Unika Lakukan Test Rapid Antigen Selama Tiga Hari
Jumat, 8 Januari 2021 | 13:59 WIB

Salah satu dosen saat menjalani test rapid antigen di Unika Soegijapranata

Usai libur Natal dan Tahun Baru selama kurang lebih dua minggu,  seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Unika Soegijapranata selama tiga hari dilakukan screening awal covid-19 dalam bentuk test rapid antigen, demikian dinyatakan oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Unika Soegijapranata, Dr Theresia Dwi Hastuti SE MSi Akt CPA di ruang kerjanya pada Jumat (8/1).

Kebijakan tersebut ditempuh setelah sebelumnya pihak universitas bersama tim satgas tanggap covid-19 telah berkoordinasi untuk mengantisipasi dan memberikan keamanan kesehatan serta kenyamanan kerja di lingkungan kampus Unika Soegijapranata.

“Selama kita liburan, kita juga tidak tahu para dosen dan tendik ini perginya kemana saja dan interaksinya dengan siapa saja, maka kita ingin menjamin bahwa setiap orang yang masuk ke kampus ini merasa nyaman dan aman, serta kampus tidak menjadi tempat penyebaran covid, sehingga antisipasinya ketika kita masuk pertama kali, kita melakukan test rapid antigen,” jelas Dr Theresia.

Jumlah dosen dan tendik yang mengikuti test rapid antigen ini adalah sekitar 412 orang. Harapannya, setelah selama tiga hari pelaksanaan test screening Covid-19 ini, hasilnya akan kita laporkan, dan akan ditindak lanjuti sesuai SOP protokol kesehatan yang kita jalankan, dengan berkoordinasi dengan Klinik Pratama BPJS Ibu Teresa Unika Soegijapranata, Klinik Sandjaja, Fakultas Kedokteran dan pihak Puskemas setempat, lanjutnya.

dr Gregorius Yoga Panji Asmara SH MH CLA dan dr Fransisca Melianie Suhendro selaku anggota tim Satgas Tanggap Covid-19 Unika Soegijapranata, saat diwawancara terkait penyelenggaraan screening Covid-19 bagi para Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Unika Soegijapranata, menjelaskan perlunya test screening covid-19 sebagai respon universitas terhadap pencegahan dan pengendalian covid di lingkungan kerja.

“Kegiatan test screening covid-19 ini dilakukan, karena adanya kepedulian universitas dan bagaimana universitas benar-benar hadir untuk menjaga keselamatan para dosen dan tendik. Artinya untuk nanti para dosen dan tendik bisa bekerja dengan aman dan merasa nyaman, ” jelas dr Gregorius.

Tentu saja, kegiatan ini dilaksanakan mengingat masih belum redanya pandemi covid-19, dan berdasarkan hasil rapat koordinasi universitas, kita putuskan untuk melakukan test rapid antigen.  Karena test rapid antigen ini sudah mulai diadopsi oleh WHO sebagai penegakan diagnosis terkait covid-19, walaupun golden diagnosis atau standard diagnosis itu adalah PCR (polymerase chain reaction), tetapi harapannya dengan rapid antigen ini setidaknya bisa menjadi screening kesehatan juga, lanjutnya.

Selain itu tidak hanya mengetahui positif atau negatif terhadap hasil test swabnya, tetapi juga dikaitkan dengan analisis data terintegrasi dengan sistem yang sudah lama diberlakukan oleh Unika Soegijapranata yaitu check in self assessment dan check out self assessment di kampus Unika Soegijapranata.

Sementara dr Fransisca Melianie juga menambah bahwa kampus Unika Soegijapranata adalah kampus yang pertama menerapkan sistem check in self assessment dan check out self assessment.

“ Unika Soegijapranata merupakan kampus yang lebih maju dan yang pertama menerapkan sistem check in self assessment dan check out self assessment, sejak diberlakukannya protokol kesehatan oleh pemerintah. Dalam sistem tersebut terdapat pengecekan pulse oximeter atau alat pengukur saturasi oksigen, dan check list yang harus diisi oleh setiap orang yang akan masuk area kampus Unika sesuai panduan,” ungkap dr  Melianie.

Jadi setiap hari para dosen dan tendik serta setiap orang yang masuk dan keluar lingkungan kampus Unika, harus mengisi check list dan menjalani pengecekan suhu tubuh, detak jantung dan saturasi oksigen.

Disamping itu Unika Soegijapranata juga memberikan suplemen multi vitamin kepada para dosen dan tendik yang melakukan aktifitas luar demi menjaga vitalitas kesehatannya di tengah pandemi covid-19, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,