KKN Pandemika 3 Unika Dilepas Wali Kota Semarang
Jumat, 28 Mei 2021 | 12:21 WIB

SM 28_05_2021 KKN Pandemika 3 Dilepas Wali Kota Semarang

 

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata kembali menyelenggarakan KKN Pandemika 3 pada periode semester genap tahun akademik 2020-2021. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung selama satu bulan, dimulai sejak Selasa (25/5). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melepas secara langsung peserta KKN, melalui ruang virtual Unika, disaksikan Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya, Kepala LPPM Unika Dr Berta Bekti Retnawati, serta Ketua P3M Unika Drs Rudi Elyadi.

Pada kesempatan itu, Hendi, sapaan sehari-hari Wali Kota Semarang, dalam arahannya tatkala sebelum melepas peserta KKN Pandemika 3 yang berjumlah sekitar 1.152 mahasiswa ini, menyampaikan mengenai kebijakan Pemkot Semarang pada 2021.

Salah satunya berkaitan dengan penanganan Covid-19 yang menjadi fokus utama.

"Vaksin harus bisa tuntas pada akhir tahun ini. Selanjutnya menekankan pada kebijakan pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik, dengan fokus pada UMKM. Berdasarkan data, diketahui bahwa 95 persen pelaku ekonomi di Kota Semarang adalah UMKM, sedangkan 5 persennya para pengusaha kelas atas. "Karena itu, Pemkot Semarang melakukan beberapa upaya pelatihan, misalnya pelatihan packaging untuk 1.000 UMKM, menggratiskan perizinan untuk 1.000 UMKM, memfasilitasi pendaftaran HAKI untuk 1.000 UMKM, dan pemberian Kredit Wibawa," kata dia, baru-baru ini.

Hal lainnya, Kota Semarang pada 2020 mendapat predikat sebagai Kota Mahasiswa. Berdasarkan survei dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Diketahui bahwa stigma ‘Kota Mahasiswa’ sudah mulai bergeser dari Kota Yogyakarta ke Kota Semarang. Pergeseran itu dengan tiga pertimbangan.

"Pertama, Kota Semarang temyata memiliki banyak perguruan tinggi yang berkualitas berjumlah sekitar 63 universitas. Termasuk salah satunya Unika Soegijapranata. Kedua, Semarang terkenal sebagai kota yang kondusif dan aman. Ketiga, biaya hidup di Kota Semarang relatif murah dibandingkan kota-kota besar lainnya," tambah dia.

Untuk para mahasiswa yang mengawali kegiatan KKN, Hendi berpesan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan untuk sukses, tidak peduli dari mana latar belakangnya. Jadi mulai hari ini, para mahasiswa diajak untuk bersama-sama membuka ruang-ruang sukses dengan cara ikhlas memberikan sesuatu kepada masyarakat "Ada kalimat bijak yang mengatakan ‘Proses tidak Mengkhianati Hasil’, maka lakukanlah ikhtiar, upaya, kerja keras, pantang menyerah, dan doa, dalam melaksanakan kegiatan KKN," terang dia.

Sementara itu, Prof Dr F Ridwan Sanjaya dalam sambutannya beberapa saat sebelum acara pelepasan, kembali menekankan perlunya tetap beradaptasi dan tetap menjaga protokol kesehatan saat kegiatan KKN Pandemika 3 secara adaptif dan kreatif.

"Kita tidak boleh patah semangat menghadapi kondisi yang berbeda saat ini, yang disebabkan pandemi Covid-19. Justru karena hal tersebut, telah membuat kita jadi kreatif dan adaptif, sehingga kreativitasnya menjadi tanpa batas," ucap dia.

Prof Dr Ridwan turut menyampaikan agar semua pihak dapat bersama-sarna melatih soft skill masing-masing dalam pelajaran dan kesernpatan yang jarang ditemui. Ini menjadi contoh yang baik untuk penerapan `Merdeka Belajar Kampus Merdeka’ .

"Di samping itu, dunia anak muda juga tidak boleh dibatasi, tidak boleh pula karena kondisinya secara fisik dibatasi, maka kemudian mengurangi banyak hal, termasuk mengurangi kualitas. Adanya media digital ini, justru semakin mempertajam dan memperkuat kerja sama antar mahasiswa, serta menghubungkannya kepada pengabdian masyarakat. Supaya berdayaguna di masyarakat seperti dalam KKN Pandemika 3 ini," tegas dia.

►Suara Merdeka 28 Mei 2021 hal. 9, 10 

Kategori: