Pengembangan Produk Pangan Ekonomis Saat Pandemi Bisa Selamatkan Keuangan Keluarga
Rabu, 2 Desember 2020 | 15:01 WIB

image

Penulis: Haniel Yudiar, Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata

Wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan manusia. Penjualan produk pangan, baik produk manufaktur maupun kuliner, juga turut terkena imbasnya. Berbagai hal dapat dilakukan oleh produsen untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi dampak pandemi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan produk.

Dalam hal mengembangkan produk, setidaknya ada dua hal utama yang harus diperhatikan. Pertama, produk tersebut harus sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga dapat dipasarkan. Kedua, produk tersebut harus dapat diproduksi dan memberikan keuntungan ekonomis bagi produsennya.

Terkait pemenuhan kebutuhan konsumen, produsen harus menyadari bahwa kebutuhan masyarakat sebagai konsumen telah berubah dengan adanya pandemi. Penurunan perekonomian masyarakat sebagai dampak pandemi menyebabkan belanja makanan selain kebutuhan pangan pokok mengalami penurunan. Oleh karenanya, pengembangan produk dengan harga yang lebih ekonomis dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.

Salah satunya adalah produk dengan ukuran kemasan yang lebih kecil sehingga harganya menjadi lebih terjangkau. Alternatif lainnya adalah dengan mencari sumber-sumber pasokan bahan baku dengan harga yang lebih murah sehingga produk yang dihasilkan dapat memiliki harga jual yang lebih terjangkau, tentunya dengan tetap berpedoman pada standar-standar kualitas yang telah ditentukan.

Hal lain yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengembangan produk adalah produk-produk yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi. Penggunaan bahan atau penambahan komponen yang memiliki sifat fungsionalitas tertentu, misalnya antioksidan dan probiotik, kemungkinan akan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut dari perspektif konsumen.

Dalam hal ini, terbuka juga peluang bagi penggunaan bahan atau penambahan komponen baru – yang selama ini belum banyak digunakan – untuk meningkatkan manfaat suatu produk pangan bagi kesehatan. Namun, hal ini bisa jadi memerlukan pemberian informasi atau edukasi yang cukup kepada konsumen, apalagi jika bahan dan komponen yang ditambahkan tersebut belum familiar bagi konsumen.

Dari aspek produksi, sebelum pengembangan produk tersebut dilakukan lebih jauh, perlu juga dipertimbangkan hal-hal yang bersifat teknis, misalnya kemudahan memperoleh bahan baku, apakah produk dapat dibuat dengan mesin/peralatan yang telah ada, apakah ada investasi lain yang diperlukan, bagaimana tingkat kesulitan dalam memproduksi produk tersebut, dan lain sebagainya.

Faktor lain yang perlu dicermati dalam pengembangan produk adalah penetapan harga jual. Harga jual haruslah disesuaikan dengan daya beli konsumen yang menjadi target pasar dari produk tersebut. Harga jual ditentukan dari biaya produksi, biaya-biaya lainnya dan level keuntungan yang ingin diperoleh. Dengan demikian, jika diinginkan suatu produk dijual pada tingkat harga yang dapat dijangkau oleh konsumen, maka seluruh faktor yang mempengaruhinya perlu dikendalikan dan diperhitungkan dengan baik.

https://betanews.id/2020/11/pengembangan-produk-pangan-ekonomis-saat-pandemi-bisa-selamatkan-keuangan-keluarga.html

Kategori: ,