-unika-gelar-workshop-penulisan-buku-ajar?page=all

Kategori: