Deteksi Pergerakan Tanah dengan Laser
Rabu, 3 Februari 2021 | 16:03 WIB

Dr Ir Florentinus Budi Setiawan ST MSc saat memaparkan materi dalam acara diseminasi

Dalam diseminasi penelitian dan pengabdian masyarakat tahun anggaran 2020 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, salah satu penelitian yang didiseminasikan adalah penelitian yang didanai oleh Ristek-BRIN yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dr Ir  Florentinus Budi Setiawan ST MT, Dr Ir Maria Wahyuni MT dan Suyanto Edward Antonius Ir MSc.

Dengan topik yang berjudul “Perancangan Alat Diteksi Pergerakan Tanah di Daerah Rawan Longsor”, Dr FL Budi memaparkan materi diseminasi yang disiarkan di ruang virtual Unika  melalui zoom, pada hari Selasa (2/1).

“Kita yang tinggal di permukaan bumi yang selalu bergerak, adalah sangat wajar jika terjadi pergerakan di bumi, karena bumi selalu bergerak,” ucap Dr FL Budi.

Dan sebenarnya besarnya pergeseran juga bisa diukur dengan tepat serta bisa diprediksi. Namun jika yang terjadi adalah gempa, maka itu yang sulit diprediksi kecuali jika kita menghitung secara lebih luas dengan menggunakan big data.

Sistem telemetri itu juga digunakan untuk memberikan informasi secara akurat dan jelas. Kita juga membutuhkan semacam data center untuk mengakomodasi semua data supaya kita bisa melakukan prediksi, lanjutnya.

Sistem yang akan kita buat adalah sistem telemetri, tapi kita akan melakukan monitoring di sepanjang daerah yang kita duga sebagai daerah yang bergerak (studi kasus di area Sporthall Unika Soegijapranata).

“Peralatan yang digunakan adalah bersumber dari sinar laser. Dan area patahan tanahnya adalah di daerah Unika berbatasan dengan Untag. Sebenarnya patahannya memanjang dari  daerah Gombel Lama, kemudian sekitar Unika, lanjut ke daerah Sukorejo Gunungpati terus sampai ke sekitar Jatibarang,” jelasnya.

Peralatan yang dipakai pun ada beberapa bagian yaitu sensor system, amplifier, transmisi signal, kemudian pengolah data dan display. Namun di tahun kedua ini, kita menambahkan sebuah sistem yang bisa mengadjust laser dan kameranya supaya tetap di posisi, karena jika dibiarkan maka sumber sinar lasernya bisa berubah warna karena cuaca, angin dan sebagainya.

Berikutnya, laser yang digunakan adalah laser yang dayanya cukup besar (daya jangkau sampai sekitar 5 km).

Demikian pula area yang dipasang peralatan juga ada di daerah Deliksari. Namun karena pergeseran tanahnya cukup cepat maka peralatan yang dipasang sempat jatuh maka dalam pelaksanaannya dipantau melalui CCTV.

“Dengan demikian melalui peralatan ini, maka pergeseran tanah dapat kita hitung dengan metode laser. Terlebih jika lokasi letak plat kontrol itu stabil, maka hasil pengukurannya akan akurat,” katanya.

Mengenai output penelitian, karena penelitian ini dilakukan selama dua tahun maka bisa menghasilkan paper internasional dua buah, demikian pula HKI juga dua buah. Sedangkan untuk teknologi tepat guna ada dua buah yaitu di sporthall dan deliksari, serta pengujian produk juga dua buah, yaitu yang pertama sudah dicek untuk mengetahui laser bisa berfungsi dengan baik untuk pengukuran dan yang kedua adalah bagaimana kita mengotomatisasi supaya laser dan kamera itu selalu stand by di posisi meskipun alatnya bergeser oleh cuaca, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,