Menjadi Pribadi yang Berpikir Besar tapi Berperilaku Siswa
Rabu, 27 Januari 2021 | 17:13 WIB

Pelaksanaan webinar secara virtual melalui zoom

Unika Soegijapranata sebagai perguruan tinggi swasta terbaik se Jawa Tengah versi Kemendikbud tahun 2019 dan 2020, dengan berbagai aktivitas online yang dilakukan oleh para mahasiswanya di masa pandemi covid-19 ini, masih terus berkreasi dan berusaha membangun komunikasi antar mahasiswa di luar pembelajaran melalui berbagai kegiatan, salah satu diantaranya adalah yang dilaksanakan pada hari Rabu (27/1) melalui ruang virtual zoom, telah menyelenggarakan webinar dengan tema “Menjadi Pribadi yang ’Maha’ sebagai Siswa”.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Dr V Kristina Ananingsih ST MSc yang turut hadir dalam webinar tersebut menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas terselenggaranya webinar dari dan oleh mahasiswa sebagai wujud kepedulian dan sekaligus gerak dan karya mahasiswa Unika menyikapi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Masa Pandemi ternyata tidak mempengaruhi aktivitas mahasiswa Unika Soegijapranata. Namun kita sadar, ada juga kelebihan dan tantangan yang dihadapi selama masa tersebut,  sehingga dengan webinar ini diharapkan dapat terjawab solusinya, apalagi hadir sebagai narasumber dalam webinar kali ini Dr Christine Wibhowo SPsi MSi Psikolog dan Stanley Adrian Soesilo, yang akan meyampaikan materi yang sangat bagus untuk para mahasiswa,” tuturnya.

Mengisi waktu dengan sebaik mungkin di masa pandemi terutama di tahapan perkuliahan mulai semester awal hingga lulus adalah sangat penting, yaitu mulai masa-masa orientasi, pengembangan, pendewasaan, serta persiapan kerja dengan sebaik-baiknya, lanjutnya.

Sedang narasumber dari Fakultas Psikologi Unika yang juga seorang dosen dan psikolog, Dr Christine Wibhowo dalam paparannya tampak mencoba menjelaskan definisi ‘Maha’ dan siswa dalam pemikiran positif.

“Kata ‘Maha’ dalam kamus berarti besar dan kata ‘Maha’ itu melekat pada sifat Tuhan. Selain itu kata ‘Maha’ juga melekat pada dua kata dalam bidang profesi yaitu Mahaguru dan Mahasiswa. Sehingga jika dikaitkan dengan tema, Mahasiswa berarti siswa yang memiliki sifat besar dalam berpikir,” ucapnya.

Salah satu ciri berpikir besar adalah selalu positif dan bisa mengubah yang jelek atau tidak baik menjadi benar.  Hal tersebut dilakukan dengan cara, salah satunya belajar sebagai mahasiswa, dan cara lainnya yaitu dengan hormat kepada orang lain, atau hormat kepada dosen jika dalam kehidupan kampus.

Sedang kata siswa berarti menurut apa kata guru, jadi meskipun disebut sebagai mahasiswa namun harus tetap banyak mendengar, tidak baper atau bisa menerima kritik atas hasil karyanya. Jadi berpikir besar tapi berperilaku siswa.

Tantangan yang dihadapi generasi milenial sebagai mahasiswa adalah pada keterampilan komunikasi inter personalnya, demikian dikatakan Dr Christine melanjutkan paparannya.

Sehingga sebagai generasi muda diharapkan bisa presentasi kepada yang lebih tua, sedang yang lebih tua juga harus upgrade dengan kondisi kamu muda, supaya akhirnya bisa saling bertemu. Kelebihan lain dari generasi muda atau generasi milenial adalah mudah adaptasi.

Sedang bagi para mahasiswa, diharapkan pula bisa menempatkan media seperti gadget sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan mencari informasi bukan hanya untuk bermain game. Selain itu diharapkan pula dalam cara berpakaian, para mahasiswa juga menyesuaikan dengan saat perkuliahan di kampus, sehingga meskipun kuliahnya online, tetapi tetap berpakaian seakan kuliah di kampus, sehingga mentalnya juga akan berubah dan siap untuk belajar atau kuliah, tandasnya.

Dalam paparan narasumber kedua yang disampaikan oleh  Stanley Adrian Soesilo sebagai Student of The Year tahun 2020 Unika Soegijapranata, juga disinggung bagaimana memanfaatkan masa kuliah dengan baik.

“Kita selama kuliah diharapkan mampu mengatur waktu untuk kegiatan tapi tetap berprestasi dalam akademik,” ucapnya.

Sebagai mahasiswa hendaknya kita memiliki value (atau pillars) yang salah satunya adalah belajar dan bekerja. Dan untuk mewujudkan value itu, bisa juga dilakukan dengan cara mengembangkannya melalui belajar secara benar saat kuliah, mengikuti organisasi, mengikuti kompetisi, membangun suatu ide (PKM), Internship, membangun bisnis, dan membangun network atau relasi.

Mahasiswa juga perlu membuat goals, yang tidak harus sulit, seperti berolahraga secara rutin…..kali seminggu, mendapatkan IP paling rendah…., belajar bahasa…. , menciptakan…., mengikuti….kepanitiaan dalam setahun, lanjutnya.

“Dan kunci agar goals bisa tercapai, maka harus dilakukan secara konsisten. Hal lain juga perlu prioritas, time management, getting to work, dan menjadi teratur serta tertata,”pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,