Webinar Serial Kedua PSW Unika Beri Kesempatan Ormawa Presentasikan Usulan Program Pencegahan Bullying
Senin, 11 Januari 2021 | 15:23 WIB

Webinar serial kedua PSW Unika melalui ruang virtual zoom Unika Soegijapranata

Kegiatan webinar serial kedua kembali diselenggarakan oleh Pusat Studi Wanita (PSW) Unika Soegijapranata pada hari Sabtu (9/1) di ruang virtual zoom Unika Soegijapranata, yang membahas tentang ‘Pencegahan Bullying Berbasis Gender di Kalangan Generasi Muda’.

Dalam acara webinar tersebut, Dr Rustina Untari selaku Ketua PSW Unika Soegijapranata menyampaikan apresiasinya atas peran aktif para mahasiswa yang mewakili masing-masing organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan kampus Unika Soegijapranata dalam kegiatan webinar serial ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang mewakili masing-masing organisasi mahasiswa dan terlibat dalam kegiatan webinar mulai seri pertama hingga seri kedua ini, dengan mengumpulkan usulan programnya untuk dipresentasikan pada seri kedua ini, “ papar Dr Rustina Untari.

Demikian pula ucapan terima kasih disampaikan kepada para narasumber yang masih tetap berkenan menghadiri dan mendampingi dalam kegiatan webinar seri kedua ini untuk memberikan masukan bagi para mahasiswa dalam kegiatan presentasi program seri kedua, lanjutnya.

PSW Unika Soegijapranata hadir untuk memperjuangkan inklusivitas baik dari sisi gender maupun sisi sosial. Dan dengan adanya bullying ini bisa menimbulkan eksklusivitas dimana kita menyisihkan orang lain untuk terlibat dalam upaya kita untuk maju bersama, sehingga diharapkan generasi muda mengambil peran penting dalam memperjuangkan inklusivitas ini, ucap Dr Rustina Untari.

Terdapat kurang lebih 12 usulan program pencegahan bullying yang diajukan oleh perwakilan ormawa baik UKM maupun Fakultas, dan beberapa poster yang dibuat secara individu oleh para mahasiswa.

Para narasumber yang turut hadir adalah Dr Rika Pratiwi dari anggota PSW sekaligus dosen FTP Unika, kemudian Angelika Ryandari PhD juga anggota PSW sekaligus dosen FBS Unika, serta Cicil Tanti SPsi MA dari Fakultas Psikologi Unika.

Demikian pula PSW yang masih dalam naungan LPPM Unika, dalam webinar seri kedua ini  juga dihadiri oleh Sekretaris LPPM Unika Soegijapranata, YB Dwi Setianto ST MCs.

Ormawa Paparkan Usulan Program

Dalam paparan sesi pertama, presentasi program dilaksanakan oleh enam ormawa secara kelompok diantaranya yaitu BEM FITL, Senat FITL, UKM Kembang Taru, FTP dan BEM FBS, serta dilanjutkan dengan sesi presentasi poster secara individu.

Sedangkan sesi kedua yang mempresentasikan program adalah dari ormawa berikutnya yaitu Senat FEB, UKM FEB, UKM Tenis Lapangan, UKM Soepra radio, BEM FIKOM dan Senat FHK.

Dalam beberapa sesi presentasi tersebut para narasumber yang memberikan materi pada webinar seri pertama, tampak memberikan beberapa masukan mengenai usulan program yang dipaparkan oleh ormawa, diantaranya untuk memikirkan langkah-langkah dan detil kegiatan, atau bahkan menyatukan kegiatan yang dirasa mirip untuk dilakukan secara bersama-sama atau bekerja sama dalam kelompok yang lebih besar.

Sedang pada sesi lainnya, narasumber juga menekankan perlunya menjelaskan arti bullying dan membangun empati serta memberikan indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program, yang hasilnya bisa digunakan untuk kelanjutan kegiatan berikutnya.

Tanggapan lain dari salah satu narasumber yaitu Cicil Tanti SPsi MA, menyampaikan gambaran kejadian bullying yang sering terjadi. “Kejadian bullying biasanya posisi atau kondisi korban selalu di bawah pelaku, sedangkan apabila posisi korban seimbang atau bisa melawan si pelaku maka dalam keadaan seperti ini biasanya disebut kekerasan,” tegasnya.

Sedangkan dalam presentasi poster yang dipaparkan oleh salah satu mahasiswa secara individu, ada beberapa kesimpulan dan saran dari narasumber, diantaranya seperti target pesan dari poster sasarannya untuk siapa, kemudian identitas pembuat poster harus dicantumkan.

Dan adanya masukan tentang macam-macam bullying secara teori yang meliputi dua kategori yaitu bullying cyber dan bullying tradisional. Sementara itu bullying tradisional terdiri dari tiga yaitu fisik, verbal dan sosial atau relasi.

Selain itu, perlu dan baik sekali jika ada poster-poster yang mengarah pada bystanders karena jumlah angka bystanders dalam kasus bullying juga masih tinggi yaitu sekitar 80%.

“Media podcast bisa pula digunakan untuk pencegahan bullying karena saat ini kaum muda suka nonton podcast, dan bisa menjangkau berbagai kalangan secara lebih luas,” ujar Cicil Tanti SPsi MA.

Menanggapi pelaksanaan webinar serial yang telah berlangsung kedua kalinya ini, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika, Dr V Kristina Ananingsih ST MSc menyampaikan apresiasinya dan berharap agar program anti bullying bisa diterapkan dan masing-masing mahasiswa bisa langsung berperan dalam mengaktualisasikan.

“Ini adalah awalan yang baik, dan sudah menjadi program tahun ini, dimulai dari workshop ini sampai nanti Juli 2021, dimana ide dari para mahasiswa bisa kita aktualisasikan.  Disamping itu tidak hanya akan berhenti sampai di acara ini saja, tetapi seperti di pendidikan karakter ATGW, juga di pendampingan kewirausahaan mahasiswa, serta di bidang konseling, bahwa semuanya itu akan berlanjut terus karena nanti akan masuk ke dalam rencana strategis bidang kemahasiswaan Unika Soegijapranata,” tandas Dr V Kristina. (FAS)

Kategori: ,