FTP Unika Kenalkan Program Baru Food for Beauty
Kamis, 25 Februari 2021 | 14:34 WIB

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata mengenalkan program baru yaitu Food for Beauty and Wellness yang akan dibuka di tahun ajaran 2021/2022 di kampus dua Unika, Innovative Program Cluster di BSB City, Semarang.

Sekretaris Program Studi S-1 FTP Unika yang juga merupakan ketua satuan tugas pembentukan kurikulum Food for Beauty and Wellness, Dea N. Hendriyanti, dengan berkembangnya waktu dan penelitian saat ini, manfaat dari pangan sudah berkembang begitu pesat.

“Ada prospek yang sangat besar di mana nantinya pangan juga akan mengarah ke wellness dan kesehatan kulit atau kecantikan,” kata Dea, dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Di Indonesia, katanya, sudah banyak sekali industri makanan dan minuman yang memproduksi produk yang mengarah ke kesehatan kulit, kecantikan dan wellness.

“Dalam program Food for Beauty and Wellness akan dipelajari bagaimana makanan yang dikonsumsi bisa mendukung kesehatan dan well-being,” ujarnya.

la menjelaskan bahwa program Food for Beauty and Wellness akan mempelajari bagaimana pangan bisa memenuhi kesehatan fisik yang juga mendukung kesehatan mental bahkan kesehatan spiritual.

Satu di antara upaya yang dilakukan dalam memperkenalkan program baru tersebut, yaitu menggelar webinar dengan mengusung tema “You Are What You Eat: Growing Wellness and Beauty From Inside”.

Hadir sebagai narasumber yakni owner Skinny Cook Healthy Catering dan alumni FTP Unika, Listiyani, dan dosen FTP Unika, Meliana. Webinar dil- kuti oleh mahasiswa dari dalam dan luar Unika serta siswa-siswi SMA.

Dalam kesempatan itu, peserta webinar juga diajak virtual lab tour berkeliling Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Kuliner serta Laboratorium Sensori yang ada di FTP Unika.

Dosen FTP, Melliana menjelaskan bagaimana makan yang tepat dilihat dari segi porsi dan juga keberagaman makanan yang dikonsumsi.

la menerangkan prinsip dari pedoman gizi seimbang ada tiga yaitu seimbang, moderat atau cukup dalam hal porsi dan variatif dalam bahan makanan yang díkonsumsi.

Harapannya dengan mengikuti tiga prinsip ini, siapapun bisa makan makanan dengan tepat.

“Ini juga bukan panduan yang kaku sekali. Yang penting kita sadar tentang apa yang kita makan. Pedoman ini bisa menjadi semacam goal bagaimana idealnya kita makan, sehingga kita juga selalu berusaha untuk makan secara bervariasi,” terangnya.

Sumber: Tribun Jateng 24 Februari 2021 hal. 9

Kategori: