Program Studi Perpajakan FEB Unika Raih Akreditasi A
Kamis, 5 November 2020 | 11:04 WIB

TRB 5_11_2020 Program Studi Perpajakan FEB Unika Raih Akreditasi A
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah selesai melakukan penilaian visitasi reakreditasi Program Studi Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijaprata Semarang.

Dari penilaian visitasi tersebut, hasilnya sangat menggembirakan civitas akademika Unika Soegijapranata. Karena program Studi Perpajakan FEB meraih peringkat akreditasi A dengan total poin 362.

Menanggapi hasil capaian akreditasi A tersebut, Ketua Program Studi Perpajakan FEB Unika Soegijapranata, Shandy Jenifer Matitaputty mengucapkan puji syukur atas hasil yang diraih.

Menurutnya, raihan tersebut buah dan upaya bersama dari tim akreditasi yang didukung secara guyub oleh tim prodi lain di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta para pimpinan rektorat, kepala lembaga, biro maupun UPT universitas. Sehingga akreditasi Prodi Perpajakan memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.

"Pengajuan akreditasi Prodi Perpajakan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, yaitu pada tahun akademik 2017-2018. Namun belum bisa divisitasi. Selanjutnya pada tahun akademik berikutnya kita mengajukan kembali, tetapi diminta perubahan sesuai dengan standar borang yang baru, hingga akhirnya baru Oktober 2020 kita ada visitasi, bahkan dilakukan secara online,” kata Shandy.

Dikatankannya waktu pemberitahuan visitasi pun kurang lebih hanya 10 hari. Dalam kurun waktu yang sempit tersebut, pihaknya harus mempersiapkan kembali semua yang sudah dipersiapkan, karena visitasi dilakukan secara online.

"Secara pribadi, visitasi online ini merupakan hal yang baru. Karena di lingkungan Unika sendiri sebelumnya juga belum pernah dilakukan visitasi online," ucap Shandy.

Beruntungnya, lanjutnya, banyak dosen yang membantu sehingga segala persoalan yang muncul dapat segera teratasi. Selain itu juga perlu persiapan dan perencanaan yang matang. Di sisi lain, dari pihak asesor yang kooperatif dan sangat mendukung dengan memberikan masukan-masukan.

"Ibarat mendaki sebuah gunung, kita sebagai pendaki jarang kita melakukan pendakian sendirian, pasti bersama tim," tandasnya.

►Tribun Jateng 5 November 2020 hal. 9

Kategori: