Natal yang Transformatif
Jumat, 18 Desember 2020 | 9:29 WIB

TRB 18_12_2020 Natal yang Transformatif

Oleh: Ignatius Dadut Setiadi, Ketua The Soegijapranata Institute Unika Soegijapranata, Kepala Kantor Yayasan Sandjojo

KONFERENSI Waligereja Indonesia (KWI) dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menyampaikan pesan Natal bersama tahun 2020 dengan tema " dan mereka akan menamakan Dia Imanuel (Matius 1:23). Tema ini mengajak kita semua untuk Kembali mengingatkan akan penyertaan Allah dalam sejarah keselamatan umat manusia dari berbagai bencana dan krisis yang melanda bumi ini.

Pada tahun ini kita merayakan Natal dalam suasana prihatin karena wabah covid-19 sedang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini telah merusak berbagai sendi kehidupan manusia. Banyak keluarga berduka karena kehilangan sanak saudara. Banyak pula yang kehilangan pekerjaan. Anak-anak yang harus belajar di rumah kehilangan kesempatan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya.

Banyak umat yang cemas dan gelisah karena tidak dapat mengikuti peribadatan sebagaimana mestinya. Berbagai kejadian kekerasan dalam keluarga bahkan perceraian meningkat. Kondisi ini diperparah dengan maraknya politik identitas yang meningkatkan ujaran kebencian, intoleransi beragama dan etnis, radikalisme agama, serta perpecahan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat kita.

Pesan Natal 2020 adalah pesan yang mengajak kita Kembali kepada Yesus sang pemilik kehidupan yang melindungi dan mengajak kita semua untuk selalu mengimani bahwa Dia adalah sang terang dalam kegelapan. Sang Imanuel (Allah beserta kita) telah nyata hadir ke dunia ini dalam wujud bayi suci Yesus.

Kehadiran Allah sebagai pertanda bahwa Allah hadir di tengah-tengah kita yang melindungi dan menyertai dalam segala kesulitan dan krisis dalam kehidupan umat manusia. Kedatangan Allah memampukan kita untuk keluar dari kehidupan yang penuh dengan kecemasan, kekhawatirari, konflik, dan kekacauan. Kita harus semakin percaya bahwa dengan bertransformasi di masa-masa sulit ini akan kita hadapi dengan penyertaan Allah.

Sejalan dengan pesan Natal tahun ini, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang (KAS) telah memiliki perhatian secara khusus untuk tahun 2020 yang diberi nama Fokus Pastoral 2020 dengan tema ‘Umat Katolik yang Transformatif’.

Makna kata ‘Transformatif’ adalah gerakan yang merupakan hakekat dan jati diri untuk berani berubah dan memiliki daya ubah untuk diri sendiri dan kelompok, untuk menuju suatu kebaikan dengan terlibat aktif dalam kegiatan khususnya di gereja maupun di masyarakat pada umumnya. Fokus Pastoral 2020 tersebut merupakan satu gerakan dari umat Katolik untuk mewujudkan sebuah visi bersama yaitu "Terwujudnya peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman."

Sejalan dengan visi tersebut, harapan umat Katolik di Keskupan Agung Semarang dapat turut aktif menghadapi situasi dan dinamika perkembangan di Negara Indonesia dewasa ini.

Dalam cita-cita umat KAS, tujuan yang akan dicapai adalah sebuah peradaban kasih. Peradaban kasih itu sendiri adalah suatu kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi dan kompleks yang dilandasi dengan kasih. Namun, untuk menuju peradaban kasih tersebut ada tiga aspek yang menjadi dasar berpijak, yaitu sejahtera, bermartabat, dan beriman.

Damai sejahtera
Kehidupan yang damai dan sejahtera adalah dambaan setiap manusia. Yang menjadi sebuah permenungan bahwa di dunia sekarang ini cukup sulit menemukan damai sejahtera. Bagi kita manusia yang hidup di dunia ini, damai sejahtera sifatnya hanya sementara, dan kadang kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Kita semua telah memperoleh keselamatan dari pengorbanan Tuhan untuk turut terlibat dalam menyejahterakan sesama kita tanpa membandingkan perbedaan apapun.

Natal menjadi awal dari gerakan yang menjadi hakekat dan jati diri gereja untuk mewujudkan fokus pastoral 2020, yaitu umat Katolik yang transformatif, sehingga diharapkan umat semakin berani membuat berbagai perubahan dalam diri sendiri maupun kelompok, melalui gerakan internal gerejawi dan eksternal masyarakat. Gerakan internal gerejawi harus semakin mendalam, tangguh, dan misioner dalam kehidupan iman umat.

Keluarga-keluarga Kristiani semakin aktif dalam kegiatan-kegiatan menghidupi tradisi tradisi Kristiani seperti berdoa, beribadat, membaca kitab suci, berdevosi, dan lain-lain. Semakin banyaknya umat kreatif dan inovatif yang terlibat dalam berbagai kegiatan di Paroki/Gereja.

Sedangkan gerakan eksternal masyarakat diharapkan umat semakin inklusif, aktif dan partisipatif dalam berbagai kegiatan di masyarakat. Banyak umat yang berperan secara strategis dalam kehidupan bermasyarakat misal pengurus RT, RW, bahkan di lembaga lembaga sosial kemasyarakatan.

Umat Katolik diharapkan turut serta dalam mengusahakan kesejahteraan bagi umat manusia, niscaya kehidupan manusia di mana pun berada, terutama di Tanah Air kita Indonesia akan dilimpahi kedamaian dan kerukunan.

Bila kesejahteraan telah melimpah dalam kehidupan manusia, maka martabat kemanusiaan akan dihormati dan dijunjung tinggi oleh sesama manusia karena adanya saling cinta dan kasih. Inilah makna natal yang mempunyai daya ubah paling mendalam sebagaimana Yesus lahir di kandang hewan, tetapi oleh Tuhan martabatnya ditinggikan karena kedatangan tiga raja.

Umat Kristiani diharapkan semakin mengembangkan imannya yang dihayati dalam bentuk mengembangkan relasi yang bersahabat dengan sesama yang berbeda suku agama dan ras serta aliran yang diwujudkan dengan kerja sama dalam tataran kegiatan sosial dan budaya. Dengan semakin dikembangkannya relasi sesama, maka kita semua berharap peringatan Natal akan semakin meningkatkan keimanan kita pada Allah Bapa.

Kehidupan yang membawa daya ubah adalah yang dapat membawa kedamaian dan persahabatan bagi seluruh umat manusia yang bermartabat, seperti yang pernah diucapkan oleh Mgr. Al. Soegijapranata, SJ, seorang pahlawan nasional.

"Marilah di dalam lingkungan tempat tinggal/pekerdjaan kita mendjadi orang jang berarti, orang jang turut menentukan, berdasarkan prinsip-prinsip kita; djangan hanja turut gelombang, amem mlempem." (Mgr. A. Soegijapranata, 8 Mei 1960 "Aksi Kemasjarakatan Katolik, Aksi Pantjasila).

Karena manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diharapkan berani berubah dan mampu berdaya ubah dalam keimanan kita kepada Tuhan, sehingga akan membawa kesejahteraan dan kerukunan bagi manusia di Indonesia. Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

►Tribun Jateng 18 Desember 2020 hal. 2

https://jateng.inews.id/berita/keren-wisuda-di-unika-gunakan-teknologi-augmented-reality-dan-face-tracking-animation/all

Kategori: , ,