Unika Tambah Satu Layanan Mahasiswa dengan Bus yang Didesain Khusus
Senin, 10 Mei 2021 | 17:22 WIB

Pada Senin (10/5), bertempat di Selasar gedung Albertus Unika Soegijapranata, telah diselenggarakan serah terima satu unit bus kampus Unika  yang diterima oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC dari Ketua Umum Yayasan Sandjojo Dr AL Agus Suryono MM dengan disaksikan oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Benny Danang Setianto SH LLM MIL serta Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Dr Theresia Dwi Hastuti SE MSi Akt CPA, beserta tamu undangan lainnya.

Acara serah terima yang dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan secara offline ini, berlangsung singkat di tengah kondisi pandemi covid-19.

Dalam pesan yang disampaikan oleh Benny Danang Setianto selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika, menjelaskan urgensi bertambahnya satu armada bus di kampus Unika  Soegijapranata.

“Bus ini diadakan utamanya untuk meningkatkan layanan terhadap mahasiswa agar nanti saat sudah mulai perkuliahan offline atau luring, dan juga dengan beroperasinya kampus baru, sehingga hal ini akan membantu mobilitas dari kampus Bendan ke kampus BSB,” paparnya.

Disamping itu memang bus ini didesain secara khusus sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes). “Jadi jika biasanya tempat duduk dalam bus itu bersebelahan dua-dua samping kanan dan kiri, maka tempat duduk dalam bus Unika ini agak berbeda karena tempat duduknya berjarak antara satu dengan yang lain dan satu deret hanya diisi tiga saja. Memang satu sisi kapasitasnya jadi sedikit berkurang tetapi untuk menambah tempat duduknya, kita tambahkan sedikit sasisnya sesuai dengan rekomendasi pabrik,” imbuh Benny.

Kemudian untuk interiornya, kita nanti juga akan menerapkankan yang disebut HEPA Filter yaitu untuk membantu mereduksi berkurangnya virus. Ditambah pula desain jendela bus yang dibuat secara khusus, supaya apabila bus baru saja di disinfektan maka baunya tidak terperangkap di dalam, dan bisa terbuang melalui jendela yang bisa dibuka.

Dan yang terakhir adalah membantu ventilasi seperti yang menjadi konsep Prokes yaitu ventilasi, durasi dan jarak. Pada saat tertentu kita juga harus membuka jendela bus dalam durasi yang lebih lama dari seharusnya untuk memberikan peluang ke udara segar untuk bisa masuk.

Oleh karena itu kita menggunakan layanan yang didesain secara khusus ini untuk meningkatkan layanan kepada mahasiswa tetapi sekaligus mematuhi Prokes yang ada, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,