Wisuda Unika, Rektor Minta Wisudawan Jaga Kesopanan di Dunia Maya
Selasa, 23 Maret 2021 | 8:23 WIB

image

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menggelar wisuda periode I tahun 2021 secara daring, pada Sabtu (20/3/2021).

Rektor Unika, Prof. Dr. Ridwan Sanjaya mengatakan dalam sambutannya supaya para lulusan agar menjaga sikap saat berselancar di dunia maya. Hal ini disampaikan mengingat tingginya jumlah warga Indonesia yang berselancar di dunia digital selama pandemi covid-19 tahun 2020 dan sering kali terjadi debat yang tidak sehat.

Dia menjelaskan, Peningkatan keberadaan manusia di dunia digital selama masa pandemi Covid-19 bukan hanya bisa dirasakan, tetapi juga tercatat meningkat 443 persen dan menambah jumlah pengguna internet menjadi hampir 200 Juta atau 73,7 persen dari populasi.

“Penggunaan internet secara masif ini juga menuntut literasi digital yang makin baik, terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Bukan hanya karena kemampuan ini akan digunakan para lulusan pada saat bekerja nanti, tetapi juga menunjukkan kualitas pribadi sebagai warga internet (warganet) atau netizen,” kata Ridwan

Ia membeberkan, di dalam survei Katadata Insight Center (KIC) yang dirilis pada November 2020, ditemukan bahwa hampir 60 persen orang Indonesia terpapar hoax saat menggunakan internet. Ketidakmampuan dalam mengolah informasi dan rendahnya literasi digital menyebabkan mereka tidak bisa bertanggung jawab terhadap berita yang sebenarnya. Seringkali jumlah penyebar berita hoax menjadi semacam justifikasi kebenaran berita dan pembenaran perilaku yang menyimpang. Hal ini tentu saja mempunyai resiko polarisasi opini bagi mereka yang mempercayai hoax dan yang melawan.

“Adu balas yang tidak sehat, diskriminasi, dan perundungan untuk mereka yang berbeda pendapat menjadi peristiwa sehari-hari yang kita rasakan saat ini di berbagai media sosial. Penyebaran kebencian secara bersama-sama yang merusak mental, moral, dan rasionalitas masyarakat dimungkinkan menjadi penyebab perilaku warganet yang negatif,” jelasnya

Adapun Perilaku digital warganet yang diwujudkan dalam kalimat-kalimat kasar, nyinyir, provokatif, memojokkan, keroyokan, atau bahkan juga menyebarkan kebohongan seakan-akan mencerminkan budaya kita.

Prof Ridwan melanjutkan, Ketika Microsoft merilis Digital Civility Index atau Indeks Keberadaban Digital tahun 2020 pada bulan Februari 2021, warganet baru menyadari kerusakan yang ditimbulkan. Warganet Indonesia menempati posisi ke-29 dari 32 negara yang diteliti oleh Microsoft. Kesopanan pengguna internet di Indonesia dinilai masih lebih baik daripada di Meksiko, Rusia, dan Afrika Selatan secara global, namun di bawah Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam di wilayah Asia Tenggara.

“Survei yang dilakukan pada bulan April sampai Mei 2020, memperlihatkan skor DCI atau tingkat kesopanan netizen Indonesia turun dibandingkan tahun yang lalu. Semakin banyak masyarakat dari kelompok dewasa yang dinilai makin turun peradabannya. Secara mudah, seringkali masyarakat menyalahkan dan menyerahkan permasalahan ini pada pendidikan karakter yang seharusnya sudah diperoleh sejak masih dalam pendidikan dasar. Ketidakberdayaan masyarakat akan kondisi ini tercermin dalam keinginan 59 persen responden survei DCI yang meminta perusahaan media sosial agar ikut memperbaiki. Hal ini menunjukkan bahwa begitu ringkihnya bangunan keberadaban masyarakat karena kemunculan media sosial,” ungkap dia

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada semua lulusan Unika Soegijapranata untuk ikut menjaga hal-hal baik yang pernah ada dengan menjaga jari-jari kita dari kalimat-kalimat kasar, nyinyir, provokatif, memojokkan, keroyokan, atau bahkan juga menyebarkan kebohongan. Menurutnya, Jari-jari mencerminkan kepribadian kita, menunjukkan kualitas literasi digital kita, bahkan lebih luas lagi juga menggambarkan peradaban bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Langkah kecil dari masing-masing pribadi ini akan sangat membantu mengurangi sampah-sampah digital sekaligus bisa menjadi inspirasi dari orang-orang di sekitar kita.

Sementara itu, dalam kesempatan wisuda kali ini ada 272 lulusan yang diwisuda. Mereka berasal dari berbagai jenjang mulai dari D3, S1, S2 hingga Profesi Insinyur. Pelaksanaan wisuda periode I tahun 2021, sama seperti pelaksanaan sebelumnya yakni menggunakan Face Tracking Animation (FTA), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).

sumber: https://sigijateng.id/2021/wisuda-unika-rektor-minta-wisudawan-jaga-kesopanan-di-dunia-maya/

Kategori: