Walikota Semarang Kunjungi Sentra Vaksinasi Unika
Senin, 28 Juni 2021 | 13:54 WIB

Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM tatkala mengunjungi sentra vaksinasi di Unika Soegijapranata di hari pertama

Unika Soegijapranata sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang, merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Semarang, salah satunya adalah pelaksanaan Sentra Vaksinasi di Unika pada hari Senin (28/6) di Gedung Sporthall Johanes Paulus II Unika Soegijapranata, selama satu bulan ke depan untuk vaksin pertama.

Hadir pada awal pembukaan kegiatan vaksinasi Unika yaitu Walikota Semarang  Hendrar Prihadi SE MM beserta isteri yang juga Ketua Ikatan Alumni Soegijapranata (IKA Soepra) Krisseptiana Hendrar Prihadi SH MM, Rektor Unika Soegijapranata  Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, beserta para Wakil Rektor dan tim Satgas Tanggap Covid-19 Unika Soegijapranata, perwakilan Fakultas Kedokteran Unika maupun panitia Dies Natalis Unika ke-39.

Dalam pesan yang disampaikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) saat kunjungan ke sentra vaksin Unika, menekankan perlunya diperluas fasilitas sentra vaksinisasi agar seluruh masyarakat dapat segera mendapatkan vaksin tanpa menimbulkan kerumunan.

“Dalam kondisi saat ini ada dua cara mengatasi pandemi Covid-19 supaya tidak meluas yaitu percepatan vaksinasi dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Pemerintah berusaha mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat aktif mensukseskan dua program ini, salah satunya adalah kampus Unika Soegijapranata, dimana saya berteman dekat dengan Prof Ridwan,” jelas Hendi.

Dari hasil pembicaraan dengan Rektor Unika, disepakati untuk dilaksanakan vaksinasi di kampus Unika Soegijapranata bagi keluarga Unika dan warga masyarakat di sekitar Bendan, Sampangan, Gajahmungkur, dan sekitarnya. Harapannya dengan semakin banyaknya sentra vaksin yang tersebar ini akan lebih memudahkan masyarakat pada saat mereka melakukan vaksin tanpa harus menimbulkan kerumunan.

Disamping itu dengan target nasional satu juta vaksin per hari, maka kami di Semarang ini dengan 37 Puskesmas, 20 rumah sakit, ada beberapa kampus termasuk Unika Soegijapranata di dalamnya, kita menargetkan paling tidak sekitar 5000 vaksin per hari di Kota Semarang, imbuhnya.

“Dalam kondisi seperti ini, yang harus kita lakukan adalah bergerak bersama, mengatasi agar pandemi Covid-19 segera tuntas di Kota Semarang. Semua komponen diharapkan bisa ‘cancut taliwanda’ karena pandemi ini belum selesai dan untuk menyelesaikannya tidak hanya dengan cara biasa saja, tetapi kita mesti harus melakukan dengan cara yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan pandemi,” tegas Hendi.

Sementara Rektor Unika Soegijapranata menjelaskan keterlibatan Unika dalam vaksinasi yang juga menjadi bagian dari pengabdian masyarakat menjelang perayaan Dies Natalis Unika Soegijapranata ke-39.

“Sesuai dengan peogram percepatan vaksinasi oleh pemerintah, maka banyak pihak diminta untuk terlibat terutama pada mereka yang memiliki kapabilitas untuk melakukan vaksinasi dan punya tempat yang representatif untuk pelaksanaan vaksin. Memang minggu lalu, Bapak Walikota sempat menanyakan apakah Unika bisa menjadi salah satu sentra vaksinasi di Kota Semarang. Berdasarkan diskusi dengan tim Satgas Tanggap Covid-19 Unika dengan Fakultas Kedokteran dan dari berbagai hal yang disampaikan oleh Bapak Walikota, hasil diskusi menyatakan siap melaksanakan vaksinasi di Unika,” papar Prof Ridwan Sanjaya.

Kuota vaksinasi adalah 300 per hari, namun jika dimungkinkan sambil melihat kondisi, tentu saja kita bisa menerima tambahan kuota. Tetapi hal tersebut didasarkan pada yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan.

Dengan keterlibatan vaksinansi, Unika Soegijapranata merasa bangga karena dipercaya oleh Pemerintah Kota Semarang untuk membantu percepatan vaksinasi di Kota Semarang. Sejak awal, kita tidak menghendaki adanya kerumunan seperti halnya terjadi di tempat sentra vaksin yang lain, sehingga yang kita lakukan adalah hanya menerima mereka yang sudah mendapatkan jadwal. Apabila belum mendapatkan jadwal maka akan dialihkan ke jalur keluar atau tidak bisa masuk ke area vaksinasi, jelas Prof Ridwan lebih lanjut.

Unika sudah menyiapkan teknologi terkait untuk membantu penyebaran pemberitahuan undangan melalui WhatsApp. Namun ada beberapa yang nomor telepon yang tidak lengkap atau bukan nomor WhatsApp sehingga ke depannya perlu dipastikan kepada peserta vaksinasi. Harapannya dengan penjadwalan melalui sistem digital ini tidak ada kerumunan pada hari pelaksanaan vaksinasi.

Terlaksananya kegiatan vaksinasi di Unika ini juga melibatkan tim Satgas Tanggap Covid-19 termasuk dari Klinik Ibu Teresa, para dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmi Komputer, serta para Tenaga Kependidikan di Unika Soegijapranata. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat menjelang Dies Natalis Unika Soegijapranata yang ke-39, tandasnya. (FAS)

Kategori: ,