Kelompok 29 Pandemika II Unika Kenalkan Cara Membangun Bisnis Secara Digital
Selasa, 15 Desember 2020 | 18:01 WIB

Pelaksanaan webinar secara online tentang bisnis ala milenial

Sebuah kolaborasi antara kelompok 29 dalam Pandemika II Unika Soegijapranata , dengan Forum Komunikasi Pengolahan dan Pemasar Hasil Perikanan (FKP2HP) Kota Semarang, telah terselenggara pada hari Minggu (13/12) melalui ruang virtual zoom Unika yang ditayangkan pula melalui youtube.

Koordinator kelompok 29 Pandemika II Unika Soegijapranata, Satrio Priyambodo dalam pengantarnya menyampaikan  perlunya tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi solusi atas dampak pandemi covid-19 di bidang UMKM.

“Saya berharap para peserta webinar akan mendapatkan manfaat dari webinar bisnis ala milenial yang kita selenggarakan ini, yaitu sesuatu yang baru untuk menjalankan usaha dan dapat menumbuhkan semangat para pelaku UMKM untuk bersaing di era digital di tengah wabah covid-19 ini,” katanya.

Selain itu dengan webinar ini diharapkan dapat mendorong generasi milenial untuk melakukan upaya-upaya tertentu demi mendukung kemajuan ekonomi para pelaku UMKM, lanjutnya.

Sementara Kepala Center for Student Entrepreneurship (CSE) Unika Soegijapranata, Dr Chatarina Yekti Prawihatmi SE MSi, menegaskan kembali perlunya pembelajaran yang bisa didapat dari para narasumber, untuk bisa membangun bisnis baru di tengah pandemi covid-19.

“Unika Soegijapranata meskipun masih dalam masa pandemi, tetap melakukan kegiatan KKN tetapi dengan diperbanyak kegiatan virtualnya, ” jelasnya.

Dan tampaknya para anggota forum komunikasi ini juga sangat luar biasa, karena semangat dari para ibu, meskipun di tengah kesibukannya tetap terus maju untuk bisa berkontribusi terhadap keluarga dan masyarakat.

Yogo Prakosa sebagai pemateri dalam webinar bisnis  ala milenial ini dalam paparannya tampak menguraikan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi yang tersedia sesuai dengan topik yang dibawakannya yaitu tentang ‘Kiat Jitu Menggunakan Teknologi untuk Membantu Usaha Anda.’

“ Pada tahap awal tentu harus membuat akun terlebih dahulu dan melisting atau menampilkan produknya melalui marketplace yang ada seperti misalnya tokopedia atau shopee. Hal tersebut karena berdasarkan survei, marketplace ini memiliki sekitar 60 juta pengguna aktif, sehingga harapannya dapat berpotensi untuk menjaring konsumen lebih banyak lagi,” paparnya.

Disamping itu potensi rata-rata transaksi pengguna marketplace ini berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per pengguna, sehingga jika produk yang kita tawarkan di marketplace berkisar pada harga 0 hingga Rp 700 ribu, maka akan memiliki potensi yang besar untuk dibeli, ujarnya.

Disarankan juga kepada para pelaku bisnis rintisan, agar menggunakan uang digital karena dengan bekerja sama dengan uang digital maka kita akan mendapat promosi atau cashback sekitar 20% dari transaksi.

“Mengenai transportasi produk bisa diantar dengan menggunakan armada transportasi online (ride hailing). Dan apabila menghendaki  dana tambahan untuk pengembangan usaha juga bisa menggunakan pinjaman online atau P2P Landing seperti Esta, investree, Akseleran, dan Kredivo, karena persyaratannya lebih mudah dan rate-nya hampir sama dengan yang konvensional,” kata Yogo.

Sedang Axel Jeremy sebagai Owner of Sikacamata Creative Agency yang menjadi narasumber dalam webinar ini lebih fokus mengupas tentang  branding yang khusus tentang desain packaging.

“Produk kita jika menggunakan branding yang baik, maka produk kita akan berpeluang  menjadi trendsetter atau pencetus awal,” ungkapnya.

Apalagi generasi milenial lebih suka dengan yang instagramable, maka desain packaging harus memuat syarat yaitu brand identity, engagement material, promotion material, dan customer experience. (FAS)

Kategori: ,