Tim Mahasiswa Teknik Sipil Unika Raih Juara III Kompetisi Tingkat Nasional
Rabu, 3 Maret 2021 | 16:12 WIB

Tim Mahasiswa Teknik Sipil yang diberi nama ‘Digdaya Amarta’ dari sebelah kiri Aditia Cahya Purnama Putra, Atanasius Agri Permadi Putra dan Kwee Caroline Kuo Djaya

Tim Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik Unika Soegijapranata pada Jumat lalu (26/2) telah berhasil meraih Juara III untuk Building Analysis Category dalam Kompetisi Nasional Building Information Modeling (BIM) WIKA Awards 2021.

Kompetisi Nasional BIMWIKA Awards 2021 ini diselenggarakan tiap tahun oleh PT Wijaya Karya (Wika) Persero Tbk dan diikuti tidak hanya oleh peserta mahasiswa teknik tingkat nasional saja tetapi juga menarik minat mahasiswa teknik dari luar negeri untuk ikut berkompetisi didalamnya. Sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan melalui acara Announcement Winners BIMWIKA Awards 2021 di kanal youtube.

Tim dari mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unika yang terdiri dari Atanasius Agri Permadi Putra, Kwee Caroline Kuo Djaya dan Aditia Cahya Purnama Putra, berhasil meraih prestasi ini setelah melalui beberapa tahap penyeleksian yang dilakukan oleh tim juri Kompetisi BIMWIKA Awards 2021.

“Pembukaan pendaftaran kompetisi BIMWIKA Awards 2021 mulai dilaksanakan pada tanggal 27 November 2020. Dan berikutnya diselenggarakan Technical Meeting pada tanggal 2 Desember 2020, sedangkan pelaksanaan seleksi mulai tanggal 7 Desember 2020 hingga 31 Januari 2021,” jelas Atanasius Agri.

Dalam tahap seleksi, kami diberi data nyata proyek bangunan apartemen sekitar delapan lantai, dan kami ditugaskan untuk menganalisis kekuatan bangunan itu terhadap gempa, kemudian struktur dan penulangan kolom dan baloknya seperti apa, dengan menggunakan aplikasi yang disebut BIM, imbuhnya.

Sedangkan persiapan yang kami lakukan ketika mengikuti kompetisi BIMWIKA Awards 2021, yang pertama kami mereview terlebih dahulu semua dokumen, juga data proyek gedung yang telah diberikan oleh panitia. Berikutnya kami melakukan pembagian tugas dan scheduling.

“Dalam pembagian tugas tersebut saya mendapat tugas menganalisis struktur dan kegempaan, sedangkan teman saya (Kwee Caroline Kuo Djaya) menginput dan mencari data kegempaan, kemudian untuk rekan saya Aditia Cahya Purnama Putra mendapat tugas memodelkan bangunan ini secara tiga dimensi ke aplikasi BIM tersebut, lalu nanti rekan saya ini juga akan menginput berapa kebutuhan material yang dibutuhkan untuk membangun bangunan tersebut,” tutur Agri.

Jadi proses pembagian tugas ini kami laksanakan kurang lebih selama delapan minggu. Dan kendala yang kami hadapi sebenarnya lebih banyak pada kendala teknis, karena aplikasi BIM ini termasuk rumit dan berat untuk laptop biasa, jadi kami mencoba mengatasinya dengan pembagian tugas secara lebih merata kepada seluruh anggota tim dan melengkapi kekurangan dari setiap anggota tim, sambungnya.

Selanjutnya pada tanggal 31 Januari kami mengirimkan file analisis yang telah kami buat sekaligus juga mengirimkan video pemodelan secara tiga dimensi proyek pembangunan gedung seperti yang diberikan oleh panitia, dan dilanjutkan ke tahap grand final sehingga kami harus pula membuat video lanjutan pembuatan proyek kami dari awal hingga akhir sekaligus membuat video presentasi.

“Dan bersyukur pada tanggal 26 Februari kemarin kami terpilih tiga besar sebagai Juara III BIMWIKA Awards 2021, setelah berkompetisi dengan seluruh peserta sebanyak kurang lebih 150 tim peserta BIMWIKA Awards 2021,” ucapnya.

Sementara Dosen pembimbing tim mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unika Dr Hermawan ST MT  menjelaskan tentang BIM yang memberi insight baru bagi para mahasiswa khususnya teknik sipil yang berhubungan dengan IT.

Building Analysis itu sebenarnya banyak berbicara mengenai  perilaku dari struktur yang sebetulnya bisa dimodelkan dan memberikan sebuah gambaran riilnya apabila dibangun itu bangunannya seperti apa,” ungkapnya.

BIM ini adalah sebuah ilmu baru yang cukup memberikan tantangan dan sangat banyak membantu dalam praktek teknik sipil, seperti pembangunan gedung, jalan, jembatan atau yang lainnya, baik dari sisi konstruksi, biaya, waktu, serta mampu juga mengintegrasikan bagaimana pasca konstruksi diselesaikan untuk maintain, bahkan sampai pada masalah  penghematan energi khususnya untuk gedung, lanjutnya.

“BIMWIKA sudah diikuti oleh tim mahasiswa Prodi Teknik Sipil  Unika sebanyak dua kali, tahun lalu dan tahun ini, kebetulan tahun lalu juga Juara III seperti yang berhasil kita raih tahun ini,” papar Dr Hermawan.

Maka kami kenalkan BIM ini kepada para mahasiswa sebab BIM ini memang harus diakomodasi sebagai pemenuhan muatan ke masa depan. Dan ini adalah hal baru, karena profesi sipil dulu itu kan sebagai konsultan perencana, atau konsultan pengawas misalnya, tetapi saat ini ternyata ada profesi baru dan ini menjadi sebuah profesi yang menantang karena effortnya sangat luar biasa tapi mampu memberikan value bagi proyek konstruksi apa pun juga, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,