Unika Soegijapranata Buka MBKM untuk Kampus Jaringan
Senin, 15 Maret 2021 | 9:26 WIB

SM 13_03_2021 Unika Soegijapranata Buka MBKM untuk Kampus Jaringan
Unika Soegijapranata membuka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi kampus-kampus yang ada dalam jaringan Nationwide University Network In Indonesia (NUNI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (Aptik), dalam siaran langsung Zoom; Jumat (12/3).

Koordinator Satgas Program MBKM Nuni dan Aptik, Dra Cecilia Trtiek Mumiati MA PhD mengatakan, program sudah dipersiapkan sejak Agustus 2020 dengan NUNI dan Aptik dalam hal mengadakan pertukaran pelajar bagi universitas dalam jaringan dua asosiasi itu. Dia juga menyebut, pada Desember 2020 sampai Februari 2021 pihaknya telah melakukan proses pendafataran hingga seleksi.

"Dari hasil pendaftaran dan seleksi, kami mendapatkan 18 mahasiswa dad luar Unika Soegijapranata yang akan melakukan program MBKM. Mereka dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Sanata Darma, Universitas Pajajaran, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Kristen Maranata. Para mahasiswa itu akan masuk ke enam program studi (prod) di Unika Soegijapranata, antara lain Prodi Teknik Sipil, Prodi Sastra Inggris, Prodi Akuntansi, Prodi Psikologi, hingga Prodi Manajemen," kata Cecilia.

Sistem Magang Kerja
Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC usai membuka program MBKM di kampusnya memaparkan, pihaknya telah membangun sistem magang kerja, Kuliah Kerja Nyata, Kuliah Kerja Usaha, pertukaran pelajar, maupun program yang berkaitan dengan kreativitas mahasiswa dalam empat tahun mulai 2017 sampai 2021. Semua itu kemudian diintegrasikan, sehingga layanan tidak terpisahpisah. Dengan demikian, memungkinkan semua orang merasakan dampaknya secara otomatis

"Sehingga, MBKM ini bukan hal yang asing bagi Unika Soegijapranata. Sebab kami sudah menjalani bertahun-tahun yang lalu, hanya saja kemudian mejadi satu sistem yang dinamai MBKM dan diadaptasikan pada tahun-tahun terakhir ini," kata Prof Ridwan.

"Perkuliahan di Unika Soegijapranata selama masa pandemi, mau tidak mau harus secara daring. Jika mungkin ada mahasiswa dari kampus jaringan NUNI dan Aptik yang pernah menghadapi di kampusnya lebih banyak tugas, kalau di Unika Soegijapranata semua akan dihadapi seimbang. Tetap ada pertemuan, tetap ada kegiatan diskusi bahkan presentasi dengan tidak meninggalkan tugas," tuturnya.

Sumber: Suara Merdeka 13 Maret 2021, hal. 10

Kategori: