Dua Peneliti Unika Lakukan Penelitian Ekstraksi Senyawa Bioaktif di Rumput Laut dengan Gelombang Ultrasonik
Senin, 8 Februari 2021 | 14:28 WIB

Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STp MSc saat paparkan materi diseminasi penelitian yang diselenggarakan secara virtual

Bagian dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Unika Soegijapranata yang didanai oleh Ristek-BRIN, telah dipresentasikan pada Selasa (2/2) lalu dalam kegiatan diseminasi penelitian dan pengabdian masyarakat tahun anggaran 2020 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata secara virtual melalui zoom.

Para peneliti tersebut adalah Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STp MSc dan Dr Florentinus Budi S ST MT yang dalam penelitiannya telah melakukan penelitian tentang  “Aplikasi Gelombang Ultrasonik Dalam Ekstraksi Senyawa Bioaktif di Rumput Laut.”

Dalam paparannya Dr Probo mengawali dengan kemanfaatan dari senyawa bioaktif dari rumput laut. “Sudah banyak penelitian yang mencoba mengekstrasi senyawa bioaktif dari rumput laut. Pengertian bioaktif ini adalah senyawa-senyawa yang bisa dikonsumsi dan nantinya bisa membantu mencegah penyakit atau meningkatkan kondisi tubuh dalam hal kesehatan, diantaranya adalah beberapa senyawa carotenoids, polyphenols, asam-asam lemak dan senyawa-senyawa lainnya,” papar Dr Probo.

Cara untuk mengekstrasinya juga macam-macam diantaranya dengan metode konvensional yang sering dilakukan, namun dalam kurun waktu sepuluh tahun ini sudah ada beberapa metode yang diklaim sebagai metode ‘hijau’ karena beberapa alasan terkait dengan penggunaan energi, biaya, keramahan terhadap lingkungan dan sebagainya.

Salah satu yang digunakan dalam metode hijau adalah memanfaatkan gelombang ultrasonik dalam konteks ekstrasi kita sebut ultrasound assisted extraction (UAE), lanjutnya.

Dengan menggunakan gelombang ultrasonik sudah sering digunakan dan terbukti dapat digunakan untuk  mengekstrasi senyawa bioaktif pada suhu yang relatif rendah, waktu yang singkat, ramah lingkungan karena penggunaan bahan kimia relatif sedikit, dan tentu saja biayanya akan lebih rendah.

Suhu yang rendah ini relatif penting karena senyawa bioaktif ini seringkali memiliki sifat mudah rusak karena suhu  yang tinggi, sehingga alih-alih kita mendapatkan ekstraknya tapi yang terjadi kita justru merusaknya.

“Dalam berbagai studi yang pernah dilakukan banyak dilakukan penelitian dengan menggunakan UAE rumput laut dalam beragam parameter baik itu frekuensinya, amplitudenya, daya, pelarut, waktu, dan suhu. Dan hasilnya adalah keragaman konsentrasi senyawa bioaktif,” terang Dr Probo lebih lanjut.

Dari kondisi tersebut maka mengindikasikan berbagai kemungkinan interaksi antar parameter dalam proses ekstrasi, misalnya interaksi antar frekuensinya, amplitude, daya, pelarut, waktu, dan suhu, sehingga menjadi sangat kompleks untuk diteliti.

Dan khusus pada rumput laut coklat (rumpat laut ada tiga jenis yaitu rumput laut coklat, merah dan hijau), senyawa pada fukosantinnya relatif jarang diteliti di Indonesia, padahal senyawanya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan diduga kuat dapat memberikan efek pencegahan pada beberapa penyakit, teruntama pencegahan penyakit kanker, tuturnya.

“Sebagai tips ringan dalam perebusan bahan pangan, apabila kita ingin memanfaatkan senyawa bioaktifnya maka sebaiknya dikonsumsi seperti sup supaya air atau kuahnya ikut kita minum,” tutur Dr Probo saat menjelaskan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan selama dua tahun lalu.

Sedangkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut, yaitu yang pertama bahwa UAE dapat digunakan dalam mengekstrak senyawa bioaktif dari rumput laut. Yang kedua, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh berbagai parameter proses ultrasonikasi  khususnya pada suhu, waktu dan daya atau power terhadap ekstrak senyawa bioaktif. Sedangkan yang ketiga yaitu diperlukan studi lebih lanjut untuk melakukan optimasi terhadap ultrasonikasi dan purifikasi sehingga dapat dihasilkan ekstrak senyawa fukosantin yang optimum.

“Adapun luaran wajib yang dihasilkan, untuk tahun pertama kami telah menerbitkan dokumen tepat guna berupa catatan-catatan penerapan teknologi ekstrasi dengan ultrasonikasi, dan tahun kedua kemarin kami juga mengumpulkan hasil dokumen berupa studi kelayakan modifikasi sonikator dengan variasi frekuensi dan amplituda,” paparnya.

Sedangkan luaran tambahannya, kami sudah mensubmit artikel review penelitian, sambil menunggu pandemi kita melakukan review artikel, dan sudah mengikuti setidaknya empat international conference dalam bentuk oral presenter. Juga ada satu proceeding seminar dan pencatatan HKI, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,