Tetap Aktif Berkompetisi Bersama UKM Seni Kembangtaru Meski Pandemi
Sabtu, 29 Mei 2021 | 14:29 WIB

UKM Seni Kembangtaru Unika Soegijapranata kembali mengikuti National Folklore Festival (NFF) ke-15 yang diselenggarakan oleh BEM FEB Universitas Indonesia, Depok.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini NFF diselenggarakan secara online. Kompetisi ini dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2021 dan diikuti oleh 29 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. UKM Kembangtaru menampilkan Tari Lenggasor karya Susiati S.Sn dengan bimbingan Alvia Nur Vida –akrab disebut Mbak Vida, sebagai pelatih kami.

Margaretha Diajeng (FPsi), Valentina Dhani (FPsi), Rizky Sekaringtyas (FPsi), Elisabeth Sevina (FTP), dan Tabita Aprilea (FPsi) dengan penuh semangat mewakili UKM Seni Kembangtaru untuk maju mengikuti kompetisi.

Kurang lebih selama dua bulan tim ini mempersiapkan diri. Tahun lalu, hampir setiap hari tim lomba berlatih di Unika karena masih dalam masa liburan. Persiapan tahun ini, menurut anggota tim jauh lebih sulit karena jadwal kuliah yang berbeda-beda. Tidak jarang mereka berkumpul dengan satu atau dua anggota yang harus duduk disamping sambil mengikuti perkuliahan karena bagaimana pun kami tidak boleh mengesampingkan akademik begitu saja.

Belum lagi sulitnya mencari tempat yang baik untuk berlatih dan bisa tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keaktifan kegiatan UKM dan melestarikan budaya karena adanya pandemi. Seluruh anggota tetap harus menjaga stamina, kebersihan, dan kesehatan tubuh ditengah-tengah kesibukan kuliah, latihan, dan ibadah puasa agar sistem imun tidak menurun dan tidak terkena penyakit COVID-19.

Selain itu, ada banyak hal yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Seluruh tim tidak bisa langsung hadir dan mengikuti kompetisi bersama di tempat yang sama. Sistem perlombaan kali ini adalah dengan mengirim video tarian melalui platform. Saat pembuatan video, kelima anggota harus mengulang beberapa kali agar mendapatkan penampilan yang terbaik. Tentunya mereka merasa lelah karena harus mengulang dari awal hingga akhir karena video yang dikumpulkan tidak boleh dipotong dan diedit sama sekali. Namun hal ini tidak melunturkan semangat mereka. “Meski harus melakukan persiapan dari pagi hingga siang, harus mengulang tarian dari awal, harus berpanas-panasan dan berpindah tempat pembuatan video, semangat dari teman-teman tim Kembangtaru perlu diacungi jempol”, ucap Mbak Vida.

Saat penjurian berlangsung, seluruh tim menyaksikan bersama-sama melalui platform zoom di rumah masing-masing. Meskipun mereka belum membawa kejuaraan, hal ini tidak mematahkan semangat mereka untuk berkompetisi, menari, dan melestarikan budaya. “Kami sudah mengupayakan yang terbaik dan maksimal sesuai dengan kemampuan kami. Pasti kami akan kembali meraih kejuaraan dikesempatan yang akan datang”, ucap Margaretha.

Kategori: ,