Tukar Kado Natal Kesannya Misterius tapi Hangat
Jumat, 15 Januari 2021 | 17:32 WIB

Momen tukar kado Natal dan respon penerima kado

Meskipun perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Unika Soegijapranata sudah berlalu, namun masih menyisakan kenangan yang menarik untuk diulas, salah satunya adalah momen tukar kado secara online dengan memanfaatkan sintak Unika Soegijapranata.

Ketua Panitia Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Unika Soegijapranata, Alvonsius Ponco Hadi Heru Cahyono SKom MM dalam penjelasannya menyampaikan pemanfaatan sintak dalam acara tukar kado dalam perayaan natal Unika.

“Awal saat ditunjuk sebagai ketua panitia, saya sudah berpikir untuk mencari acara yang bisa menjadi momen bersama di tengah pandemi covid-19 ini. Dan pemikiran yang muncul adalah tukar kado,” papar sosok yang sering disapa mas Alvon ini ketika diwawancarai pada Jumat (15/1) di ruang kerjanya.

Kemudian ide tersebut saya sampaikan ke Wakil  Rektor II serta kepada peserta rapat panitia Natal, dan ternyata direspon positif bahkan ide tersebut semakin disempurnakan hingga diputuskan dalam proses pelaksanaannya akan memanfaatkan sintak Unika untuk pendaftaran peserta maupun mengolah atau mengacak nama peserta, sehingga pemberi kado nanti akan mendapatkan nama calon penerima kado, sebaliknya calon penerima kado tidak mengetahui siapa yang akan memberi kado.

Jadi dalam ajang tukar kado ini para peserta seakan memiliki misi rahasia untuk mencari tahu segala hal terkait calon penerima kado, dengan harapan pilihan kado yang diberikan nantinya akan sesuai dengan yang diharapkan oleh calon penerima kado, jelasnya.

Respon Penerima Kado

Untuk lebih mengetahui lebih dekat respon para penerima kado sekaligus peserta yang turut terlibat dalam ajang tukar kado ini, berikut wawancara dari beberapa narasumber yang berhasil diwawancarai baik secara langsung maupun melalui telpon WhatsApp.

Salah satu dosen yang sempat dihubungi adalah Dr Christin Wibhowo SPsi MSi Psikolog. Dalam wawancara singkat, dosen Psikologi Unika ini menyampaikan tanggapannya mengenai pelaksanaan acara tukar kado.

“ Acaranya seru dan misterius. Serunya karena kita harus mencari informasi tentang orang yang akan kita beri kado yang namanya kita dapat secara random melalui sintak Unika. Kalau tidak salah saya melakukan pengamatan sampai sekitar 10 hari. Dan dalam kurun waktu tersebut saya mengamati aktifitasnya, hobinya dan kadang harus bertanya ke teman-teman dekatnya, tentu dengan harapan kado yang akan kita berikan sesuai dengan harapan penerima kado,” terang Dr Christin.

Keseruan lainnya, harus mencari kado yang harganya sekitar Rp 100 ribu yang unik dan spesial serta sesuai dengan harapan penerima kado.

Bahkan dalam sintak Unika terdapat tombol ‘Sukacita Natal’,  kita bisa menyampaikan pesan kita kepada pemberi hadiah kado yang kita terima, sehingga kesannya misterius tapi hangat meskipun perayaannya dilakukan secara virtual, lanjutnya.

Saat ditanya pendapatnya sebagai seorang Psikolog, Dr Christin menyampaikan bahwa jika dalam psikologi, ciri-ciri orang normal adalah pada saat ia bisa memperhatikan orang lain. Jadi kata dasarnya adalah hati, sehingga orang yang normal adalah orang yang bisa memasukkan orang lain ke dalam hatinya atau bisa empati apa yang dirasakan orang lain.

Dan dalam kegiatan tukar kado kemarin sangat bagus, karena dapat menjadikan kita ‘back to normal’ . Selain itu ternyata, online-nya Unika bisa tetap humanis, tandasnya.

Sedang Yuliana Sri Wulandari SE sebagai Kepala SSCC Unika juga merespon positif kegiatan tukar kado yang menurutnya pernah dilakukan dalam unit kecil di lingkungan kerja.

“Dulu sudah pernah dilakukan tapi masih lingkup unit, sementara yang dilakukan kemarin adalah lingkup universitas, jadi lebih luas. Sedangkan keseruannya adalah ketika kita menerima kado dan membukanya, ternyata saya mendapat sesuai dengan kesukaan saya. Ini serunya, karena pemberi kado tahu kesukaan saya, sedangkan saya tidak tahu siapa yang memberi,” ungkapnya sambil menceritakan bahwa Ia mendapat kalung dan dompet.

Ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, karena meskipun kita secara fisik terpisah tapi masih bisa memberikan sesuatu kepada teman.

Dan yang menarik dari narasumber lainnya adalah respon Webmaster Unika Soegijapranata  F Henry Ernanto.

Dalam komentarnya saat ditanya tentang pelaksanaan acara tukar kado dalam perayaan Natal yang lalu, Mas Ernanto demikian sapaannya, mengungkapkan kegembiraannya karena mendapatkan kado sesuai dengan yang dibutuhkannya.

“Saya senang sekali karena mendapatkan kado sesuai yang saya butuhkan berupa helm sepeda, karena saat ini saya memang sedang hobi bersepeda,” ucapnya.

Menurutnya melalui ajang tukar kado ini, kita bisa memperhatikan orang lain sebagai bagian dari diri kita sendiri, karena dengan memperhatikan orang di sekitar kita berarti kita peduli dengan mereka, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,