Unika Soegijapranata Lakukan Pertukaran Pelajar
Senin, 15 Maret 2021 | 14:12 WIB

TRB 13_03_2021 Unika Soegijapranata Lakukan Pertukaran Pelajar

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mulai menerapkan program Merdeka Belajar -Kampus Merdeka (MBKM). Program tersebut merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang standar nasional pendidikan tinggi.

Rektor Unika, Ridwan Sanjaya mengatakan, Unika berkomitmen dalam penyelenggaraan pembelajaran perkuliahan MBKM bersama Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK).

Menurut Ridwan, program MBKM bukan hal yang asing bagi Unika Soegijapranata. Berbagai program di dalam MBKM, telah dijalanlan Unika jauh sebelum kebijakan tersebut dicanangkan. Di antaranya terkait kebijakan pertukaran pelajar dan magang kerja.

"Jadi sejak tahun 2017 itu kita sudah membangun beberapa sistem yang ada kaitannya dengan magang kerja, KKN atau KKU. Demikian pula program-program yang ada kaitannya dengan kreatifitas mahasiswa serta pertukaran pelajar. Hanya saja dengan kebijakan MBKM dari pemerintah maka kita adaptasikan pada tahun-tahun terakhir ini," kata Ridwan, dalam press conference secara virtual, Jumat (12/3).

Dikatakannya, Unika siap untuk menghadapi yang namanya disruptive innovation sehingga berbagai hal yang dikembangkan sejak 2017 memang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, misalnya dalam bentuk digital.

"Segala layanan yang dibangun dalam empat tahun ini, kita integrasikan sehingga tidak menjadi suatu layanan yang terpisah-pisah. Tetapi menjadi satu layanan yang terintegrasi yang memungkinkan semua orang merasakan dampaknya secara otomatis," ucapnya.

Terkait pelaksanaan program MBKM, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Cecilia Titiek Murniati menjelaskan Unika Soegijapranata berusaha untuk mewadahi dan melaksanakan Program MBKM yang dimulai oleh pemerintah sejak awal tahun 2020 hingga sekarang.

Tentu saja hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik hardskill maupun softskill agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kemudian menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa dan memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat yang dimiliki.

sumber: Tribun Jateng 13 Maret 2021 halaman 9 

Kategori: