Mahasiswa Didorong Ikuti Program Internasional, Simak Manfaatnya
Senin, 16 Agustus 2021 | 10:50 WIB

image

Pengalaman mengikuti program-program internasional memberikan manfaat untuk pengembangan kualitas diri mahasiswa. Manfaat itu baik hard skills maupun soft skills yang meliputi peningkatan ketrampilan berkomunikasi, interpersonal, problem-solving, adaptability, dan leadership skills.

“Seluruh sumber daya yang ada di universitas termasuk mahasiswa, infrastruktur, fasilitas, pimpinan, dosen, dan kurikulum harus saling mendukung sebagai sebuah tim yang efektif untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon lulusan yang siap berkompetisi di bursa kerja global,” papar Dr Heny Hartono, salah satu dosen senior Prodi Sastra Inggris dan Kepala International Affairs and Cooperation Office Unika Soegijapranata dalam kegiatan The 6th Celt International Conference yang digelar secara daring, baru-baru ini.

Kegiatan secara daring ini dihadiri oleh pembicara utama tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari beberapa negara seperti USA dan Malaysia, serta pembicara paralel dari USA, Malaysia, dan Filipina. Tema dalam acara international conference tersebut adalah ‘Arts and Entrepreneurship in Language Studies’.

Dalam sambutannya, Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC selaku Rektor Unika Soegijapranata kembali mengingatkan situasi pandemi yang harus diadaptasi dengan berbagai inovasi untuk mendorong kemajuan dalam proses pembelajaran yang sebelumnya telah terdisrupsi oleh munculnya covid-19.

“Topik konferensi sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu terobosan inovasi telah mendorong banyak fakultas bahasa dan seni untuk menghubungkan diri mereka dengan seni dan terutama dengan kewirausahaan. Kita semua dituntut untuk mencari dan beradaptasi dengan perubahan yang sekarang terjadi di dunia pendidikan akibat dampak Covid-19,” ungkap Prof Ridwan Sanjaya.

Namun perlu dilakukan perluasan wawasan dan brainstorming dengan banyak orang untuk mendapatkan ide dan solusi baru terkait perumusan pendidikan bahasa ke depan. Orang-orang di bidang pendidikan dituntut untuk mempersiapkan banyak rencana untuk menghadapi perubahan saat ini dan masa depan.

”Memahami dan mengadaptasi perubahan akan memungkinkan kita untuk mengintegrasikan nilai-nilai yang baik ke dalam proses pembelajaran. Di era yang disebut great reset, kita memiliki kesempatan untuk memulai untuk pertama kalinya dan menjadi pionir dalam formula-formula baru dalam dunia pendidikan. Kita tidak boleh membiarkan atau bahkan membuang kesempatan bersejarah ini,” lanjutnya.

Sedang Dr Ekawati Marhaenny Dukut MHum selaku penyelenggara sekaligus dosen senior Prodi Sastra Inggris serta pengelola jurnal Celt juga menyampaikan perlunya terus bergerak dan mencari peluang-peluang baru yang bisa dikembangkan meski masih dilanda pandemi covid-19.

“Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat besar pada setiap sendi kehidupan kita, termasuk didalamnya pada bidang pendidikan yang ternyata tanpa disadari telah membuka peluang-peluang baru yang harus dikembangkan untuk kemajuan pendidikan terutama terkait dengan seni dan kewirausahaan dalam studi bahasa, “ jelasnya.

Maka selain sisi negatif, ada pula sisi positif dari pandemi covid-19, yaitu terbukanya ruang bagi para mahasiswa untuk bisa menimba ilmu tidak hanya di lingkup bidang ilmu pada lingkungan tempat studinya saja, tetapi para mahasiswa tersebut juga bisa mengeksplore wawasan dan pengetahuannya terutama di bidang seni dan kewirausahaan serta bahasa, ke luar negeri seperti ke Taiwan dan Filipina.

Demikian pula dengan adanya kebijakan MBKM dari pemerintah, maka akan semakin membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan magang ke perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri, sehingga kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka miliki menjadi tanpa batas atau borderless dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk masa depan anak bangsa.

”Oleh karena itu dalam acara international conference telah kita undang dan hadir lebih dari seratus peserta dari empat negara, dan berhasil mengumpulkan sekitar 47 abstrak yang diterima dengan 79 total pembicara,” tuturnya.

 

https://semarang.ayoindonesia.com/pendidikan/pr-77886520/mahasiswa-didorong-ikuti-program-internasional-simak-manfaatnya?page=all

Kategori: