Tim Mahasiswa Arsitektur Unika Sabet Juara di Ajang Kompetisi Nasional
Rabu, 16 Desember 2020 | 17:29 WIB

(Dari kanan ke kiri) Rafael Adrian, Fionna Miranda dan Sianne Anggawijaya. Dan berdiri dibelakang mereka adalah dosen pendamping Gustav Anandhita ST MT

Dalam ajang kompetisi arsitektur nasional atau yang disebut Warmadewa Architecture Week 2020,  tim mahasiswa Arsitektur Unika Soegijapranata yang terdiri dari Rafael Adrian, Fionna Miranda dan Sianne Anggawijaya dari mahasiswa Prodi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain angkatan 2018, telah mendapat penghargaan sebagai Juara  I untuk rancangan redesain pasar tradisional yang tanggap pandemi.

Dalam kesempatan jumpa pers dengan wartawan pada Rabu (16/12), tim mahasiswa arsitektur yang didampingi oleh dosen pendampingnya yaitu Gustav Anandhita ST MT, mengemukakan bahwa kompetisi tersebut diperuntukan bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Penyelenggara sayembara Warmadewa Architecture Week 2020 ini dari Bali. Dan isu yang disoroti adalah tentang redesain pasar tradisional yang tanggap pandemi covid-19,” ucap Rafael Adrian sebagai ketua tim.

Dan kita memilih pasar Bulu Semarang yang merupakan salah satu pasar tradisional Kota Semarang, sebab desain bangunan pasar Bulu ini jika dilihat dari sisi arsitektur merupakan desain alienasi  bangunan. Selain itu jika dilihat dari bangunan Lawang Sewu, arsitekturnya itu Indies banget, yaitu campuran antara Belanda dengan Nusantara.

Karena itu kita memilih pasar Bulu karena pasar itu tidak kontekstual dengan lingkungan sekitarnya. Selain juga karena letaknya yang strategis dan bisa sekaligus jadi landmark, serta bisa tetap digunakan pasca pandemi, terangnya.

Berangkat dari desain Indies tersebut, kita rancang pasar tradisional yang tanggap pandemi covid-19, dengan nama pasar ‘Nyawangsewu’.

“Secara detil desain pasar ‘Nyawangsewu’ ini merespon dengan tanggap pandemi covid-19, yaitu yang pertama dengan penggunaan sirkulasi ram bagi penjual, dan tidak memungkinkan untuk saling berpapasan. Kemudian sebagai landmark, di atas bangunan juga kita beri area rooftop dengan tetap memperhatikan physical distancing. Selain itu juga ada konsep drive thru (atau drive through) merupakan layanan bagi konsumen yang bisa mendapatkan makanan tanpa harus keluar dari mobil,serta kita sediakan spot-spot cuci tangan supaya kesehatan pengunjung tetap aman dan bersih,” tambah dua rekan lainnya, Fionna dan Sianne.

Menanggapi hasil prestasi tim mahasiswa Arsitektur Unika yang berhasil meraih juara dalam kompetisi Warmadewa Architecture Week 2020 ini, Gustav Anandhita ST MT sebagai dosen pendamping menyampaikan apresiasinya.

“Dari Prodi Arsitektur memang mendukung sekali apabila ada tim mahasiswa yang mengikuti sayembara. Dan tim mahasiswa yang sering mengikuti sayembara juga banyak, tidak hanya satu atau dua tim saja. Sedangkan tim yang saat ini meraih prestasi, sebelumnya juga sudah ke sekian kalinya mendesain pasar. Bahkan beberapa anggota tim ini juga sempat mengikuti lomba sayembara tingkat internasional di  Architectural Rookie’s Award,” jelasnya.

Jadi  Prodi Arsitektur Unika selalu mendorong para mahasiswa untuk berkompetisi di luar, biar tahu perkembangan di luar itu seperti apa, dan ilmunya juga bisa diadu di luar, tidak cuma di dalam Unika sendiri, dan memang ada support juga baik dari pendampingan maupun pendanaan, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,