Psikolog: Semakin Banyak Gerakan "Saya Siap Divaksin", Kurangi Rasa Cemas
Jumat, 15 Januari 2021 | 14:39 WIB

image

Beberapa hari terakhir santer terdengar kabar ada masyarakat yang menolak vaksinasi. Psikolog dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Kuariake Kharismawan SPsi, MSi, membagikan cara agar pemerintah menyikapi penolakan itu agar vaksinasi corona diterima masyarakat. Ia juga memberikan saran cara kepada kelompok masyarakat tertentu agar masyarakat luas bisa menerima proses vaksinasi.

Pria yang akrab disapa Ake itu menjelaskan gelombang penolakan vaksin wajar terjadi sebab vaksin merupakan hal yang baru dan belum banyak masyarakat yang tahu mendalam soal vaksinasi.

"pemerintah semestinya tenang saja. Itu hal yang wajar. Nggak perlu menekan, nggak perlu mengancam pula," kata Ake, kepada KUASAKATACOM, melalui sambungan telepon, Rabu (13/1/2021) siang.

Ake menyarankan pemerintah untuk lebih giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksin corona. Dalam sosialisasi, Ake menyarankan pemerintah agar menyampaikan ke masyarakat bahwa vaksinasi corona lebih banyak menguntungkan masyarakat untuk keselamatan kesehatan tubuh.

"pemerintah rasanya perlu melakukan edukasi dan ini sudah dilakukan ya. Ini supaya masyarakat melihat keuntungan vaksinasi lebih gede daripada tak divaksin sama sekali," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya pemerintah harus memahami psikologis masyarakat. Ake menjelaskan, dalam situasi yang serba belum ada kepastian ini, masyarakat cenderung menggunakan instingnya untuk bertahan hidup. Otak insting ini bukanlah otak yang logis, tapi otak yang penuh dengan emosional.

"pemerintah perlu menyentuh otak emosi ini. Ini supaya mereka tenang. Caranya bagaimana? Nah gunakanlah tokoh tokoh yang dipercaya masyarakat," jelas dia.  Ake membeberkan, sebagian besar masyarakat masih mengikuti apa yang dikatakan oleh tokoh tokoh tertentu, seperti tokoh agama. Sebab tokoh tersebut selama ini menjadi panutan masyarakat.

"Berikan dulu suntikan vaksin kepada tokoh agama. Kalau tokoh agamanya mau (divaksin), kalau tokoh agama sudah melakukan, maka masyarakat akan tenang. Nah mereka masyarakat akan mengikuti," terang Ake

Sementara itu, untuk kelompok masyarakat tertentu, ia meminta agar masif mensosialisasikan kesiapan organisasinya untuk proses vaksinasi. Seperti yang sedang viral di Facebook belakangan ini, ada organisasi pekerjaan tertentu yang memasang tulisan "Saya Siap Disuntik Vaksin".

"Sebaiknya kelompok masyarakat menggerakan kelompok organisasi terkait sosialisasi kesiapan vaksinasi. Kalau saya lihat di Facebook kan ada tuh kelompok perawat ada tulisan "aku siap divaksin, kelompok arsitek menyatakan siap divaksin," imbuhnya.

Menurutnya, bila sosialisasi semacam ini gencar dilakukan, maka orang yang tidak siap divaksin menjadi inferior. Semakin banyak kelompok masyarakat yang siap divaksin, maka orang orang yang tidak siap, maka akan menjadi minoritas dan berpeluang mengikuti yang mayoritas

"Mari kita suarakan ‘saya siap divaksin’. Dengan semakin banyak yang siap divaksin maka bisa mengurangi kecemasan mereka yang tak siap divaksin. Termasuk wartawan, pasang foto dan tulisan "Saya wartawan, siap divaksin"," tandas Ake.

sumber: https://kuasakata.com/read/berita/25300-psikolog-semakin-banyak-gerakan-saya-siap-divaksin-kurangi-rasa-cemas

Kategori: