Pandemi Jadi Kereta untuk Asah Kreativitas
Senin, 18 Januari 2021 | 10:42 WIB

SM 17_01_2021 Pandemi Jadi Kereta untuk Asah Kreativitas

Pandemi virus Covid-19 menjadi kereta bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas. Penyunting dan Penyusun Buku Corona Asyik, Maria Kineta menuturkan, tim mahasiswa menulis pengalamannya mengenai dampak virus korona ke dalam sebuah buku. Dampak pandemi virus Covid-19 membuat mahasiswa jenuh dan bosan. Mereka bingung mau ngapain. Akhirnya tercetuslah ide untuk menulis buku berjudul Buku Corona Asyik. Buku ini terdiri atas 11 bab, antara lain Entrepreneur Dadakan, New Normal 4.0, Sultan Corona, Otak Pebisnis, Angkatan Emas, Gedung Digital, Jurus Jitu Anti Gabut, Gitupan Digimon, Tamanku Taman Bermainku, Rindangnya, Personal Escape.

Dalam menulis buku, berdasarkan ide kreativitas masing-masing maha-siswa. Namun masih dalam tema yang sama yaitu mengenai dampak pandemi virus Covid-19. Menurut dia, kreativitas dapat dituangkan dalam bentuk apa saja. Misalnya tulisan. Ia berharap apa yang ditulisnya bisa memotivasi pembaca.

"Pandemi ini bisa mengasah kreativitas kami. Lebih baik mengisi kegiatan positif dengan menulis selama pandemi
ini," ujamya saat Ngobrol Virtual yang diselenggarakan Suara Merdeka, Kamis (14/1).

Dia mengatakan, ke depannya akan menjadikan menulis sebagai hobi selain ia juga menyukai bidang kuliner. Selama pandemi, Maria berkomitmen untuk terus mengasah kreativitasnya.

"Kreativitas tidak berhenti di situ saja. Apalagi selama pandemi ini banyak yang menjadi entrepreneur baru’," tutumya.

Ke depan, apabila kuliah sudah online lagi, justru membuka peluang lebih baginya. Saling berkomunikasi dan bertatap muka membuka peluang untuk meningkatkan kreativitasnya.

Ia akan melanjutkan apa yang dilakukannya saat ini. Apalagi dengan hobi barn menulis ini, iajustru semakin ter-tantang untuk mengasah kreativitasnya.

Direktur Hysteria dan Ketua Ekonomi Kreatif, Adin Hysteria mengatakan, ekonomi kreatif bisa menjadi solusi masa depan. Ekonomi kreatif bisa mengurangi laju industri yang bersifat eksploitasi terhadap alam. Negara Indonesia tergolong negara yang aman dan damai. Ke depan ekonomi kreatif masih akan berpotensi didorong kondisi politik Indonesia yang aman.

sumber : Suara Merdeka 17 Januari 2021 hal. 16

Kategori: