Unika Soegijapranata Tingkatkan Layanan dengan Optimalkan Teknologi Informasi
Senin, 19 April 2021 | 19:08 WIB

Kompas 10 April 2021

Ujaran Darwin sekitar dua abad lampau itu masih relevan, yang bisa bertahan adalah mereka yang paling adaptif terhadap perubahan. Saat ini, zaman bergerak begitu cepat, terlebih karena perkembangan teknologi.
Dalam penyelenggaraan pendidikannya, Unika Soegijapranata pun melangkah selaras derap zaman dengan semangat untuk bertransformasi. Sejak beberapa tahun silam, universitas yang memiliki 25 program studi S-1 ini telah melakukan beragam inovasi untuk berbenah.
Unika Soegijapranata memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat untuk menyediakan layanan akademik dan administrasi yang lebih baik. “Teknologi informasi ini enabler. Tujuannya, menyediakan fasilitas agar mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten sesuai dengan bidangnya,” ujar Rektor Universitas Soegijapranata Prof Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC, Senin (29/3/2021).
Ridwan bercerita, sejak 2011, Unika Soegijapranata mulai mengembangkan pembelajaran blended atau kombinasi. Dosen dapat memberikan pengajaran di kelas dan lewat e-learning.
Sistem itu terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ketika Maret tahun lalu pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan dilakukan karena pandemi Covid-19, dengan cepat semua kegiatan belajar-mengajar langsung dapat dialihkan ke virtual.

Belajar dengan gembira
Untuk meningkatkan layanan akademik dan administrasi, setidaknya ada 14 produk digital yang telah dikembangkan Universitas Soegijapranata. Produk-produk ini memudahkan antara lain kegiatan belajar-mengajar, akses informasi seputar kampus, pencarian perusahaan untuk magang atau bekerja, dan beragam urusan administrasi, seperti pendaftaran wisuda dan legalisasi ijazah.
Kegiatan belajar-mengajar sangat dimudahkan dengan situs Cyber Learning. Di sini terdapat berbagai fitur, seperti registrasi otomatis, presensi daring, pemeriksaan plagiasi, live streaming, sampai papan skor keaktifan studi.
Untuk tugas akhir atau skripsi, disediakan pula program Dokumentasi Elektronik Tugas Akhir (Delta). Semua proses pengerjaan tugas akhir diunggah dan diberikan umpan balik lewat Delta.
Mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman lebih kaya dan menarik karena di dalamnya terdapat fitur gamifikasi. Setiap aktivitas yang dilakukan mahasiswa dan dosen akan dihitung poinnya, kemudian dapat ditampilkan pada papan skor.
Unika Soegijapranata memiliki pula aplikasi Dimas (Dashboard Informasi Mahasiswa). Di sini tersedia dashboard yang menampilkan status mahasiswa, grafik yang menunjukkan tren prestasi dalam kuliah, sampai prediksi kelulusan masing-masing.
Untuk menghubungkan mahasiswa dengan dunia industri, Unika Soegijapranata menyelenggarakan job fair dua kali dalam setahun. Ada pula aplikasi yang bisa diunduh melalui Android. Khusus untuk mahasiswa Unika Soegijapranata, pendaftaran lowongan pekerjaan dapat dilakukan melalui Sintak (Sistem Informasi Terpadu Akademik) yang terhubung ke masing-masing perusahaan.
Hal-hal tersebut hanyalah sedikit dari berbagai inovasi digital yang telah dilakukan Universitas Soegijapranata. Selain itu, fasilitas-fasilitas penunjang belajar juga dibuat lebih menarik dan memudahkan.
Di perpustakaan, misalnya, tersedia antara lain VR Library, AR Assistant yang memunculkan sosok pustakawan yang menjelaskan rangkuman buku, sosok virtual Holy (Hologram Library) yang menyapa nama pengunjung secara pribadi dan menginformasikan status peminjaman ketika mahasiswa masuk ke dalam perpustakaan.
“Selain membantu mahasiswa mencapai kompetensinya, hal-hal semacam ini membuat mereka menikmati proses belajar dan tanpa sadar terlibat di dalamnya,” ujar Ridwan.
Dengan semangat transformasi, Unika Soegijapranata pun akan terus memunculkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Proses belajar pun jadi kian menarik. [NOV]

 

 

 

Kategori: , ,