Unika Kembali Luncurkan Lima Buku Karya Mahasiswa
Kamis, 8 Juli 2021 | 10:15 WIB

Peluncuran lima buku karya mahasiswa Unika secara daring

Untuk kesekian kalinya, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata pada Selasa (6/7) melalui ruang virtual zoom, telah meluncurkan lima buku yang merupakan buah karya para mahasiswa yang saat ini hampir 85% masih angkatan tahun pertama namun sudah bisa menulis buku.

“Lima buku yang diluncurkan tersebut berjudul “MIT APP Inventor”, “Sekilas Tentang Dunia Game”, “Kuliah Kok Daring?”, “The Digital Campus”, dan “Karya Kreatif Era Pandemi”. Lima buku tersebut bisa diunduh melalui google playbook,” papar Prof Dr  F Ridwan Sanjaya MS IEC yang merupakan dosen pengampu Mata Kuliah Penulisan Kreatif pada Prodi Sistem Informasi.

Lebih lanjut, Prof Ridwan Sanjaya juga menerangkan bahwa untuk tahun lalu sudah ada tiga buku yang diluncurkan, dan tampaknya ketiga buku tersebut direspon dengan baik oleh pembaca terutama oleh media yang mencoba mengulik tentang kebenaran informasi yang muncul bahwa ada mahasiswa yang sudah bisa menulis buku. Dan tahun ini, kembali lima judul buku berhasil ditulis oleh para mahasiswa yang hari ini kita launching, terangnya.

Dalam launching buku yang pertama yang dipaparkan oleh Adolf Patrick Lengkong berjudul “Sekilas Tentang Dunia Game” dijelaskan tentang penggunaan engine untuk membuat game sederhana.

“Buku ini ditulis oleh lima mahasiswa yang empat diantaranya adalah mahasiswa konsentrasi game technology. Dan dalam buku ini pembaca bisa belajar banyak hal mengenai penggunaan engine seperti phaser, CryEngine V  yang biasa digunakan oleh para game developer untuk membuat game,” jelas Adolf.

Sedang pengetahuan lainnya, pembaca juga dapat mendalami pengenalan tentang game engine unity  berikut kelebihan dan kekurangannya, juga dasar dan peraturan coding serta contoh game sederhana yang dapat dimainkan oleh anak-anak. Atau lebih jelasnya bisa dibaca melalui https://bit.ly/2UkFkZp

Berikutnya dalam buku yang kedua berjudul “Kuliah Kok Daring?” dan ditulis oleh 12 mahasiswa, serta dijelaskan oleh Albertus Prido Nathanael, menerangkan perihal kegiatan apa saja yang dijalani mahasiswa Unika mulai awal masuk sebagai mahasiswa baru hingga memasuki perkuliahan, dan Iptek apa yang sudah disediakan oleh kampus Unika untuk menunjang semua aktifitas kegiatan mahasiswa,  baik yang bersifat akademis maupun non akademis saat pandemi.

“Dalam buku kami, pembaca dapat mengetahui banyak hal tentang fasilitas apa saja yang sudah disediakan secara online oleh Unika Soegijapranata untuk menunjang dan memberikan solusi ketika harus kuliah online,” ungkap Prido.

Dalam buku kami, juga dijelaskan mengenai kegiatan non akademis yang masih tetap bisa dilakukan meskipun harus daring dengan menggunakan berbagai platform yang disediakan kampus ungu Unika untuk memfasilitasi kegiatan tersebut, disertai pendapat para mahasiswa tentang aktifitas daring yang dijalani selama kuliah di masa pandemi. Untuk lebih jelasnya bisa baca di buku kami pada link berikut https://bit.ly/KuliahKokDaring

Pada buku ketiga, yang dipaparkan oleh Aloysius Agastya selaku koordinator tim penulis buku yang berjudul “The Digital Campus”, dijelaskan mengenai buku yang ditulis oleh timnya yang berjumlah 12 mahasiswa.

“Poin menarik dari sebuah buku ini adalah berisi rangkuman berbagai sistem digital yang dibangun oleh Unika Soegijapranata, supaya siapapun yang ingin mengetahui tentang berbagai fitur yang digunakan dan tersedia di Unika Soegijapranata, bisa mengetahuinya melalui buku ini,” jelas Aloysius.

Dengan demikian para calon mahasiswa Unika atau berbagi pihak yang tertarik mengetahui digital campus Unika bisa mendapatkannya melalui buku ini, yang bisa dibaca melalui https://tinyurl.com/TheDigitalCampus

Sedang pada buku keempat yang berjudul “Karya Kreatif Era Pandemi”, Titus Theo Yoga Bagaskara selaku koordinator tim penulis yang berjumlah 12 mahasiswa, juga memaparkan secara singkat mengenai apa saja yang dibahas dalam karya buku yang ditulis timnya dan akses ke bukunya melalui http://Bit.ly/KaryakreatifEraPandemi .

“Yang melatar belakangi kami menulis buku ini adalah munculnya pandemi covid-19 yang menyebabkan masyarakat harus banyak berdiam diri di rumah saja sehingga dianggap kurang produktif,” kata Titus.

Dan untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan di masa pandemi, dalam buku ini akan dikupas aktifitas apa saja yang bisa dipilih oleh pembaca untuk tetap bisa produktif walau harus berdiam di rumah, seperti misalnya layanan sosial berbasis digital, membuat UMKM berbasis online, membuat konten kreatif di era pandemi, tips membuat dan memilih topik video kreatif di masa pandemi, bahkan ada juga tips menjaga kesehatan di masa pandemi, tuturnya.

Pada buku kelima, Maxine Phoa yang menjadi koordinator tim penulis buku yang berjudul  “MIT APP Inventor” menjelaskan pula apa itu MIT App Inventor.

“MIT App Inventor merupakan sebuah website yang memiliki jenis pemrograman visual yang mudah dipahami sehingga memungkinkan semua orang termasuk anak-anak untuk membuat aplikasi yang bisa berjalan dan bekerja untuk smartphone maupun tablet,” jelasnya.

Buku kami juga bisa diakses dengan melalui link https://bit.ly/BerkreatifitasDenganMITAppInventor , pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,