Terapi Plasma Konvalesen, Satu Cara Sembuhkan Pasien Covid-19
Senin, 14 Desember 2020 | 9:56 WIB

image

Penyebaran Covid-19 semakin sulit dikendalikan, hampir semua rumah sakit dengan ruang isolasi penuh, dan para tenaga medis yang gugur pun tidak sedikit. Berbagai protokol sudah djalani, tetapi Covid-19 makin sulit ditaklukan. Saat ini ada angin segar berupa plasma konvalesen.

Kamis (10/12) Fakultas kedokteran (FK) Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Rumah Sakit St Elizabeth dan PMI Kota Semarang, telah menyelenggarakan Webinar Gerakan Plasmaku Untukmu dengan tema “Bincang Plasma Konvalesen Untuk Terapi Covid 19.”

Membuka testimoni dalam webinar tersebut, Hendrar Prihadi sebagai penyintas covid-19, mengemukakan perlunya tetap mentaati protokol kesehatan dengan melakukan 3M yaitu singkatan dari menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan memakai sabun.

"Yang terbaik dalam masa pandemi Covid-19 ini bagi warga Kota Semarang adalah tidak boleh ada yang sakit dengan cara, yaitu pertama makan makanan yang sehat, teratur dan bergizi, kedua adalah sering minum vitamin, dan ketiga yaitu menjalankan SOP kesehatan dengan melakukan 3M,” paparnya.

Masih ada tim patroli dan tim penanganan covid-19, yang merupakan gabungan dari Pemkot, TNI dan Polri, yang tujuannya adalah sosialisasi ke masyarakat dan melakukan penindakan terutama bagi masyarakat yang keluar rumah tanpa memakai masker. Sementara itu, dr Mika L Tobing dalam paparan materinya menjelaskan tentang penggunaan alternatif pengobatan melalui terapi plasma konvalesen.

“Secara rasional sebetulnya pemberian terapi plasma pada covid-19 itu adalah pada masalah memperbaiki reaksi immunologist dari pasien, atau dalam bahasa kedokteran disebut immunomodulatory treatment,  dimana dengan pemberian plasma konvalesen yang sudah mengandung antibodi pada pasien yang sedang menderita covid maka immunologist dari pasien itu akan lebih baik sehingga dengan demikian perbaikan dan keselamatan akan mungkin didapatkan,” jelas dr Mika.

Jadi terapi plasma konvalesen  bermanfaat jika dipergunakan pada saat yang tepat, disertai modalitas terapi lainnya. "Hal lain, efektivtas terapi juga tergantung pada fase penyakit dan kormobiditas pasien, yang biasanya terapi ini kita berikan pada pasien fase berat atau yang mengancam kehidupan dan efek samping bisa dipantau serta pemberian terapi di ICU dengan sepengetahuan pasien dan atau keluarga," sambungnya.

https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/249484-terapi-plasma-konvalesen-satu-cara-sembuhkan-pasien-covid-19

Kategori: