Tumbuhkan Kewirausahaan pada Generasi Milenial
Rabu, 23 Juni 2021 | 11:48 WIB

SM 23062021 Tumbuhkan kewirausahaan

Dampak pandemi virus Covid-19 juga berimbas pada perekonomian keluarga. Sudah saatnya para generasi milenial dituntut untuk tetap kreatif dan produktif menumbuhkan ekonomi kewirausahaan selama pandemi.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menjadi narasumber pada Webinar Motivation bertema "Milenial Kreatif dan Produktif Menghadapi Pandemi "yang diselenggarakan Center for Student Entrepreneurship (CSE) Unika Soegijapranata, Semarang, baru-baru ini.

Tia menuturkan, pada masa pandemi ini tidak hanya masalah kesehatan saja yang terdampak, tetapi juga perekonomian keluarga ikut terpuruk. Namun salah satu kehebatan dari para milenial di Kota Semarang adalah mereka mempunyai kreativitas, ide, dan kemauan yang sangat luar biasa. Tentunya harus didorong pula dengan program.-program yang sangat luar biasa.

"Saya sangat mengapresiasi pada Unika Soegijapranata yang telah menumbuhkan para wirausaha muda, terutama yang sedang kuliah di Unika Soegijapranata, yang mendukung Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan ekonomi melalui kewirausahaan terutama melalui media sosial," tuturnya.

Narasumber lain, Dekan dan Dosen Fikom Unika Soegijapranata Robertus Setiawan Aji Nugroho, dan dua narasumber yang merupakan praktisi lapangan, yaitu Luga Chania Firelli dan Hery Budiyono.

Robertus mengatakan, teknologi yang berkembang dewasa ini bagi mereka yang sudah dewasa adalah merupakan suatu disrupsi, sebaliknya bagi mereka yang masih muda adalah merupakan kesempatan. ltulah sebabnya kaum muda hendaknya bisa kreatif dan memanfaatkan teknologi dengan maksimal.

"Dengan perkembangan teknologi saat ini, maka kaum muda diajak untuk menjalani habitus baru yaitu berupa habitus digital, bagaimana kita bisa memanfaatkan internet untuk pengetahuan dan peningkatan ekonomi," ujarnya.

Membangun Perekonomian
Robertus mengungkapkan, salah satu bentuk energi positif dari teknologi adalah adanya pemanfaatan teknologi itu sendiri untuk membangun perekonomian. Misalnya saja dengan model dropshipping yaitu melakukan penjualan atas produk milik orang lain.

"Jadi kontrak antara pembeli dan penjual ada pada kita dan kita mengambil marginnya. Sehingga dengan demikian kita bisa memiliki toko tanpa modal. Dari teknologi kita juga bisa melakukan usaha sebagai freelancer melalui Freelancer.corn dan Fiverr.com. Atau sebagai content creator," paparnya.

Sementara itu, Luga Chania menambahkan, dalarn mengembangkan usaha perlu berpikir kreatif. Mereka bisa melihat kondisi market seperti apa. Juga berupaya memperluas target market dengan inovasi produk atau layanan. Adapun cara untuk membuat produk baru yang unik bisa melalui beberapa kriteria panduan. Misalnya dengan mengubah ukuran, menggabungkan dua produk, mengeliminasi, mengganti fungsi, atau mengadaptasi hal baru.

►Suara Merdeka 23 Juni 2021 hal. 3

Kategori: