P3M Unika Selenggarakan Recharging DPL KKN
Rabu, 7 April 2021 | 16:00 WIB

Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi sebagai narasumber dalam kegiatan Recharging DPL KKN Pandemika III Unika Soegijapranata

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pandemika II yang telah diselenggarakan oleh Unika Soegijapranata pada semester sebelumnya, maka pada hari Selasa kemarin (6/4), Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan kegiatan Recharging DPL KKN Pandemika Semester Genap 2020/2021.

Acara tersebut dilaksanakan secara online melalui ruang virtual Unika Soegijapranata dengan menghadirkan narasumber Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi yang merupakan  Doktor dari Psikologi Industri dan Organisasi Unika Soegijapranata, demikian disampaikan oleh Ketua P3M Unika Rudi Elyadi SE MM saat membuka pelaksanaan acara tersebut.

Lebih lanjut Rudi Elyadi juga menambahkan adanya faktor kejenuhan yang dirasa perlu untuk disegarkan kembali pada diri para DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yang dalam pelaksanaan Pandemika bertugas sebagai pendamping para mahasiswa maupun para mitra dampingan.

“Dalam setiap pelaksanaan KKN, para mahasiswa selalu berganti, demikian juga para mitra dampingan juga selalu berganti, namun para DPL yang mendampingi selalu tetap atau tidak berganti dan pendampingan tersebut dilakukan oleh hampir 75% dosen senior, serta 25 % wajah-wajah baru atau dosen baru,” ucapnya.

Maka kita berharap dengan kegiatan Recharging DPL KKN Pandemika ini, akan muncul semangat baru pada diri para DPL, mengingat kondisinya masih di tengah pandemi covid-19 yang belum reda dan memang harus diadaptasi dengan kegiatan KKN Pandemika III Unika Soegijapranata yang akan dilaksanakan pada periode mendatang, terangnya.

Sedang Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr Berta Bekti Retnawati juga menegaskan tentang tema kegiatan Recharging DPL KKN Pandemika yaitu ‘Let’s Find Our Happiness.’

“Pandemi dampaknya ternyata memiliki multi dimensi, sehingga tampaknya kita bisa menjadi teman dari para mitra dan masyarakat,” urainya.

Dan kebahagiaan menjadi sesuatu yang bisa ditularkan kepada siapa pun terutama kepada para mitra dampingan dan mahasiswa, sehingga dengan demikian akan memberikan efek yang positif baik pada diri kita sendiri maupun untuk orang lain.

Sedangkan dalam tema paparan narasumber Dr Ferdinandus sebagai pemateri dalam kegiatan Recharging DPL KKN Pandemika ini adalah “How to Build A Well Live, Joyful Life”.

”Kita harus berani asertif untuk mengambil waktu bagi personal kita. Dan yang kita pilih adalah sesuatu yang membuat kita bahagia, bukan sesuatu yang justru memberatkan,” paparnya.

Dan dalam konteks individu dan organisasi saat ini, variabel yang paling dibutuhkan dan harus kita olah adalah happiness, ungkap Dr Ferdinandus yang mengambil tema dari bukunya Bill Burnett and Dave Evans.

Maka antara pekerjaan dan sisi kehidupan pribadi kita harus seimbang dan kita kelola, jangan sampai waktu kita habis hanya untuk pekerjaan saja. Dan saat kita menggunakan waktu kita secara pribadi, kita harus bisa menikmati betul dan yang lain harus ditinggalkan secara total, urainya menjelaskan salah satu cara mendapatkan happiness melalui balancing work and life.

Selanjutnya cara untuk mendapatkan happiness bisa juga dengan menyelaraskan tiga hal yaitu Who you are, What you believe, dan What you do. Ketika ketiga hal ini bisa selaras, maka disanalah hadir happiness, imbuhnya.

Menurutnya, memaknai pekerjaan itu tidak sekedar profesi, tetapi adalah perutusan dan pilihan. Dan apabila kita memaknai perutusan dalam pendidikan seperti yang terkandung dalam ‘Ex Corde Eccelesiae’ kita memiliki perutusan yang sangat luar biasa, yaitu menggembleng kaum muda yang dipercayakan oleh orangtuanya kepada lembaga kita yakni  Unika Soegijapranata.

Didalamnya ada value yang harus kita tanamkan sebagai seorang pendidik yaitu  responsibility, community, learning, honesty, respect, dan caring.

Berikutnya value kita sebagai seorang pendidik (perutusan dan pilihan ) pun harus kita olah agar menjadi believe, agar kita bisa mendapatkan happiness. Termasuk bagaimana kita memaknai kewajiban kita sebagai DPL bukan hanya sebagai menjalankan tugas, maka hal tersebut jika kita sadari adalah merupakan salah satu proses untuk mendapatkan happiness, karena selaras dengan perutusan dan pilihan kita, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,