Diskusi Pejuang Kemahasiswaan APTIK, SSCC Turut Andil
Kamis, 14 Januari 2021 | 12:30 WIB

Pada tanggal 13 Januari 2021, JaKa APTIK menyelenggarakan diskusi dalam rangka penyusunan kegiatan kemahasiswaan APTIK selama 3 tahun ke depan. Diskusi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh kurang lebih 25 orang dari berbagai perguruan tinggi swasta katolik. Dipandu oleh pak Novianto sebagai sekretaris Jaka Aptik, kegiatan berlangsung secara santai namun sarat dengan berbagai usulan yang sangat menunjang kegiatan kemahasiswaan APTIK dalam masa pandemi ini.

Hadir di ruang zoom ini dari Unika adalah ibu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. V. Kristina Ananingsih, ST., MSc, yang juga sebagai penanggungjawab Workshop Generasi Milenial Cinta Lingkungan – APTIK. Beliau memberikan penghargaan atas antusiasme mahasiswa yang begitu tinggi, hingga peserta melampaui target. Harapan beliau, kegiatan kemahasiswaan di masa pandemi seperti ini dapat diarahkan seperti halnya workshop tersebut yang diikuti dengan lomba serupa tema. “Jadi, meskipun tidak dapat bertatap muka secara langsung, kegiatan ini tetap memberikan arti bagi teman-teman mahasiswa untuk tetap kreatif dan cinta lingkungan”, sambung beliau. Adanya komunikasi dua arah saat workshop akan sangat membantu mahasiswa untuk memahami materi. Setelah adanya workshop, peserta dapat menyampaikan hasil refleksinya di hari lain (atau bulan lain).  Kemudian bu Tina juga menyetujui untuk menyertakan campus ministry lebih erat dan membekali sisi karakter, pendampingan bagi mahasiswa .

Harapan dan arahan lainnya disampaikan pula oleh romo Bambang, sebagai Wakil Rektor III Universitas Sanata Dharma (USD) yang kebetulan dalam agenda Jaka Aptik, USD adalah penyelenggara pengabdian mahasiswa. Tidak dipungkiri bahwa pandemi ini cukup membuat kegiatan kemahasiswaan menjadi sangat terbatas. “Pengabdian tidak bisa digantikan atau dilakukan dengan online, sehingga tetap saya sarankan untuk ditunda,” kata beliau.

Pak Novianto menyatakan setuju penundaan ini, maka perlu digantikan oleh kegiatan lain, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dengan moda daring, seperti :
– Seminar online
– Lomba-lomba daring  terkait simkatmawa
– Workshop online dengan keterlibatan mahasiswa

Usulan lainnya adalah dari mas Albertus Daru, yaitu membuat website khusus kegiatan kemahasiswaan untuk kegiatan kemahasiswaan yg mendukung dokumentasi kegiatan kemahasiswaan Jaka Aptik. Hal ini ditanggapi langsung oleh pak Novianto, sekretaris Jaka Aptik, akan membicarakannya dengan pengurus APTIK karena sebenarnya sudah ada website Aptik. Akan dibicarakan lebih lanjut bahwa untuk memintakan ijin Jaka Aptik diberikan ruang khusus di website, sehingga perkembangan maupun informasi yang terkait langsung dengan kemahasiswaan dapat diupload di situ.

Dengan adanya kegiatan online yang diusulkan hampir separo lebih dari anggota Aptik, hal ini ditanggapi dengan agak sedih oleh pak Patricius Sipayung, Medan, dengan menyampaikan data bahwa jika kegiatan itu moda daring, maka 98% mahasiswa mereka harus ke kota untuk dapat tersambung dengan wifi. Beliau mengusulkan bahwa pengabdian bertema covid dari sekitar yang dapat dikerjakan, kemudian hasilnya dapat dilaporkan. Jadi ada kegiatan pengabdian yang dapat diOnlinekan, yaitu dilaksanakan di tempat masing-masing, sedangkan hasilnya diseminarkan secara online.

Usulan kegiatan yang lain adalah sekitar pendampingan mahasiswa dalam menghadapi siap kerja di era pandemi, kemudian virtual jobfair bersama Jaka Aptik serta workshop penguatan tracer study untuk mendukung simkatmawa. Itu yang diusulkan dari Yuliana, Ka UPT Pusat Karir Mahasiswa Unika – SSCC. Penguatan simkatmawa juga diusulkan oleh pak Hendrik, dengan mengundang nara sumber dari Dikti, agar pengisian simkatmawa Jaka Aptik dapat lebih baik lagi.

Diskusi ditutup pada pukul 12.00 dengan rangkuman oleh pak Novi. Harapan ke depan adalah penguatan kegiatan yang dapat diikuti dan disosialisasikan moda daring, namun masih tetap menyentuh ke dalam materi. (yoel-sscc)

 

Kategori: