Resmikan Perahu Solar Cell di Jatibaran
Senin, 30 November 2020 | 9:17 WIB

TRB 27_11_2020 Resmikan Perahu Solar Cell di Jatibarang

Ide Awal Tim Unika Bermula dari Kekhawatiran Terjadi Pencemaran di Air Waduk

Tim Pengabdian Dosen Unika Soegijapranata Semarang meresmikan penggunaan perahu solar cell bertenaga surya bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) di daerah wisata air Waduk Jatibarang, Gunung Pati, Kota Semarang, Kamis (26/11). Tim Pengabdian Dosen Unika tersebut diketuai Dr Florentinus Budi S dan beranggotakan tiga dosen lainnya yaitu Shandy Jenifer Matitaputty, Dr E Lucky Maretha Sitinjak, dan Dr Lindayani.

Pada peresmian tersebut diluncurkan perahu yang sudah dirancang konstruksinya menyesuaikan dengan tenaga yang bersumber dari solar cell tenaga surya sebagai penggerak baling-baling. Ketua Tim Pengabdian Unika Soegijapranata, Dr Florentinus Budi S mengatakan, ide membuat perahu bertenaga solar cell berawal keprihatinan jika Waduk Jatibarang tercemar. Pasalnya, waduk tersebut dipergunakan untuk berbagai keperluan. Selain untuk wisata, air dalam waduk Jatibarang juga digunakan untuk air baku PDAM.

"Dan sebagai air baku PDAM, timbul kekhawatiran apabila air waduk yang juga digunakan untuk wisata air tersebut akan tercemar limbah bahan bakar dari perahu wisata yang digunakan dalam waduk tersebut," kata Florentinus Budi.

Melihat kondisi tersebut, tim Pengabdian Dosen Unika mencoba memikirkan solusi alternatif, yaitu dengan menggunakan tenaga listrik dari solar cell tenaga surya. Dan dari solusi yang ditawarkan tersebut, tim dosen kemudian mengajukan proposal ke Dikti dan akhirnya disetujui.

Hingga akhirnya ide tersebut sekarang sudah bisa terealisasi, setelah sebelumnya tertunda beberapa waktu akibat pandemi covid-19 dan area wisata ditutup. Dr Florentinus Budi mengungkapkan, ada beberapa keuntungan yang diperoleh apabila perahu wisata bisa dialihkan ke tenaga surya. Yaitu, tentu lebih hemat karena sumber panasnya dari matahari.

"Selain itu, tidak bising atau tidak ada suara mesin. Kemudian, kita dapat meminimalkan polusi di air waduk ini," tutumya. Anggota tim Pengabdian Dosen Unika, Shandy Jenifer Matitaputty menambahkan, dukungan terhadap pokdarwis tidak hanya dari sisi teknologi saja tetapi juga dari sisi manajemen pembukuan. "Dengan penghasilan yang didapat oleh para pemilik perahu ini maka pada 2019, kelompok kerja (pokja) dibuatkan NPWP oleh pemerintah. Karena itu, implikasinya juga banyak, di antaranya harus membuat laporan pembukuan dan pajaknya juga," ujamya.

Mengingat kondisi tersebut, para pemilik perahu juga bingung cara pengisiannya. Maka dengan pengabdian tersebut, tim Dosen Unika juga membantu agar pembukuannya rapi dan pembayaran pajaknya bisa tepat. Sementara Sekretaris Pokdarwis Suko Makmur Waduk Jatibarang, Widodo mengemukakan, pihaknya sudah lama menjadi binaan Unika Soegijapranata, tepatnya sejak tahun 2015. Kerja sama yang dijalin antara lain pada bidang pariwisata, handicraft, kuliner dan sekarang berkembang ke perahu wisata dengan menggunakan solar cell tenaga surya.

"Memang di, masa pandemi covid-19 yang menjadi andalan dalam Pokdarwis Waduk Jatibarang adalah dari pokja perahu, sementara pokja lainnya seperti kuliner, sovenir, homestay, dan kesenian tampak masih agak lesu," ucapnya.

Ia menambahkan, pokdarwis mendukung apa yang diupayakan Unika dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas lingkungan agar senantiasa terjaga dengan baik. "Harapannya apa yang kami terima ini dapat menjadi percontohan bagi kelompok wisata di waduk lain," harapnya.

►Tribun Jateng 27 November 2020 hal. 9

berita terkait:

https://jateng.tribunnews.com/2020/11/26/dosen-unika-soegijapranata-ciptakan-perahu-bertenaga-solar-cell-diuji-coba-di-waduk-jatibarang

Kategori: ,