Sarasehan Bersama SMF I di Masa Pandemi
Jumat, 20 November 2020 | 10:15 WIB

Pada hari Rabu (18/11), Senat Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata mengadakan acara Sarasehan SMU – SMF I bersama seluruh Senat Mahasiswa Fakultas di Universitas Katolik Soegijapranata.

Sarasehan merupakan kegiatan yang berguna untuk melihat serta mendiskusikan perkembangan setiap fakultas dan universitas serta forum untuk mengkomunikasikan segala pemikiran dari seluruh mahasiswa dan menfasilitasi aspirasi tersebut untuk kemajuan universitas maupun fakultas dengan komunikasi dan pengolahan aspirasi yang baik, tentunya akan meningkatkan kinerja dibidang kemahasiswaan Universitas Katolik Soegijapranata, serta dapat ditindaklanjuti, sehingga mahasiswa lebih bisa untuk membangun kegiatan yang kreatif, inovatif, dan bermakna.

Tema dari Sarasehan SMU – SMF I tahun ini adalah Bincang Minat dan Bakat Mahasiswa di Masa Pandemi.

Sarasehan SMU – SMF I ini juga melakukan sharing rencana kerja tahunan, dan sosialisasi tentang LKTD. Tujuannya agar terjalin hubungan yang akrab dari seluruh anggota senat baik ditingkat fakultas maupun universitas, dan juga sebagai sarana komunikasi dengan SMF, agar ke depannya dapat bekerja sama dengan baik.

“Kegiatan Sarasehan SMU – SMF I ini dilakukan secara daring melalui platform GMeet yang diikuti oleh seluruh anggota Senat Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata dan 3 (tiga) perwakilan dari tiap anggota Senat Mahasiswa Fakultas di Universitas Katolik Soegijapranata yaitu Ketua SMF, 1 (satu) Kaderisasi dan Organisasi, dan 1 (satu) Minat Bakat,” jelas Anna Maria.

Sarasehan SMU – SMF I diawali dengan adanya perkenalan dari ke dua anggota organisasi mahasiswa, lalu disusul dengan sharing rencana kerja tahunan, dan kegiatan bincang minat bakat mahasiswa di masa pandemi, serta sosialisasi tentang LKTD.

Pada sesi bincang minat bakat mahasiswa selama masa pandemi, dapat diambil kesimpulan bahwa minat bakat mahasiswa selama masa pandemi ini menurun karena banyak dilakukan secara online, padahal kegiatan online maupun offline tidak menjadi masalah bagi kita semua, dan seharusnya kita harus dapat membuat diri kita menjadi lebih aktif dalam mengambil peran dan berorganisasi di kampus. Mengikuti organisasi juga sangat bermanfaat bagi pribadi kita sendiri, yaitu bertambahnya pengetahuan, melatih soft skill, menambah relasi dan koneksi yang terjalin, juga dapat melatih manajemen waktu kita.

Sedangkan pada sesi sosialisasi tentang LKTD, tujuannya adalah supaya mahasiswa memiliki inisiatif bergabung dalam organisasi dan melatih kemampuan berorganisasi, namun itu bukanlah sebuah keharusan, tetapi jika dilakukan akan dapat melatih dan membentuk pribadi mahasiswa agar menjadi lebih baik, dan dapat melatih untuk berkomunikasi antar internal, pungkas Anna. (Anna Maria)

Kategori: ,