Dosen dan Tendik Unika Soegijapranata Jalani Tes Rapid Antigen
Selasa, 12 Januari 2021 | 10:19 WIB

SM 11_01_2021 Usai menjalani libur akhir tahun selama sekitar dua pekan, seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Unika Soegijapranata menjalani tes rapid antigen yang dilakukan selama tiga hari, kemarin.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Unika Soegijapranata, Dr Theresia Dwi Hastuti SE MSi Akt CPA mengungkapkan kegiatan ini menjadi upaya screening awal Covid-19. Kebijakan itu disebut ditempuh setelah sebelumnya pihak kampus bersama Tim Satgas Tanggap Covid-19 telah berkoordinasi, untuk mengantisipasi dan memberikan keamanan kesehatan serta kenyamanan kerja di lingkungan kampus Unika Soegijapranata.

"Selama liburan, kami tidak tahu para dosen dan tendik perginya kemana saja dan interaksinya dengan siapa saja. Untuk itu kami ingin menjamin setiap orang yang masuk ke kampus ini merasa nyaman dan aman, serta kampus tidak menjadi tempat penyebaran Covid-19. Sehingga antisipasinya ketika kami masuk pertama kali, dilakukan tes rapid antigen," kata Theresia.

Sebanyak 412 dosen dan tendik mengikuti test rapid antigen di Unika Soegijapranata. Setelah selama tiga hari pelaksanaan test screening Covid-19 ini, hasilnya akan dilaporkan dan akan ditindaklanjuti sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan yang dijalankan dengan berkoordinasi Klinik Pratama BPJS Ibu Teresa Unika Soegijapranata, Klinik Sandjaja, Fakultas Kedokteran dan pihak puskemas setempat.

Pencegahan
Anggota Tim Satgas Tanggap Covid-19 Unika Soegijapranata, dr Gregorius Yoga Panji Asmara SH MH CLA mengungkapkan tes screening Covid-19 diperlukan sebagai respons universitas terhadap pencegahan dan pengendalian virus korona di lingkungan kerja. Adapun tes rapid antigen ini sudah mulai diadopsi oleh WHO sebagai penegakan diagnosis terkait Covid-19.

"Walaupun golden diagnosis atau standard diagosis itu adalah PCR (polymerase chain reaction), tetapi harapannya dengan rapid antigen ini setidaknya bisa menjadi screening kesehatan juga," papar Gregorius.

Sementara dr Fransisca Melianie juga menambahkan kampus Unika Soegijapranata diklaim merupakan kampus yang pertama menerapkan sistem check in self assessment dan check out self assessment.

"Unika Soegijapranata merupakan kampus yang lebih maju dan yang pertama menerapkan sistem check in self assessment dan check out self assessment, sejak diberlakukannya protokol kesehatan oleh pemerintah. Dalam sistem tersebut terdapat pengecekan pulse oximeter atau alat pengukur saturasi oksigen dan check list yang harus diisi oleh setiap orang yang akan masuk area kampus sesuai panduan," tandasnya.

Unika Soegijapranata juga memberikan suplemen multi vitamin kepada para dosen dan tendik yang melakukan aktifitas luar. Hal ini demi menjaga vitalitas kesehatannya di tengah pandemi Covid-19.

Sumber: Suara Merdeka 11 Januari 2021 hal. 19

Kategori: