Ferdinand Hindiarto: Pemerintah Harus Menghadirkan Harapan Pelaku Usaha
Jumat, 20 Agustus 2021 | 14:37 WIB

image

Psychological capital atau kapasitas psikologi merupakan satu dari empat capital yang paling penting menentukan pelaku usaha bisa berhasil dan sintas, terutama dalam masa pandemi ini.

Hal tersebut diungkapkan Rektor terpilih Unika Soegijapranata Semarang, Ferdinand Hindiarto pada acara Tribun Forum yang bertajuk Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Kamis (19/8/2021).

"Psycap (psychological capital) sangat menentukan sekali. Di dalamnya ada 4 komponen, yakni hope (harapan), optimisme, self-efficacy (keyakinan) dan resilliency (ketahanan)," kata Ferdinand dikutip dari siaran langsung akun Instagram Tribun Jateng.

Komponen pertama yakni hope atau harapan yang mana bisa menyalurkan energi. Harapan ini bisa dihadirkan.

Menurutnya, harapan bisa dihadirkan oleh peran pemerintah daerah. Langkahnya bisa bermacam-macam.

Misalnya pegawai aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Demak yang harus mengenakan kain batik produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Jangankan berpikiran ide, harapan saja tidak punya. Karenanya pemda bisa menghadirkan hope. Seperti yang dikatakan Pak Gubernur, bahwa masyarakat bisa diedukasi terkait mau usaha apa dan sebagainya," jelas akademisi yang ahli dalam bidang psikologi industri organisasi ini.

Jika harapan sudah hadir, lanjutnya, akan muncul komponen kedua yakni optimisme. Dapat menatap ke depan lebih baik.

Lalu dari optimisme menghadirkan efikasi atau keyakinan. Setelah itu muncul resiliansi atau ketangguhan jika gagal akan coba lagi.

"Semua itu membutuhkan peran pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan pihak bank," tuturnya.

Selain psychological capital, Ferdinand memaparkan ada tiga capital lain yakni intelectual capital, social capital, dan financial capital.

Di dalam intelectual capital, terdapat pertanyaan apakah sudah ada ide usaha? Menurutnya, banyak masyarakat yang ingin memiliki usaha tetapi tidak punya ide.

"Pengalaman saya, biasanya ide itu ada, hanya saja tidak pede (percaya diri). Kebanyakan jangan-jangan. Jangan-jangan tidak laku, semua jangan-jangan," ujarnya.

Kemudian, di dalam social capital terdapat kaitan dengan jejaring yang berguna untuk pemasaran atau modal bersama.

Terakhir yakni financial capital yang mana peran pihak perbankan diperlukan. Dia memberikan contoh, pemerintah bisa saja berbicara kepada pihak bank untuk menurunkan bunga kredit.

https://jateng.tribunnews.com/2021/08/19/ferdinand-hindiarto-pemerintah-harus-menghadirkan-harapan-pelaku-usaha.

Tribun Jateng 20 Agustus 2021 hal. 4

Kategori: ,