Rektor Unika: Kampus Juga Membentuk Mahasiswa Jadi Wirausaha
Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:55 WIB

image

Kampus Unika Soegijapranata, di Kota Semarang, Jawa Tengah tak tinggal diam mendidik mahasiswanya untuk menjadi seorang yang sukses di masa depan. Tak hanya pendidikan di program studi, Unika juga mendidik mahasiswanya untuk menjadi pebisnis. Hal ini karena saat ini banyak anak muda yang menunjukkan taringnya yang sukses dalam bidang bisnis.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC saat mewisuda ratusan lulusan, secara daring, pada Sabtu (19/6)

Prof Ridwan mengatakan, di dalam salah satu media sosial yang diikutinya dimana menghubungkan para profesional karier dan bisnis, beberapa akun anak muda terlihat silih berganti mendeklarasikan kesuksesannya dalam bisnis rintisan yang diperjuangkan selama kuliah ataupun setelah lulus dari kuliah. Semangat-semangat yang tertulis di dalam setiap status tersebut memberikan harapan yang besar bagi negeri ini.

"Status di media sosial tersebut umumya menunjukkan pencapaian telah yang diraih, misalkan keberhasilan mendapatkan pendanaan seri A atau pertama kalinya investor di luar keluarga bersedia menanamkan dananya ke dalam bisnis yang dirintis karena potensi pasar dan keuntungannya mulai terlihat," kata Ridwan

Ada juga, kata dia, anak muda yang menginformasikan bisnis yang dirintisnya telah mencapai tahapan baru, yaitu Unicorn atau bahkan Decacorn. Istilah Unicorn, lanjutnya, sebutan bagi bisnis rintisan yang nilai kapitalisasinya sudah melebihi satu miliar Dollar Amerika, sedangkan istilah Decacorn merupakan sebutan untuk bisnis rintisan yang nilai kapitalisasinya telah melebihi 10 (sepuluh) miliar Dollar Amerika.

"Jika nantinya nilai kapitalisasi bisnis rintisan telah melebihi 100 (seratus) miliar Dollar Amerika, maka akan disebut sebagai Hectacorn. Nilai kapitalisasi beberapa bisnis rintisan bahkan seringkali melebihi bisnis konvensional," sambungnya

Ide-ide bisnis rintisan yang brilian dan beragam, serta makin besarnya pendanaan untuk bisnis rintisan tersebut, kata dia, menunjukkan kepercayaan kepada generasi muda sebagai penerus masa depan. Beberapa perusahaan yang telah mapan bahkan memilih untuk menjadi pendukung bisnis rintisan dalam bentuk pendanaan dibandingkan membuatnya sendiri dari awal.

"Dunia yang cepat berubah dimana menuntut pembelajaran dan adaptasi secara cepat, telah menjadikan kolaborasi menarik antara generasi muda yang banyak ide dan energi dengan generasi sebelumnya yang memiliki sumberdaya dan kebijaksanan," lanjut dia

Terkait hal itu, Ridwan menuturkan Kampus Unika tidak tinggal diam dalam melihat masa depan yang dinamis dan terus berubah. Unit kerja Center for Student Entrepreneurship (CSE) yang dibentuk pada Mei 2018 atau 3 (tiga) tahun yang lalu telah menjembatani banyak mahasiswa di Unika untuk mengembangkan bisnis-bisnis baru sedari masih berstatus mahasiswa. Platform digital juga dikembangkan untuk menjembatani pendanaan, promosi, serta transaksi. Bahkan di platform Halo Alumni yang dapat diakses melalui hani.unika.ac.id, para alumni juga dimungkinkan untuk menjadi investor dalam bisnis-bisnis rintisan yang dikembangkan oleh mahasiswa.

"Tujuannya bukan hanya membantu mahasiswa dalam berbisnis, tetapi juga membuka peluang bagi alumni untuk menjadi pemilik saham di dalam bisnis yang memiliki peluang masa depan cerah," ujarnya

Bahkan, lanjutnya, Salah satu mahasiswa anggota CSE Unika telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah berupa bantuan dana usaha sebesar 13 juta rupiah. Selain itu, Unika Soegijapranata juga dipilih sebagai satu dari 50 universitas penggerak kewirausahaan karena dipandang telah mampu menunjukkan diri dan konsen terhadap kewirausahaan.

"Berbagai talenta yang dimiliki oleh mahasiswa diberi ruang untuk berkembang di Unika Soegijapranata, sehingga menjadikan setiap individu mempunyai kesempatan untuk menentukan keunikan dan kelebihannya masing-masing melalui proses kurang lebih empat  tahun di kampus," imbuh dia

Kegiatan dalam bidang kewirausahaan yang telah ada tersebut, kata Ridwan, tentunya sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020. 

Prof Ridwan menambahkan dalam wisuda kali ini, pihaknya mewisuda 245 lulusan dari berbagai program Studi. Lulusan paling senior berusia 45 tahun dari Magister Manajem dan yang paling junior berusia 21 tahun dari Sastra Inggris.

https://kuasakata.com/read/berita/33140-rektor-unika-kampus-juga-membentuk-mahasiswa-jadi-wirausaha

Kategori: