Unika Soegijapranata Pakai Inovasi Teknologi Mixed Reality, Wisuda Jadi Terasa Nyata Meski Daring
Kamis, 17 Juni 2021 | 11:45 WIB

Unika Soegijapranata Pakai Inovasi Teknologi Mixed Reality, Wisuda Jadi Terasa Nyata Meski Daring

Kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang akan menggelar prosesi wisuda mahasiswa, Sabtu (19/6/2021) besok.

Karena masih berlangsung pandemi Covid-19, wisuda tetap digelar secara virtual.

Hanya saja, seperti periode wisuda sebelumnya, Unika akan menunjukkan inovasi teknologinya dalam pelaksanaan wisuda tersebut.

Sebelumnya prosesi wisuda menggunakan teknologi Face Tracking Animation (FTA), Augmented Reality (realitas berimbuh) dan Virtual Reality (realitas virtual).

Hanya saja, dengan ketiga teknologi tersebut, dirasakan belum ideal bagi beberapa pihak.

Pada periode wisuda Juni 2021 ini, Unika menyempurnakannya dengan teknologi terbarunya yaitu Mixed Reality.

Dengan begitu, diharapkan pelaksanaan wisuda terasa nyata layaknya wisuda secara langsung.

"Seiring berjalannya waktu dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh panitia, wisuda virtual di Unika Soegijapranata semakin dirasakan mendekati kondisi nyata sehingga menjadi rujukan beberapa kampus maupun sekolah dalam menyajikan wisuda yang berkesan dan dapat didokumentasikan," kata Rektor Unika Soegijapranata, Prof F Ridwan Sanjaya, Kamis (17/6/2021).

Dikatakannya, wisuda sebagai momentum bersejarah bagi para wisudawan/wisudawati yang dalam satu tahun ini menjadi sangat spesial, terutama di Unika Soegijapranata.

Selain dapat dihadiri secara real-time dari manapun, wisuda Unika juga dimungkinkan untuk dihadiri oleh lebih dari satu pasangan orangtua/wali, karena keberadaan dan kesiapan teknologi informasi yang telah menjadi satu normal baru di kampus tersebut.

"Bahkan melalui teknologi wisuda yang dipilih, setiap wisudawan dapat didokumentasikan prosesinya layaknya wisuda sebelum masa pandemi. Hal ini tentunya menjadi satu kelebihan tersendiri dibandingkan jenis wisuda daring yang lain," jelasnya.

Berbagai inovasi teknologi dalam pelaksanaan wisuda tersebut, kata Prof Ridwan, merupakan salah satu cara universitas menyajikan pelayanan yang terbaik dalam mewisuda lulusannya.

Ia menambahkan, kampus tidak tinggal diam dalam melihat masa depan yang dinamis dan terus berubah. Center for Student Entrepreneurship (CSE) yang dibentuk pada Mei 2018 atau 3 (tiga) tahun yang lalu telah menjembatani banyak mahasiswa di Unika Soegijapranata untuk mengembangkan bisnis-bisnis baru sedari masih berstatus mahasiswa.

Platform digital juga dikembangkan untuk menjembatani pendanaan, promosi, serta transaksi. Bahkan di platform Halo Alumni yang dapat diakses melalui hani.unika.ac.id, para alumni juga dimungkinkan untuk menjadi investor dalam bisnis-bisnis rintisan yang dikembangkan oleh mahasiswa.

"Tujuannya bukan hanya membantu mahasiswa dalam berbisnis, tetapi juga membuka peluang bagi alumni untuk menjadi pemilik saham di dalam bisnis yang memiliki peluang masa depan cerah," paparnya.

Ia menyampaikan, berbagai inovasi teknologi informasi yang dikembangkan di Unika bukan hanya untuk menunjukkan keberpihakan universitas kepada masa depan.

Akan tetapi, juga memberikan jaminan pelayanan yang lebih baik dan transparan, sekaligus mewujudkan nilai-nilai baik dalam kemanusiaan yang terintegrasi dalam teknologi informasi.

"Bagi kami, berbagai hal baik harus selalu diciptakan dan dibuat terobosannya agar setiap pribadi bisa tetap terlayani kebutuhannya di dunia pendidikan tinggi ini dengan baik, sehingga masa depan yang sudah dirancang oleh setiap individu tidak menemui hambatan meskipun pandemi Covid-19 belum juga selesai," tandasnya.

https://jateng.tribunnews.com/2021/06/17/unika-soegijapranata-pakai-inovasi-teknologi-mixed-reality-wisuda-jadi-terasa-nyata-meski-daring?page=all.

Kategori: