Unika Gelar Webinar Plasma Konvaselen, Narasumber Ungkap Aspek Hukum dan Ketersediaan Darah
Jumat, 11 Desember 2020 | 10:06 WIB

image

Saat ini dalam duni medis, plasma darah atau plasma konvalesen menjadi salah satu cara untuk penyembuhan pasien corona. Meski begitu, ternyata ada aspek hukum yang perlu diketahui dan ketersediaan donor darah.

Dosen Fakultas Kesehatan Unika Soegijapranata Kota Semarang, Jawa Tengah dr Gregorius Yoga Panji Asmara SH MH CLA mengatakan aspek hukum tersebut terkait Minus Malum

“Dalam konteks pandemi, dengan penggunaan terapi plasma konvalesen supaya tidak merugikan, maka ada yang namanya prinsip Minus Malum atau memilih yang paling sedikit keburukannya,” kata dr Gregorius, dalam gelaran webinar Unika terkait Gerakan “Plasmaku Untukmu” dengan tema “Bincang Plasma Konvalesen Untuk Terapi Covid 19.”, Kamis (10/12/2020).

Dr Gregorius menambahkan, dalam pelaksanaan plasma darah pun harus menghormati otonomi pasien dan informed consent harus diberikan secara baik, benar, jelas dan lengkap.  Demkian pula memperhatikan pada kepatuhan kaidah etik dan mengutamakan keselamatan pasien.

Sementara itu Kepala UDD PMI Kota Semarang dr Anna Kartika M Biomed, dalam kesempatan tersebut, mengingatkan perlunya adanya dukungan dari para penyintas corona terkait kebutuhan plasma konvalesen bagi para pasien corona. “Memang untuk menyediakan plasma konvalesen ini, setiap saat memang kami sangat kesulitan karena jumlah pendonor dengan jumlah permintaan malah lebih banyak permintaannya, jadi tidak berbanding lurus,” ucap dr Anna.

Untuk mengatasi hali itu pihaknya mengaku telah sosialisasi ke rumah sakit rujukan corona  dan membuat leaflet plasma konvalesen.

Ia pun menjelaskan, kriteria donor plasma konvaselen yaitu orang yang sudah sembuh dari corona dengan ketentuan pernah menjalani tes Swab PCR dengan hasil negatif dan diutamakan laki-laki, pernah menjadi donor dan tidak pernah transfusi.

Turut hadir dalam webinar tersebut, dua narasumber lain yaitu Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM (sebagai penyintas corona) dan Kepala KSM Penyakit Dalam Rumah Sakit St Elizabeth Semarang dr Mika L Tobing  SpPD KHOM.

https://kuasakata.com/read/berita/23643-unika-gelar-webinar-plasma-konvaselen-narasumber-ungkap-aspek-hukum-dan-ketersediaan-darah

berita terkait:

https://kuasakata.com/read/berita/23646-hadiri-webinar-unika-soal-plasma-konvaselen-hendi-ajak-warga-tetap-patuh-prokes

Kategori: