‘Refleksi Karya’ Jadi Wadah Unika Berkontribusi lewat Karya di Tengah Masyarakat
Rabu, 28 Juli 2021 | 8:54 WIB

image

Unika Soegijapranata kembali menyelenggarakan Refleksi Karya 2021.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga Unika Soegijapranata mulai dosen maupun tenaga kependidikan (tendik) ini bertema “Antusiasmeku Bertransformasi  Bagi dan Bersama Unika Soegijapranata”.

Dalam pelaksanaannya, Refleksi Karya digelar mulai Senin 26 Juli hingga Selasa 27 Juli 2021 secara daring di ruang virtual Unika melalui zoom.

Rektor Unika, Prof Dr F Ridwan Sanjaya mengatakan, dari perjalanan panjangnya, ada tiga fase yang harus dilewati Unika Soegijapranata, yaitu fase tumbuh kembang, fase pematangan, dan fase keberlanjutan.

Dan saat ini, Unika Soegijapranata masuk dalam fase keberlanjutan. Menurut Prof Ridwan, pada rentang waktu tahun 2017 hingga 2040 ini, Unika menuju universitas yang transformatif dan berkelanjutan.

Berdasarkan itu, kita mempunyai optimisme, semangat, dan sangat antusias melihat masa depan sampai ke tahun-tahun berikutnya bahwa Unika Soegijapranata akan selalu baik-baik saja. Unika Segijapranata akan selalu transformatif dan adaptif sehingga kita bisa ikut berkontribusi dengan berkarya di tengah masyarakat, ujarnya dalam keterangan yang didapat, Senin 26 Juli 2021.

Prof Ridwan syarat untuk bisa menyongsong masa depan yang lebih baik yakni dilakukan secara bersama-sama.

Dan kita dalam satu tahun ini juga sudah melakukan secara bersama-sama, yang tercermin dari aktifitas dan kegiatan kampus tetap dilakukan dengan antusias dalam beradaptasi, keluar dari zona nyaman dan belajar hal yang baru. Demikian pula kita juga bisa menghasilkan 15 buku dalam masa pandemi ini, dan hal tersebut sangat diapresiasi oleh penerbit dari perguruan tinggi yang lain, imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber dalam Refleksi Karya 2021 di hari pertama adalah Romo Agustinus Handoko MSC, Ketua tim pembangunan Tarekat MSC.

Dengan paparan materinya mengajak untuk menjadi antusiasme dengan menghadirkan Tuhan di dalam setiap kehidupannya.

Sedang pada sesi kedua, Romo Handoko memberikan teladan bertransformasi dengan model ‘The Good Samaritan’.

“Dalam model ini, kami memberikan model yang mencerminkan ‘Life is Giving’ atau yang berarti ‘hidup yang memberi’. Dan itu tidak lain adalah tawaran dari Tuhan sendiri, seperti teladan Tuhan kepada manusia,” terangnya.

https://www.ayosemarang.com/read/2021/07/26/81656/refleksi-karya-jadi-wadah-unika-berkontribusi-lewat-karya-di-tengah-masyarakat

Kategori: