Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Adakan Acara 3B
Kamis, 4 Maret 2021 | 17:24 WIB

Pada Selasa (2/3) yang lalu Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Psikologi mengadakan acara 3B yang merupakan singkatan dari “Belajar, Berkarya, dan Berbagi”. Acara ini diadakan sebagai suatu bentuk internal bonding dan upgrading dari anggota SMF Psikologi sendiri.

Dimotori oleh Badan Pengawas Harian (BPH) SMF, acara yang diusulkan oleh Komisi II Pengembangan ini mengambil tema “Penempatan Diri dalam Organisasi”. Pengambilan tema sendiri didasari atas refleksi bersama bahwa dalam berjalannya periode kepengurusan, dirasa ada banyak konflik yang tidak diperlukan mencuat. Perlu disadari bersama bahwa kehidupan manusia berada diantara tegangan dan ini merupakan keniscayaan. Oleh karena itu konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, bahkan suatu keniscayaan. Apalagi dengan berbagai perbedaan dan keunikan dari masing-masing individu semakin menjadi warna khas dalam tegangan itu sendiri.

Menyadari hal-hal ini, BPH SMF pun mengusung tema di atas agar menjadi suatu alternatif serta bentuk masukkan bagi anggota SMF yang lain demi meminalisir konflik yang tidak membangun. Hadir sebagai pembicara, adalah Dr Ferdinand Hindiarto MSi selaku dosen Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) Fakultas Psikologi.

Acara 3B dimulai dengan sambutan oleh Dhea Permata Sari selaku ketua 3B. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Eugenius Tintus Reinaldi SPsi MPsi Psikolog.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Eugenius Tintus Reinaldi SPsi MPsi Psikolog mengajak teman-teman SMF untuk belajar banyak dari Dr Ferdinand sebagai pembicara. Apalagi memang problem organisasi merupakan salah satu bidang keahlian beliau.

Dalam paparan materinya Dr Ferdinand menjelaskan tentang dinamika dalam suatu organisasi. “Pada dasarnya untuk mengetahui bagaimana menempatkan diri dalam organisasi, kita perlu mengetahui apa yang menjadi visi dan misi organisasi,” paparnya.

Visi dan misi organisasi ini kemudian berusaha diwujudkan dalam tujuan atau goals dari organisasi. Antara visi dan misi serta tujuan tersebut ada sebuah gap terbentang di tengahnya. Gap inilah yang kemudian diisi oleh berbagai hal yang menjadi sarana untuk mencapai tujuan tersebut, seperti pendanaan, sumber daya manusia, fasilitas, dan sebagainya, lanjutnya.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Tanya jawab berlangsung dengan aktif dimana tiap jawaban yang disampaikan Dr Ferdinand begitu relevan dan mengena dalam kehidupan berorganisasi sehari-hari.

Usai tanya jawab dilakukan penyerahan kenang-kenangan simbolis beserta foto bersama anggota SMF dan Dr Ferdinand. Namun acara belum selesai sampai di situ. Anggota SMF kemudian masuk ke dalam breakout room dan melakukan sesi sharing pengalaman maupun insight berlandaskan materi yang sudah disampaikan Dr Ferdinand. (FFI)

 

Kategori: ,